Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
perawatan


__ADS_3

"AAAAAAAAAAAAHHH" teriak Amora menggema di seluruh ruangan kamar mandi dia begitu terkejut saat melihat wajah nya dan tubuh nya seperti ini. jelas sangat jauh berbeda dari wajah dan tubuh nya yang di masa depan saat bercermin wajah yang ia lihat adalah wajah yang terkelupas banyak bintik bintik merah tubuh nya juga ada nanah dan lebih banyak lagi Amora bahkan sampai geleng geleng kepala dia tak menyangka akan ada salah tubuh tersebut tapi tidak akan ada perubahan jika dia hanya menggerutu tak jelas lebih baik dia segera mengobati nya sebelum semakin parah dia pun berjalan ke arah pintu kamar mandi dan memanggil pelayannya


"Weiwei ..... Weiwei" panggil Amora


"iya ada apa nona apa nona memerlukan sesuatu?" ucap Weiwei


"yah bisakah kau ambilkan sebuah wadah, kuas, lemon, telur, tepung beras dan ....." ucap Amora yang pertama yang harus ia rawat adalah wajahnya karena kalau kulit tubuh nya yang lain ia harus menggunakan tanaman herbal karena tidak bisa dia sembuhkan kulit tubuh nya begitu saja


"baik nona saya akan menyiapkan nya tunggu sebentar" dan Weiwei pun pergi untuk mengambil bahan bahan yang diperlukan nona nya itu walau dia tak tau bahwa yang sekarang memerintah nya bukan nona nya yang dulu lagi.


beberapa menit kemudian Weiwei kembali dengan tangan yang penuh oleh bahan bahan tersebut


"ini nona apa segini sudah cukup?" ucap Weiwei


"yah terimakasih telah mengambil nya"


"tidak perlu berterimakasih nona karena itu memang sudah tugas hamba untuk melayani nona"


"baiklah terserah kau saja aku sedang ingin perawatan terlebih dahulu kau tunggu di situ jangan kemana-mana lalu jika ada yang datang jangan biarkan masuk bilang saja aku sedang istirahat dan tidak bisa di ganggu"


"baik nona" ucap Weiwei


setelah mengucapkan kata tadi Amora langsung masuk dan memulai perawatan wajahnya tersebut. kemudian setelah selesai dengan perawatan nya dan membersihkan dirinya ia pun beranjak dan mengambil pakaian yang sudah di siap kan pelayannya walau agak ribet tapi dia bisa melakukan nya sendiri karena ia pernah membaca novel tentang kerajaan yang mengharuskan nya menggunakan hanfu setelah selesai ia berniat keluar namun sebelum itu dia melihat wajahnya lagi di cermin


"yah lumayan lah smingguan atau lebih juga udah cantik. sebenarnya kalau putri itu bisa merawat diri dan membela dirinya yang dilawan oleh dua siluman ular itu wajah sama tubuh nya gak bakal kek gini ngeliat dari sudut pandang lain dia sebenarnya cantik pake banget tapi sayang yah gitu lah udah lah gue mending keluar terus pake cadar aja biar suprise dan sekalian bikin rencana buat ngebasmi dua siluman ular itu" gumam Amora dengan pelan lalu ia mengambil cadar yang kebetulan ada disitu entah kapan ia tak tau yang jelas saat selesai mandi dia melihat cadar tersebut

__ADS_1


"nona mengapa kau menggunakan cadar?" ucap Weiwei dengan wajah kebingungan


"ah tidak ada, aku hanya ingin saja oh iya untuk seminggu ini tidak akan ada acara bukan?" tanya Amora dia ingin memastikan saat perawatan wajah dan tubuh nya dia tidak di ganggu


"tidak ada nona, hanya saja bulan depan akan ada acara ulang tahun kaisar apakah nona akan ikut ke dalam acara tersebut?" ucap Weiwei karena nona nya ini sebenarnya tidak pernah tertarik pada acara itu namun karena suruhan kaisar yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayah kandungnya ia terpaksa ikut walau pada akhirnya ia akan di buat malu oleh selir Riu dan putri Wei


"iya aku akan ikut aku ingin memberikan pertunjukan yang menarik saat hari itu tiba" ucap Amora yang membuat Weiwei terkejut


"nona serius bukan kah nona tidak pernah mau keluar dari kediaman jika bukan kaisar lah yang menyuruh nona keluar" ucap Weiwei


"yah itu em aku hanya ingin mencoba suasana baru aku bosan jika di kediaman terus menerus kau istirahat lah ini sudah malam aku juga ingin segera tidur"


"baik nona saya permisi"


setelah memastikan Weiwei keluar Amora pun segera mengunci kamarnya karena tidak mau di ganggu saat istirahat


keesokan paginya Amora sudah bangun dia memang sudah terbiasa bangun pagi untuk sekedar joging dan olahraga pagi supaya tubuhnya fresh. saat ini Amora sedang olahraga dan melatih tubuh nya supaya kuat dan dapat bergerak seperti di masa depan dulu.


"Weiwei Weiwei" panggil Amora


"iya nona ada yang bisa saya bantu"


"apakah aku mempunyai pedang atau alat alat lain?" tanya Amora ia ingin mencoba untuk membiasakan diri dengan jaman kuno ini karena pistol harus dibuat dulu dan bahan bahan nya lumayan bingung mencarinya dimana


"ada nona, tapi untuk apa nona menanyakan itu?"

__ADS_1


"tidak, coba kau kau tunjukkan di mana tempat nya"


"silahkan ikuti saya nona"


lalu Amora pun menyusul Weiwei dan berjalan mengikuti Weiwei saat ini dia ingin membawa dan memakai alat untuk menjaga diri karena ingin mencoba keluar atau lebih tepatnya kabur karena tanpa ada yang tau dan tanpa izin_-


"ini tempat nya nona" ucap Weiwei setelah sampai di ruangan yang mungkin disebut penyimpanan alat perang entah apa yang di lakukan oleh putri mahkota itu mengoleksi benda benda ini


"Weiwei apa aku pernah menggunakan salah satu alat alat yang ada di sini ini sangat menakjubkan" "walau gak terlalu tajem cuma bisa lah buat bunuh orang satu menit sekarang gue mau bawa keluar dan jalan jalan wajah gue udah gak parah tinggal beberapa hari lagi gue udah cantik lagi. gue mau cari bahan bahan buat nyembuhin kulit gue walau putih tapi ada bekas luka yang mengganggu" gumam Amora dalam hati


"apa yang akan nona lakukan dengan benda benda ini?" tanya Weiwei


"Weiwei aku ingin pergi keluar dan mencari herbal supaya aku cepat sembuh dan melakukan latihan diluar jadi aku akan ambil beberapa dari benda benda ini untuk berjaga dan kau tunggu di sini tidak usah ikut nanti sore aku kembali lagi" ucap Amora sambil menepuk pundak Weiwei


"tapi apa nona akan baik baik saja"


"yah aku baik baik saja aku bisa menjaga diri sendiri tidak usah khawatir kau cukup jaga kediaman ku saja dan jangan pernah membiarkan orang lain masuk jika ada yang menyakiti mu kau tinggal bilang saja pada ku"


"baik nona"


"okey, aku akan pergi sekarang sampai jumpa"


"okey?" yah Amora lupa bahwa di zaman kuno ini mereka tidak mengerti bahasa yang sering ia gunakan setiap hari


"hmm, maksudnya baiklah. sudaah yah aku pergi dulu dah" ucap Amora dan pergi melalui tembok karena tidak ingin ada yang tau dia pergi

__ADS_1


...****************...


lanjut lagi episode tiga nanti bye, see you


__ADS_2