Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 53


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi hari Amora sedang merawat kaisar Wei. yah kali ini Amora tidak sedingin dulu, sekarang malah terlihat sangat hangat dan lembut pada kaisar Wei. melihat itu kaisar Wei sangat tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil dari putrinya ini. ia sangat berterimakasih pada Tuhan yang mau memberikan nya kesempatan untuk dapat dekat dan membangun hubungan yang seharusnya.


"terimakasih" ucap kaisar Wei selalu kata itu yang keluar dari mulutnya dan tak pernah berhenti.


"untuk?" tanya Amora


"terimakasih karena sudah memberikan ku kesempatan" ucap kaisar Wei menatap dalam manik dulu nya tajam kini berubah hangat


"yah aku juga berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan ku hidup sampai saat ini dan mengajarkan ku kehidupan di dunia yang tidak semuanya tentang kebahagiaan ataupun kesedihan" ucap Amora yang membantu kaisar Wei untuk duduk


saat ini kaisar Wei memang masih sakit dan wajahnya juga masih pucat walau tidak se-pucat kemarin.


"sekarang ayah harus makan dulu agar nutrisi untuk ayah terpenuhi lalu minum obat, kemudian istirahat agar ayah cepat pulih. bukankah ayah bilang akan melakukan apa saja asal aku memaafkan ayah?" ucap Amora sambil menyuapi kaisar Wei, kaisar Wei menjawab dengan anggukan kepala dengan mulut yang sedang mengunyah makanan.


"maka dari itu aku ingin ayah cepat sembuh dan kita bisa terus bersama setidaknya ayah harus melihat putri ayah yang lemah ini membanggakan ayah" ucap Amora lagi-lagi membuat kaisar Wei tersentuh

__ADS_1


"ayah pasti akan sembuh" ucap kaisar Wei walau terlihat masih lemah.


"pasti. aku yakin ayah pasti bisa" ucap Amora yang menyemangati kaisar Wei untuk segera sembuh. mereka pun terus mengobrol menciptakan suasana hangat dan nyaman.


di sela-sela obrolan mereka yang hangat itu. tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar yang menandakan ada orang lain di luar.


tok ... tok ... tok


Amora pun berdiri setelah membantu kaisar Wei minum obat terakhir. dengan langkah pelan Amora membuka pintu nya perlahan. dan yang datang bukan hanya satu orang melainkan dua orang bersaudara. yang memiliki ciri-ciri yang serupa.


"ada apa?" tanya Amora pada ke-dua pria di depannya ini.


"baiklah silahkan" ucap Amora lalu membuka pintu dan mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam kediaman nya.


mereka bertiga duduk berhadap-hadapan di samping tempat tidur kaisar Wei berada. awalnya putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian sedikit ragu untuk mencoba berbicara. namun Amora langsung mengerti dan berbicara duluan memulai topik untuk obrolan mereka. mungkin saat ini Amora sudah bisa memaafkan mereka dan dekat lagi. selain karena berusaha menjalin hubungan lagi Amora juga ingin menggali informasi yang belum ia ketahui.


"oh iya. ayah apa ayah pernah mempunyai hubungan dengan gubernur Qian lu selama ini?" tanya Amora mungkin dengan begini ia bisa tahu apa saja yang terlewat dari penglihatan nya.

__ADS_1


mendengar hal itu kaisar Wei, putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian tersentak kaget membuat Amora semakin yakin bahwa ada sesuatu. mereka bertiga saling menatap mengisyaratkan apa mereka harus memberitahu kan nya kepada Amora atau tidak.


"sebelum ayah menjawab pertanyaan mu. ayah ingin bertanya kenapa kau menanyakan hal itu pada ayah?" tanya kaisar Wei mungkin saja dengan ini ia tahu maksud lain dari Amora.


"tidak hanya saja aku merasa gubernur Qian lu agak berbeda dari bangsawan lainnya di kekaisaran selatan" ucap Amora, memang benar menurut bawahannya gubernur Qian lu seperti dijauhi oleh masyarakat kekaisaran selatan apalagi letak kediaman nya agak jauh dari pemukiman. sangat aneh untuk seorang gubernur.


kaisar Wei menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab. "gubernur Qian lu adalah kerabat jauh ibumu. namun ia tidak di sukai banyak orang karena dirinya dulu pernah mencoba untuk menggugurkan kandungan ibumu yang saat itu tengah mengandung putra mahkota Marchelino bahkan beberapa kali mencoba membunuhnya. dari awal ibumu selalu menderita karenanya. itulah alasan mengapa ia di benci orang-orang" ucap kaisar Wei yang menatap langit-langit. hanya itu yang bisa ia ceritakan kali ini.


"lalu mengapa ia dijadikan gubernur wilayah terbesar di antara yang lainnya?" tanya Amora lagi.


"saat itu masyarakat kekaisaran selatan tidak tahu dan karena dulu mereka menganggap gubernur Qian lu adalah seorang pemimpin yang hebat membuat mereka menginginkan posisi nya di ganti menjadi gubernur" ucap putra mahkota Marchelino menjawab pertanyaan Amora.


"apa ayah dan kakak tidak memiliki hubungan yang baik dengan gubernur Qian lu?" ucap Amora.


ia mencoba menggali informasi lagi namun tetap harus terlihat tidak mencurigakan dengan sesekali membahas hal lain yang menarik membuat kaisar Wei, putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian tidak menaruh curiga apapun dan percaya bahwa Amora hanya penasaran saja


...****************...

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2