Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
I always for you


__ADS_3

Sebulan setelah Roby sadar dari komanya, Jenni masih tetap sabar menjaga dan merawat orang yang paling dia sayangi saat ini.


Jenni berusaha untuk memperbaiki hubungannya yang sempat merenggang dengan anak sulungnya itu, Jenni tidak pernah menyerah meskipun berkali-kali Roby menolak perhatian yang diberikan oleh mommy Jenni.


Jenni tau, Roby bersikap seperti itu karena Roby tidak mau membuat dirinya repot. Jadi Jenni tidak menanggapi semua ucapan Roby yang terdengar ketus namun tersimpan rasa sayang yang amat dalam.


Kini Roby hampir menyelesaikan masa pemulihan dan terapinya pasca operasi, Roby sudah sangat tidak sabar untuk segera ke Indonesia untuk mencari keberadaan Rena.


Begitu dia terbangun dari komanya, Roby sempat membaca semua pesan dan panggilan di dalam ponselnya. Roby sangat terkejut begitu membaca pesan yang dikirimkan oleh Asgar 3 bulan yang lalu.


Roby begitu khawatir dengan keadaan Rena yang tengah mengandung dan dia meyakini bahwa anak yang dikandung oleh Rena adalah anaknya.


Ingin sekali Roby langsung pergi kesana mencari Rena, namun saat itu kondisinya masih belum memungkinkan untuk dia pergi.


"Son."


"Hm."


"Apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Jenni perhatian.


"Tidak ada, kapan aku bisa keluar dari rumah sakit ini?" jawab Roby ketus.


"Sebentar lagi, kamu bersabar ya."


"Aku sudah sehat, kenapa masih harus menunggu disini?" protes Roby.


"Mom tahu sayang, tapi bersabarlah sedikit lagi. Mommy tahu kamu ingin menemui wanita Asia itu kan, mommy juga tidak sabar ingin melihat cucu mommy." jawab Jenni dengan mata berbinar.


"Mommy tidak keberatan dengan itu!" Roby menatap Jenni dengan tidak percaya.


"Kenapa harus keberatan!, mommy justru senang dengan adanya mereka. Mommy jadi tidak akan kesepian lagi."


"Makasih mom." Roby tersenyum senang, tapi kemudian dia kembali murung.


"Kenapa son?" tanya Jenni yang melihat perubahan raut wajah Roby.


"Tapi sepertinya mommy harus lebih bersabar, karena sekarang dia pergi dan aku tidak tahu dia kemana?." Roby terlihat sedih saat mengatakan itu.


"Kenapa dia harus pergi?"


"Sebelum berangkat kesini, kami sedang ada masalah. Dan karena masalah itu, akhirnya aku membuat kesalahan dengan membuatnya hamil. Aku yakin saat ini dia pasti kecewa, karena disaat dia membutuhkan kasih sayang tapi aku malah tidak bersamanya." Roby tertunduk lesu.


"Apa itu ada hubungannya dengan Gaby?" tanya Jenni menyelidik.


"Dari mana mommy tahu?" Roby kaget mendengar ucapan Jenni.


"Dengar son, mommy ini wanita. Sebagai sesama wanita, mommy bisa bisa merasakan kalau sebenarnya Gaby mempunyai maksud tertentu padamu. Mungkin hal itu juga dirasakan oleh kekasihmu Rena." jelas Jenni dengan lembut.


"Aku juga merasakan hal itu, tapi aku belum menemukan bukti. Cuma saat ini aku ingin fokus mencari Rena dulu."


"Baguslah kalau kau tau, mulai sekarang mommy minta kamu jaga jarak dengannya." Nasehat mommy Jenni.


Seketika pintu ruang rawat inap Roby terbuka dan menampilkan Gaby yang membawa sebuah buket yang berisi buah-buahan.

__ADS_1


"Sore Tante. Hai Rob." sapa Gaby dengan tersenyum.


"Sore Gaby." Jenni menjawab dengan datar.


"Bagaimana keadaanmu Roby?" Gaby duduk di tepi ranjang Roby tanpa sungkan.


"Semakin baik." Roby menjawab tanpa menatap Gaby.


"Baguslah, apa kau mau buah?. Kalau mau akan kusiapkan." tawar Gaby.


"Tidak perlu, aku masih kenyang."


"Ok."


"Son, mommy keluar dulu ya ingin membeli sesuatu." ucap Jenni pada Roby.


"Ya, hati-hati mom."


Jennipun keluar dari ruangan itu, sebenarnya Jenni tidak ingin pergi, tapi Jenni sengaja memberikan waktu pada Roby untuk bicara pada Gaby.


Setelah kepergian Jenni, Gaby langsung naik keatas ranjang dan mengecup bibir Roby.


Roby terkejut dengan apa yang diperbuat oleh Gaby, Roby melepaskan Pelukan tangan Gaby yang ada di lehernya.


"Stop Gaby, ini rumah sakit." Roby memperingati Gaby.


"Aku rindu Roby, sudah lama kamu tidak menyentuhku." Gaby mencium pipi Roby.


"Kenapa?"


"Aku hanya tidak mau ada yang melihat ini."


"Tapi kita kan hanya berdua saja."


"Please Gaby. Aku ingin istirahat."


"Tidurlah, aku akan disini menjagamu." Gaby membujuk Roby. Bagaimana pun dia akan tetap berada disana.


"Tidak perlu, lebih baik kau pulang saja. Disini sudah mommy." kilah Roby.


"Sebaiknya Tante saja yang pulang, kasian dia sangat lelah pastinya. Besok dia harus bekerja, jadi sebaiknya Tante yang pulang."


"Jangan membantahku Gaby, Dengarkan aku. Mulai besok kau tidak perlu datang lagi kesini untuk menjenguk."


"Loh kenapa?"


"Aku tidak mau merepotkan mu." kilah Roby.


"Aku senang melakukan ini, jadi aku tidak merasa direpotkan."


"Kau masih banyak pekerjaan kan."


"Tenang saja, aku punya banyak waktu." jawab Gaby masih berusaha menolak permintaan Roby.

__ADS_1


"Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri ini semua, dan aku minta padamu. Jangan temui aku lagi."


"Kenapa begitu?, aku tidak mau." tolak Gaby tegas.


"Aku ingin fokus pada Rena dan anakku." Roby menjelaskan.


"APA?,,, anak. Kamu jangan bergurau Roby." sarkas Gaby.


"Untuk apa aku bergurau, tidak penting." sinis Roby.


"Lalu, apa maksudmu memintaku untuk tidak datang lagi menemuimu?" Gaby meninggikan intonasi bicaranya.


"Karena aku tidak mau berurusan lagi denganmu dan aku juga tidak mau membuat Rena akan salah paham lagi."


"Enak saja, aku tidak mau. Apa kau lupa siapa yang selama ini membantumu untuk menemukan ibumu!" Gaby marah dan tidak terima atas perkataan Roby.


"Aku tidak lupa itu, aku juga berterima kasih atas semua bantuanmu. Tapi kau juga harus ingat, aku sudah memberikan beberapa asetku untukmu sebagai ungkapan rasa terima kasih ku."


"Tidak bisa!!!, kau pikir itu cukup." bentak Gaby.


"Jangan tinggikan suaramu Gaby, lalu apa yang kau mau." Roby geram dengan tingkah Gaby.


"Aku mau kamu cuma milikku, kita akan terus saling menghangatkan satu sama lain. Lagi pula aku yakin, wanita itu hanya pelampiasanmu saja kan. Dan sekarang kau hanya merasa bersalah karena sudah membuatnya hamil." ucap Gaby enteng.


Roby melemparkan nampan yang berisi buah-buahan, dia merasa marah mendengar ucapan Gaby yang merendahkan Rena.


"Berani sekali kau bicara seperti itu, jangan asal bicara. Kau itu tidak tau apa-apa, sekarang keluar dari sini atau aku akan lupa kalau kau pernah menolongku." Roby menatap nyalang Gaby.


"Kau akan menyesali ini semua Roby, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja setelah semuanya." Gaby pergi setelah berkata demikian.


"Siaaaalllll, kenapa aku harus berurusan dengan wanita seperti dia." Roby memejamkan matanya untuk menghilangkan emosinya.


Tiba-tiba dia teringat dengan pertengkaran terakhir kali antara dirinya dan Rena, yang mengakibatkan Roby kehilangan kendali atas dirinya dan menyakiti Rena.


"Rena maafkan aku, aku janji setelah aku keluar dari rumah sakit, aku akan menjemputmu sayang. I ALWAYS FOR YOU BABY."


......................


......................


......................


Like like like like like


Komen komen komen komen


Vote vote vote vote vote


Hadiah hadiah hadiah hadiah


Next


👏👏👏👏👏

__ADS_1


__ADS_2