
jangan bicara sembarangan?! istri ku meninggal karena mu?! jangan menyalahkan orang lain?! kau membuat istri ku pergi hanya karena kau bukan karena dia?!" bentak kaisar Wei dengan amarah nya.
Amora mematung di depan pintu mata nya berkaca-kaca dan hati nya sakit mendengar ucapan kaisar mungkin ini adalah rasa sakit yang di rasakan putri Moralysya selama ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
melihat itu diam-diam selir Riu dan putri Raina tersenyum penuh kemenangan sedangkan pangeran yang lain hanya bisa diam karena jika ada yang membuat kesalahan saat ini kurang tepat.
huh Amora menstabilkan jantung nya mengembalikan ekspresi nya seperti tadi lalu sedikit tertawa orang-orang yang melihat nya kebingungan dan berfikir bahwa gadis ini gila? bagaiman tidak dia masih sempat tertawa saat situasi nya sedang buruk.
"haduh, aku heran orang-orang menyebut mu kaisar bijaksana, baik, tegas, pintar dan berwibawa. sungguh apakah saat ini pantas kau di sebut seperti itu? bijaksana? kau selalu mengambil keputusan sendiri dan menyimpulkan nya hanya mencari kebenaran dari satu pihak ntah benar atau salah? baik? bahkan binatang buas yang hidup nya bebas di alam liar pun tetap melindungi anak nya darah daging nya lalu apa ini kau bahkan lebih buruk dari binatang! tegas? kau hanya bisa mengambil keputusan tanpa ada nya bukti dan penjelasan dari kedua pihak! lalu apa lagi jika Ibunda tau kelakuan mu yang seperti ini dia pasti akan marah dan sedih anak perempuan nya yang ia lahirkan dengan susah payah sampai mengorbankan nyawa nya agar anak nya dapat tetap hidup dan melihat dunia malah di abaikan dan tidak pernah mendapat kasih sayang dari kakak dan ayah nya. membiarkan nya hidup sendiri di tempat yang jauh dan selalu merasa dia seperti gadis yatim piatu dan tidak memiliki saudara. bahkan setiap hari dia mendapat luka karena tindakan seseorang sungguh menyedihkan bukan di perlakukan seperti pelayan dan di beri makan-makanan tidak layak bahkan aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu" ucap Amora panjang lebar mengeluarkan sebagian isi hati nya dan saat berbalik untuk pergi dia menitikan air mata nya.
semua terdiam dan mencerna semua ucapan Amora kaisar dan para pangeran merasa bersalah karena salah mengambil tindakan selama ini seharusnya .... seharusnya mereka selalu ada untuk putri Moralysya menemani nya bukan malah di abaikan di kedua belakang namun semua itu terlambat mereka tidak tau bahwa putri Moralysya sudah tenang di alam sana bersama ibunda nya. sedangkan selir Riu dan putri Raina mematung rencana mereka untuk memberikan Amora pelajaran tidak berhasil!
"putri" gumam kaisar pelan. bahkan sangat pelan namun itu masih dapat terdengar jelas karena keheningan yang terjadi dan itu membuat Amora memberhentikan langkah nya namun tidak berbalik lalu ia berkata
__ADS_1
"putri mu itu sudah mati yang mulia kau adalah ayah terbodoh di dunia membiarkan putri mu hidup dengan penuh siksaan dan tanpa niat untuk membantu dan menolong nya kau sangat terlambat untuk semua nya!" ucap Amora dengan nada tegas dan ekspresi dingin lalu berjalan meninggalkan semua nya.
walau hati nya sedikit sesak karena mungkin dia sedikit merasakan apa yang di rasakan putri Moralysya yang selalu di anggap pembunuh permaisuri padahal dia hanya seorang bayi yang tak berdosa namun harus di perlakukan begitu buruk bahkan dia sama sekali belum merasakan kasih sayang seorang ibu selama ini lalu mengapa dia yang di salahkan? jika begini bukan kah lebih baik dia tidak lahir saja karena kelahiran nya malah membuat ia hidup begitu buruk.
......................
matahari sudah ada tepat di atas kepala arti nya ini sudah siang. saat ini Amora sedang beradaptasi di ruang pribadi nya yang terletak di markas White Fox setelah kejadian tadi pagi membuat mood nya menjadi buruk jadi dia pergi saja dari situ dan membawa Weiwei bersama nya untuk melatih kemampuan nya walau keahlian nya dalam ilmu seni bela diri juga terbawa dalam zaman kuno ini namun dengan tubuh nya yang sedikit kecil membuat dia harus terbiasa dengan tubuh barunya namun semua nya berjalan dengan cepat. dia bahkan hampir lupa jika sudah hampir satu bulan di sini dia sedikit rindu dengan kehidupan nya di masa depan.
"nona!!" ucap Weiwei mengagetkan lamunan Amora
"hmm, ada apa?" ucap Amora sambil melihat ke arah jendela.
"ah, iya aku lupa menyiapkan hadiah untuk nya" ucap Amora sambil menepuk jidatnya karena tidak mungkin di saat pesta berlangsung ia tidak membawa hadiah dan mempermalukan diri nya nanti.
"Alex ... Alex ... kau dimana ?!" ucap Amora dengan sedikit berteriak.
__ADS_1
"iya Queen, ada yang bisa saya bantu?" ucap Alex
"apakah ada senjata yang sedikit mencolok untuk ulang tahun kaisar besok?" tanya Amora ia berniat memberikan salah satu pedang yang ia punya .
"ada beberapa Queen anda bisa melihat dan memilih nya yang menurut mu cocok" ucap Alex
"baiklah antarkan aku ke sana" ucap Amora
setelah itu Alex pun berjalan ke tempat persenjataan di susul oleh Amora dan Weiwei yang berjalan di belakang nya. yah, Amora membuat satu ruangan besar untuk senjata nya dia bahkan membuat pistol, sniper, bom dan senjata lain yang biasa ia buat di masa depan. saat sudah sampai Amora mengedarkan pandangan nya untuk mencoba mencari senjata yang cocok untuk di jadikan hadiah sebenar nya ia tidak ingin merepotkan diri untuk hal hal yang tidak penting seperti ini namun karena sekarang dunia nya berbeda maka ia harus mengubah beberapa kebiasaan nya. sudah dapat! ia memilih pedang berwarna biru muda yang tipis dan sangat tajam Amora menguji coba apakah bisa atau tidak setelah ia membungkus nya agar terlihat menarik supaya dapat mengalahkan selir Riu dan anak nya putri Raina agar ia tidak di permalukan oleh kedua nya.
"baiklah karena urusan ku sudah selesai kita akan pergi hati juga semakin gelap. seperti nya sudah mau malam" ucap Amora
"baik nona Weiwei akan terus mengikuti nona kemanapun itu" ucap Weiwei
"baiklah Alex aku percayakan semua nya pada mu " ucap Amora dengan sedikit menepuk bahu Alex.
__ADS_1
"itu sudah kewajiban ku Queen" ucap Alex dengan sedikit tersenyum.
kemudian Amora dan Weiwei pun langsung pergi meninggalkan markas White Fox tetapi saat melewati pasar Amora menyempatkan diri untuk membeli pakaian yang cocok untuk hari esok dan membelikan juga pakaian untuk Weiwei karena dia selalu menolak saat Amora memintanya untuk memakai nya dengan alasan 'itu terlalu mewah untuk ku aku hanya pelayan biasa' yah begitulah.