
"huh! sungguh melelahkan disini aku sendirian tak punya apa-apa semua nya aku lakukan harus dengan usaha ku sendiri" ucap Amora dengan memejamkan mata nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kemudian Amora pun merebahkan tubuh nya di ranjang milik nya setelah membersihkan diri di kehidupan sebelum nya Amora jarang melakukan aktivitas fisik seperti ini karena biasa nya ia hanya duduk akan ke perusahaan nya dan menyelesaikan pekerjaan nya. aktivitas fisik yang Amora lakukan hanya olahraga dan menjalankan misi. selebihnya ia hanya bersantai.
PAGI PUN DATANG. Amora mengerjapkan mata nya menyesuaikan cahaya yang masuk ia melihat matahari hari ini sangat cerah dan menembus jendela kamar Amora. "eugh" Amora menggeliat ia sebenar nya masih mengantuk namun jika sudah bangun ia tak bisa tidur lagi akhirnya ia pun turun dari ranjang dan membersihkan diri nya.
saat selesai mandi Amora melihat Weiwei yang baru datang.
"nona kau sudah bangun? maafkan aku karena telat datang dan membangun kan nona" ucap Weiwei menunduk memperlihatkan wajah bersalah.
"sudah lah lagipula hati ini aku sedang ingin bangun pagi jadi bangun sendiri. lagipula hanya masalah sepele kenapa kau merasa bersalah seperti itu" ucap Amora membuat Weiwei menatap Amora dengan senang. ia sangat senang karena Amora sudah tidak seperti dulu yang pendiam dan menutup diri. ia berharap semoga Amora tidak berubah.
"sekarang kau siapkan saja aku makanan 2 aku sedang sibuk untuk memasak" ucap Amora dan melihat beberapa berkas yang agak menumpuk dan harus segera diselesaikan.
"baik nona" kemudian Weiwei pun pergi.
__ADS_1
'baik setelah menyelesaikan pekerjaan ini aku langsung menemui. Alex aku ingin tau sejauh mana bukti yang ia dapat kan' batin Amora tak lama Weiwei pun datang membawa nampan di tangan nya yang terdapat 2 porsi makanan.
"ini makanannya nona" ucap Weiwei
"sekarang kau duduk dan ikut aku makan"
"tap-"
"bisakah kau menuruti keinginan ku tanpa membantah" ucap Amora memotong ucapan Weiwei dengan cepat
"setelah ini kau ikut dengan ku ke markas lagi ada tugas yang ingin aku berikan kepada mu"
ucap Amora
"tugas apa itu nona?" tanya Weiwei
"nanti akan aku jelaskan sedikit rumit namun kau tidak sendiri melainkan bersama seseorang yang selalu kau pikirkan" jawab Amora
__ADS_1
jawaban itu membuat Weiwei terus memikirkan tugas apa yang di maksud Amora selama perjalanan mereka. mereka pergi memakai kuda saja karena Amora ingin merasakan angin pagi yang cerah hari ini. seseorang yang selalu ia pikirkan? siapa? dia terus memikirkan seseorang yang di maksud Amora tiba-tiba ia mengingat seorang lelaki yang ia sukai membuat nya bersemu. wajah malu-malu Weiwei dapat terlihat oleh Amora sehingga ia berkata
"meskipun begitu kau harus fokus akan tugas itu jangan fokus pada lelaki itu karena ini akan beresiko pada aku, dia dan dirimu sendiri" ucap Amora mendengar itu Weiwei pun menormalkan raut wajah nya.
"ba-baik nona" ia sekarang menjadi lebih malu karena wajahnya yang malu-malu di lihat Amora.
akhirnya mereka berdua pun sampai di gerbang markas. melihat siapa uang datang para penjaga yang bertugas menjaga gerbang bagian depan pun langsung membukakan nya. kemudian Amora pun masuk dan turun dari kudanya lalu berjalan menuju ruang pribadi nya yang di susul Weiwei. jalan yang mereka lalui adalah jalan utama sehingga dapat melihat aktivitas-aktivitas para anggota White Fox. Amora berhenti di depan pintu dan menatap dua orang penjaga yang tengah menjaga ruangan nya ia meminta mereka untuk memanggil Alex.
"kau duduk lah dulu aku ingin memeriksa berkas-berkas ini terlebih dahulu" ucap Amora yang duduk di meja kerja nya dan memeriksa laporan-laporan yang terkumpul semua nya masih aman meskipun banyak orang yang ingin mengetahui identitas ketua dari white fox. tak lama Alex pun datang.
"kenapa Queen memanggil ku?"
"tidak aku hanya ingin bertanya lagi sudah sejauh mana kau mendapatkan nya?" tanya Amora
"A .. soal itu aku baru mendapatkan bukti perselingkuhan nya" ucap Alex
"lalu tentang pembunuhan nya bagaimana?"
__ADS_1