
PAGI HARI
seperti biasa Amora selalu bangun pagi dan berolahraga. lalu mandi dan bersiap untuk sarapan, seperti biasa juga ia sarapan bersama Weiwei dan memasak nya sendiri. ketika sudah selesai dengan sarapan pagi nya Amora kedatangan ksatria Bernard di kediaman nya.
"permisi. maaf nona saya di perintahkan yang mulia kaisar untuk menjemput mu dan membicarakan tentang kejadian kemarin"
.
.
.
"oh baiklah. sebentar" ucap Amora. ia menaruh beberapa barang kecil di saku nya mungkin nanti dia akan membutuhkan nya.
"baiklah aku sudah siap" ucap Amora
kemudian ksatria Bernard pun langsung berjalan dengan di ikuti Amora. di perjalanan menuju tempat kerja kaisar Wei semua yang melihat entah pelayan atau penjaga langsung berbisik-bisik. Amora tahu mereka membisikan apa namun ia pura-pura tidak mendengar dan peduli.
__ADS_1
langkah kaki ksatria Barnard pun berhenti di depan pintu besar dengan ukiran naga emas yang menakjubkan, dengan dua penjaga yang menjaga siapa saja yang masuk di depan pintu tersebut. setelah berbicara sedikit dengan penjaga tersebut ksatria Barnard pun di perbolehkan untuk masuk. sebelum masuk ia mengetuk pintu nya terlebih dahulu.
tok tok tok
"permisi yang mulia saya ksatria Barnard membawa Amora ke hadapan anda" ucap ksatria Barnard.
"masuk" ucap kaisar Wei
setelah mendapat kan izin dari kaisar Wei ksatria Barnard pun masuk dan menyuruh Amora untuk mengikuti nya ke dalam. ksatria Barnard juga merasa aneh dengan sikap Amora yang santai biasa nya saat Amora di panggil ke ruang kerja kaisar Wei dia pasti menunduk takut.
"kenapa?" tanya Amora yang merasa ia di perhatikan oleh ksatria Barnard. namun tak di hiraukan oleh ksatria Barnard.
"alasan melakukan apa? aku saja tidak tau apa yang terjadi kemarin. jika kau bertanya aku takut atau tidak, tentu saja jawabannya tidak. karena aku tidak mungkin takut akan hukuman sebesar apapun itu. dan jika kau merasa lelah kenapa harus menghukumku?" ucap Amora menjawab semua pertanyaan kaisar Wei.
"apa maksud mu tidak mengetahui apapun? kau telah melukai selir Riu dan putri Raina sehingga mereka mendapatkan luka-luka dan harus beristirahat beberapa hari" ucap kaisar Wei
"jika aku melakukan nya, aku ingin bertanya. di mana aku melukai mereka berdua? kapan tepat nya aku melukai mereka berdua? dan siapa saja yang melihat kejadian kemarin saat aku melukai mereka?" tanya Amora. lalu kaisar Wei dan ksatria Barnard pun terdiam mereka melupakan hal itu. mereka berdua tidak tau harus menjawab apa karena lupa akan hal itu.
__ADS_1
"tidak bisa menjawab kan? jika ingin menghukum seseorang kau harus mempunyai bukti dan saksi agar dapat mengetahui hukuman apa yang akan di berikan, dan dengan penjelasan yang akurat. sedangkan kalian malah langsung ingin menghukum dan mengeksekusi ku begitu saja. bahkan penjelasan dari kalian pun tidak dapat memberitahu ku dengan jelas apa kesalahanku sehingga mendapat hukuman. apa kah ini yang di sebut keadilan. kupikir mereka benar dengan menyebut yang mulia kaisar adalah raja yang adil." ucap Amora lagi lagi membuat mereka terdiam akan hal itu.
"baiklah kalau begitu panggil mereka berdua kemari untuk menjelaskan bagaimana kejadian tersebut" ucap Kaisar Wei kepada ksatria Barnard.
" baik yang mulia" ucap ksatria Barnard langsung hormat dan pergi untuk memanggil selir Riu dan putri Raina.
"apa kau tidak ingin mempersilahkan aku duduk dan membiarkan ku berdiri begini saja?" ucap Amora. dan kemudian kaisar Wei pun langsung mempersilahkan Amora untuk duduk.
kemudian Amora pun langsung duduk dan mengeluarkan handphone yang ia buat sendiri yang dapat berguna untuk mencek data dan informasi sehingga dapat lebih mudah. dan alat komunikasi jarak jauh sehingga dapat berkomunikasi dengan orang yang ingin kita hubungi. sama seperti komputer yang ia buat handphone ini juga menggunakan sumber energi cahaya matahari jadi mudah untuk mengisi daya pada handphone tersebut. do sana juga ia membuat beberapa game offline sehingga saat ia bosan ia dapat bermain game. Amora membuat 3 handphone untuk ia sendiri, Weiwei, dan Alex.
"apa yang kau keluarkan?" tanya kaisar Wei
"hanya alat yang aku buat sendiri" jawab Amora yang fokus memainkan game nya.
"apa fungsi alat itu?" ucap kaisar Wei
"untuk bermain, menghasilkan gambar dan bisa juga untuk membuktikan sebuah kebenaran." jawab Amora
__ADS_1
"benarkah? lalu untuk apa kau membawa nya kemari?" ucap kaisar Wei dengan tanda tanya.
"mungkin aku akan membutuhkan nya untuk membuat ku lebih nyaman karena di sini sangat menyebalkan"