Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 59


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dari tempat hukuman tersebut keluarga dari pria setengah abad yang tidak lain adalah Gubernur Qian Lu juga datang dan mendapat kan hukuman. Namun saat hukuman itu akan di lakukan pada mereka Amora menghentikan nya, membuat semua orang ingin bertanya namun mengurungkan niat nya karena Amora kembali bersuara.


"Hukuman mati untuk orang-orang ini terlalu mudah. Mati hanya merasakan satu kali sakit dan setelah itu tidak terjadi apa-apa lagi. Yang mulia Kaisar aku sebagai salah satu korban yang paling mendapat banyak kerugian dari orang-orang yang tidak beradab ini ingin yang mulia Kaisar membiarkan aku yang menghukum orang-orang ini!!" ucap Amora dengan lantang dan tegas memberikan pendapat nya yang seperti menuntut.


Mendengar nya memang tidak salah namun mereka juga penasaran hukuman apa yang bisa di berikan oleh Amora yang lebih menyakitkan dari hukuman mati. Karena merasa masuk akal dengan alasan Putri Mahkota Mora dan rasa penyesalan yang dalam pada putrinya itu membuat Kaisar Wei memberikan izin atas hal itu.


Setelah itu Amora langsung menghampiri orang-orang yang di tahan di sana. "biarkan mereka duduk di kursi namun dengan di ikat oleh tali. Aku akan memberikan hukuman pad mereka, kalian juga ikuti setiap gerak ku. Jika sudah tidak kuat ganti dengan yang lain" perintah Amora dan langsung di turuti juga oleh para pengawal kerajaan.


"Mari bersenang-senang, jika yang lain juga tidak tahan melihat hal ini lebih baik tidak usah jangan melihat" ucap Amora.

__ADS_1


Amora mengeluarkan belati kecil di balik pakaian nya dan berjalan ke arah Selir Riu, karena Selir Riu adalah target pertama diri nya. "Apa yang kau lakukan menjauh lah. Pergi .... pergi ... lepaskan aku!!" Selir Riu terus meronta-ronta minta di lepaskan, sebenarnya tujuan nya agar tali ikatan nya longgar dan ia bisa melepaskan diri, namun tetap tidak bisa tali ini sangat tebal dan kuat ikatan nya juga sangat kuat sampai Selir Riu merasa sesak napas.


Amora mengambil tangan kanan Selir Riu lalu mengelus nya perlahan dan kemudian kulitnya langsung di gosok dengan belati tajam menghasilkan darah segar yang banyak bersamaan dengan teriakan Selir Riu yang sangat kencang merasa kesakitan. Hal itu di ikuti oleh para pengawal di sana, orang-orang yang melihatnya termasuk Kaisar Wei, Putra Mahkota Marcellino, dan Pangeran Ian ngilu dan refleks memegang tangan mereka sendiri. Namun ini baru permulaan belum hal lainnya.


Amora kemudian mencabut kuku-kuku Selir Riu sampai ke kulit-kulitnya menambah rasa sakit yang teramat terasa. Beberapa orang mulai merasa mual dan ada juga yang berlari keluar. Amora tersenyum miring dan mendekatkan diri nya pada telinga Selir Riu


"Berteriak lah sekuat yang kau bisa, tidak akan ada yang menolong mu. Sekarang kau hanya bisa menerima rasa sakit terus menerus, bukankah ini sangat menyenangkan" bisik Amora, walau pelan namun mampu membuat seluruh tubuh Selir Riu menegang mendengar nya.


"AAAAAAAAAAKH"


"Sakit ... hen hentikan ... ku mohon maafkan aku. Aku hanya mengikuti perintah saja" lirih Selir Riu dengan nada memohon dan wajah memelas namun Amora tidak menghiraukan nya dan orang-orang di sana juga tidak ada yang berniat untuk menolong nya, malah ada yang beberapa yang terlihat gembira melihat penyiksaan ini.

__ADS_1


"Kau tahu sesuatu yang hanya di lakukan setengah-setengah itu tidak baik. Jadi tidak baik juga jika kita menghentikan ini" ucap Amora kemudian melakukan hal yang sama pada tangan kiri Selir Riu.


Setelah itu ia mensejajarkan kan wajahnya dengan wajah Selir Riu lalu tersenyum. "wajah ini yang selalu tertawa saat melihat penderitaan ku, wajah ini yang tersenyum saat nyawa ibuku menghilang, dan wajah ini juga yang sudah memberikan banyak penderitaan pada ibu ku"


Amora berucap sambil menggoreskan belati nya pada wajah Selir Riu seperti membuat gambar dengan belati tajam itu. Darah segar mengalir di mana-mana, Selir Riu juga sudah terlihat lemas namun di tidak bisa melakukan apa-apa. Ingin rasa nya ia langsung mati saja dari pada mendapat siksaan dari gadis kecil di hadapan nya yang menjelma menjadi iblis baginya.


"Ah ya aku lupa mulut ini juga yang sudah banyak menyakiti ibu ku dan membuat banyak kebohongan" ucap Amora langsung merusak bibir dari Selir Riu dengan cepat dan ganas. Amora telah membuat banyak rasa sakit pada tubuh Selir Riu, namun sepertinya hal itu belum cukup bagi Amora. Walaupun Amora sudah menguliti ke-semua kulit nya sampai tubuh nya susah di kenali.


...****************...


_To Be Continued_

__ADS_1


__ADS_2