
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Amora menepuk tangannya dua kali
Prok ... Prok
"berikan semuanya kepada yang mulia kaisar" ucap Amora.
kemudian tak lama datang beberapa orang berbaju hitam dengan topeng rubah putih di kepalanya dengan beberapa barang yang di bawa. membuat yang lain terheran-heran sekaligus penasaran apa yang di siapkan orang-orang itu. dan apa hubungan putri mahkota Mora dengan orang-orang anggota kelompok White Fox.
kaisar Wei pun menerima barang-barang dari orang-orang tersebut kemudian membukanya. banyak ekspresi yang di tunjukkan oleh kaisar Wei dan yang paling mendominasi dari semua ekspresi adalah ekspresi marah dan sedih dalam waktu bersamaan.
"SELIR RIU?!! apa maksudnya ini semua?!!" kaisar Wei melemparkan isi kotak yang di pegang nya dengan wajah merah penuh amarah ke wajah selir Riu, menciptakan sedikit rasa sakit pada wajahnya.
selir Riu yang tersadar dari keterkejutan nya langsung mengambil isi kotak yang di lemparkan ke arahnya. mata nya membulat sempurna menampilkan tatapan terkejut dan takut, tangannya gemetar.
__ADS_1
"i-ini tidak mungkin" gugup selir Riu ia bingung bagaimana cara menjelaskan ini semua, dan bingung juga bagaimana bisa putri mahkota Mora mendapatkan ini semua.
"apa yang tidak mungkin? di sana sudah jelas dan rinci mengatakan bahwa kau dalang dari semua nya?!!" sentak kaisar Wei masih dengan nafas memburu dan wajah penuh amarah.
para bangsawan, pelayan, dan pengawal penasaran apa yang terjadi sebenarnya dan apa isi kotak yang membuat kaisar Wei tampak sangat marah dan murka.
"i-ini ha-hanya fitnah yang mulia" elak selir Riu yang masih dengan nada takut dan tubuh yang gemetar.
"kau masih tetap tidak mengakuinya selir Riu. di sana bukti-bukti nya sudah terlihat jelas dan sudah menjelaskan bahwa kau penjahat sebenarnya. kau dalang dari semuanya?!!" sentak kaisar Wei lagi dan semakin maju mencengkram kuat dagu selir Riu sampai membuat nya meringis kesakitan pada bagian bawah dagu nya.
"kau akan di hukum seberat-berat nya. dan tak akan pernah ku biarkan kau lolos!!" tekan kaisar Wei
masih dengan wajah yang merah padam penuh amarah seakan-akan tatapan nya mampu menghancurkan seseorang. baru kali ini semuanya melihat kemarahan kaisar Wei yang sangat besar, sehingga menambah penasaran banyak orang yang menyaksikan kejadian ini.
putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian yang ikut penasaran langsung mengambil beberapa barang dari kotak itu dan terkejut melihat isi nya dan ikut merasakan amarah yang luar biasa dalam diri mereka.
__ADS_1
"penjaga bawa selir Riu dan Putri Raina untuk mendapat kan hukuman mati"
"eits, tunggu dulu seperti nya kalian tidak melihat dan membaca semua isi nya sehingga kalian melewatkan satu hal yang penting" ucap Amora kembali berdiri dan menghampiri ke-tiga orang yang sedang di selimuti api amarah dan kekecewaan. lalu Amora mengambil kotak tersebut dan merubah tampilan kotak sehingga ada satu benda yang terselip di dalam kotak yang sudah di ubah bentuknya.
"periksa ini secara baik-baik dan pahami maksud dari itu" Amora memberikan benda itu pada kaisar Wei. dan langsung di turuti kaisar Wei walaupun sebenarnya dia sedang sangat murka pada Selir Riu dan Putri Raina.
beberapa saat kemudian kaisar Wei kembali namun tidak terjadi apa-apa. Amora yang sudah melihat kaisar Wei kembali ke tempatnya mengeluarkan tombol dari sakunya dan menekan tombol itu dengan mengarahkan nya ke arah tirai putih besar di dinding ruangan itu.
Muncul lah sebuah video yang menampilkan banyak gambar-gambar yang membuat semua orang terkejut dan tidak menyangka. Belum lagi rekaman suara yang sangat jelas di dengar semua orang yang menjelaskan arti dari gambar-gambar tersebut menambah rasa terkejut. Pria setengah abad yang berpenampilan paling tertutup dan duduk paling ujung pojok ruangan ketakutan melihat ini. Ia melihat sekeliling yang sedang fokus melihat layar besar itu berfikir bahwa ia mempunyai kesempatan kabur. Tanpa pikir panjang lagi ia langsung melesat namun sebelum berjarak 5 meter dari tempatnya tadi tangan nya sudah di cekal dan jalan nya sudah di hadang.
Kini orang-orang langsung memfokuskan diri mereka lagi ke arah pria tersebut dan berbisik-bisik satu dengan yang lainnya. Pria itu di seret oleh orang-orang yang menghadang nya ke arah tempat hukuman bersamaan dengan Selir Riu dan Putri Raina.
Ke-tiga orang tersebut terus meronta-ronta minta di bebaskan dan menganggap bahwa diri nya tidak memiliki kesalahan.
...****************...
__ADS_1
_To Be Continued_