
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Amora pun pergi setelah ia menyiapkan makanan untuk kaisar Wei dan memastikan tidak ada makanan lain yang di konsumsi kaisar Wei. karena ia yakin pasti penyakit yang di alami kaisar Wei bukan penyakit biasa melainkan adanya unsur kesengajaan. tadi dia sudah bertanya pada kaisar Wei apa yang di katakan tabib saat pemeriksaan kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino menjawab secara bersamaan, bahwa beberapa syaraf kaisar Wei bermasalah di karenakan kaisar Wei sendiri terlalu stres dan banyak pikiran dan di tambah faktor usia.
Amora hanya mengiyakan apa kata mereka berdua dia juga mengelilingi ruangan itu dan mencek satu-persatu sambil mengamati setiap gerak-gerik yang ada. walaupun ia sudah menduga siapa dalang di balik ini semua namun dia juga menduga ada nya orang lain yang ikut dalam hal ini. dan inilah yang Amora pertanyakan pada diri nya sendiri satu tersangka yang baru Amora ketahui hanya pria yang ada di balik tembok waktu itu, tapi Amora tetap menyelidiki nya.
"huft ... susah juga mengakhiri semuanya menyelesaikan masalah pada diri ku saja susah apalagi harus menambah beban dengan ini" gumam Amora lalu ia membuka laci lemari nya.
dan mengambil kancing yang ia temukan itu. sangat susah mengetahui apa arti kancing ini karena dia tau bahwa ini bukan sekedar kancing biasa. dan pastinya ada hubungannya dengan semua nya.
tok ... tok ... tok
terdengar ketukan dari pintu kediaman Amora membuat Amora terpaksa berdiri dan membukakan pintu nya.
"ada apa?" tanya Amora pada seorang pria yang mengetuk pintu nya.
__ADS_1
"apa benar tadi kau datang dan menemani ayah Kaisar?" tanya balik pria tersebut.
"ya"
"itu berarti kau sudah bisa memaafkan ayah kaisar? apakah kita juga bisa saling memaafkan dan bersama layaknya kakak dan adik pada umum nya" ucap pria itu dengan semangat nya dan benar-benar antusias.
"aku hanya datang dan menemani nya bukan berarti aku bisa menganggap nya sebagai ayah ku. jadi tidak usah membuat harapan terlalu tinggi kau akan merasakan sakit nya ketika terjatuh lagi" ucap Amora pada pria itu lagi dengan jujur.
memang benar diri nya belum menganggap kaisar Wei sebagai ayah nya dia hanya datang dan menemaninya sekaligus mencari bukti lain juga.
"ya tentu saja kau pikir mudah untuk seseorang yang di jadikan sampah memaafkan mereka yang telah membuang nya?" ucap Amora dan menutup pintu karena tidak penting untuk nya mengobrol dengan pangeran Ian.
malam pun tiba semua pelayan cepat-cepat menyelesaikan tugas nya dan pergi beristirahat. sedangkan para pengawal bergantian shift untuk menjaga kerajaan. namun di sisi Amora saat ini sedang bersiap-siap memulai aksinya untuk menyelinap. saat semua nya sudah mulai aman terkendali Amora pun langsung melompat dari atas paviliun nya ke tempat-tempat yang berbeda dan sampai di kediaman putri Raina. awalnya ia ingin di kediaman selir Riu namun karena kejadian kemarin malam membuat nya memutuskan untuk ke kediaman putri Raina saja.
saat sampai di sana ia bersembunyi di balik tembok dan sayup-sayup mendengar suara pria dan wanita yang tengah berbicara. Amora pun maju beberapa langkah untuk memastikan apa yang di bicarakan mereka.
__ADS_1
"bagaimana apa kau berhasil?" tanya pria tersebut pada wanita nya.
"tentu saja! itu sangat mudah untuk di lakukan oleh ku. jadi apa lagi yang harus aku lakukan untuk mu sayang" ucap wanita itu yang menurut penglihatan Amora wanita itu duduk di pangkuan pria.
"kau sangat pintar tapi kita juga harus cepat-cepat menyebarkan berita ini. dan lagi masih ada setan kecil itu di sini. jadi yang paling utama kau harus menyingkirkan nya. kau bisa?" tanya pria itu.
"tentu saja apapun untuk mu" ucap wanita tersebut.
setelah beberapa lama mereka bersama di sana akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh Amora terjadi juga. si pria tersebut akan pergi dari kediaman putri Raina, dengan begitu Amora bisa membuntuti nya dan mengetahui di mana pria itu tinggal.
Amora terus mengikuti ke mana arah pria tersebut saat mengamati nya Amora juga menemukan sesuatu. saat memperhatikan nya Amora tidak sengaja melihat kancing baju pada pria itu dan kancing nya sama persis dengan yang di temukan nya di depan kediaman nya. itu berarti pria itu lah yang membuat semua pengawal yang menjaga kediaman nya tak sadarkan diri.
karena semua bukti tentang kejahatan selir Riu dan putri Raina sudah ada di tangan nya jadi tugas dia sekarang mencari tahu maksud dan tujuan mereka berbuat jahat yang di mana pria tersebut juga termasuk dalam hal ini.
...****************...
__ADS_1
_To Be Continued_