
Setelah selesai mengompres memar dan membalurkan sedikit minyak urut pada punggung Boy, Resti meninggalkan Boy bersama dengan Bu Lastri yang menemani disana. Sedangkan dia menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian dan beristirahat sejenak.
"Nama kamu siapa ya?" tanya Bu Lastri yang sedari tadi memperhatikan wajah Boy yang dirasa tidak asing.
"Saya Boy bu."
"Kamu siapanya Resti?"
"Saya temannya."
"Tapi kok dia panggil kamu om sih?."
"Saya juga gak tau, padahal saya belum tua kan. Nikah aja belum."
"Iya ya, kenapa dia manggil kamu om. Padahal kamu masih muda, masih ganteng, belum nikah pula, pokoknya masih fresh lah." Lastri menjeda ucapannya sesaat "Tapi kayanya saya pernah liat kamu dimana ya?" Lastri mencoba mengingat.
"Masa sih Bu!!"
"Ah iya, saya ingat. Kamu yang di taman waktu itu kan!!, yang nabrak saya pas saya lupa jalan." ucap Lastri bersemangat setelah berhasil mengingat.
"Ohhh, jadi ibu yang saya tabrak kemarin. Maaf Bu saya gak ingat, soalnya saya lagi banyak kerjaan jadi gak fokus." Boy juga baru teringat akan kejadian di taman waktu itu.
"Iya gak papa."
Tak lama kemudian, Resti datang dengan sudah berganti pakaian.
"Om udah mendingan kan?"
"Lumayan."
"Kalau gitu udah bisa pulang kan!!" tanya Resti to the point.
Mendengar ucapan ketus Resti, Lastri langsung menyela pembicaraan itu. "Aduh neng, jangan gitu atuh. Ajak makan siang dulu, nak Boy pasti belum makan siang kan!!"
Boy mengangguk mantap diiringi senyum tipis ke arah Resti yang sudah tampak jengah melihat Boy ada disana.
"Makan dulu yuk, neng bantu nak Boy ke meja makan."
"Ih manja!, dia bisa jalan sendiri kok."
"Ngilu Res." bohong Boy mencari simpati Resti.
"Neng, ulah kitu atuh." (Neng, jangan gitu dong.) tegur Bu Lastri.
Dengan memasang wajah cemberut, Resti memapah tubuh besar Boy ke meja makan. "Badan doang gede, kena begini aja udah ngeluh mulu." cibir Resti seraya memapah Boy.
__ADS_1
"Kamu kalau lagi ngomel, makin bikin aku gemes tau gak!!. Sayangnya ada ibu kamu, kalau gak udah aku bungkem itu bibir pake bibir aku." jawab Boy berbisik yang ditanggapi dengan tatapan mata yang tajam dan melotot.
Resti mengambilkan makanan untuk Boy beserta minumnya.
"Inget ya, abis makan terus pulang. Nih makan!!.
"Makasih calon istriku." ucap Boy lirih.
Selama makan, Boy berkali-kali melirik Resti yang makan dengan memasang wajah cemberut dan tampak kesal. Dia menyunggingkan senyum tipis saat menyadari bahwa, biarpun dengan raut wajah masam dan bibir yang ketus. Tapi Resti tetap merawatnya seperti seorang istri pada suaminya.
Setelah selesai makan, Resti mengantarkan Boy pulang ke rumah sewanya selama dia tinggal di daerah S.
Awalnya Resti menolak untuk mengantarkan Boy, namun Lastri lagi-lagi memaksanya untuk menemani Boy hingga tiba di rumahnya dengan selamat.
Bu Lastri mengatakan pada Resti bahwa dia harus berterima kasih pada pria itu, karena Boy sudah menolong sang ibu saat di taman itu. Resti juga mengakui bahwa Boy juga memang sudah berkali-kali menolongnya.
Akhirnya Resti mengantarkan Boy pulang dengan memesan taksi online, sedangkan mobilnya dibawa oleh salah satu pegawainya yang dia hubungi tadi.
Sejak di mobil hingga tiba di tempat, Boy terus bergelayut manja bak anak koala yang menempel di batang pohon.
"Udah sampai kan, kalau gitu saya pulang dulu ya."pamit Resti.
"Tunggu."
"Apa lagi?" jawabnya malas.
"Om, jangan main-main sama saya ya. Saya tau om cuma pura-pura kan!!"
"Enggak Res, ini beneran sakit loh. Kamu tega banget sih, kalau aku bisa aku gak akan minta bantuan kamu kok." Boy berucap sendu dan memasang wajah mengiba.
Resti menghembuskan nafas kasar, bagaimanapun dia juga tidak tega melihat keadaan Boy saat ini karena menolong dirinya.
"Ok." Resti melangkah kembali menghampiri Boy dan membawa Boy ke kamar. Setelah itu dia melangkah menuju ke lemari pakaian untuk mengambil baju untuk ganti Boy.
Resti membuka kemeja yang tadi dia pakaian secara asal saat dirumah, lalu dia mulai membantu memasangkan pakaian yang lain untuk Boy.
"Maaf ya, soal sikapku yang tadi. Aku benar-benar gak suka liat kamu deket sama cowok lain."
"Udahlah om gak usah dibahas, aku lagi malas."
"Bisa gak, kamu jangan panggil om."
Resti mengerutkan keningnya "Kenapa?"
"Aku itu seumuran sama Roby, kamu panggil dia kak tapi panggil aku om." protesnya.
__ADS_1
"Ya udah." Resti menjawab asal karena dia sedang malas bicara.
"Aku boleh tanya sesuatu gak?"
"Apa?"
"Kamu udah lama kenal sama Roby?"tanya Boy penasaran.
"Sekitar setahun yang lalu. Emang kenapa sih kayaknya om eh kak Boy kayanya gak suka banget sama kak Roby?. Padahal dia itu baik banget loh, apa kalian ada masalah?" akhirnya Resti mengutarakan rasa penasarannya.
"Enggak ada, cuma dialah orang yang udah ngerebut wanita yang aku suka."
"Berarti kakak masih mengharap sama wanita itu!!"
"Enggak!!, cuma aku takut aja kalau dia juga bakal ngerebut kamu dari aku lagi." jelas Boy menggenggam tangan Resti, dia sangat takut bahwa Roby akan merebut wanita yang dia sukai lagi.
"Ngaco!!, ya gak mungkin lah. Secara kak Roby sekarang udah nikah dan bahagia sama keluarga kecilnya." Resti terkekeh mendengar alasan yang diucapkan oleh Boy.
"Kalau kamu tau dia udah nikah dan bahagia sama keluarganya, kenapa kamu masih mau deket-deket sama dia. Bahkan kamu juga gak marah saat dia usap rambut kamu." Boy menatap sendu Resti.
Resti tertawa terbahak-bahak "Oh, jadi ceritanya kakak cemburu nih sama kak Roby!!. Ya jelaslah aku dekat dan gak marah dia usap rambut aku. Dia itu udah anggep aku kaya adik kandung sendiri, meskipun aku ini cuma adik iparnya."
Boy membelalakkan matanya dan melepaskan genggaman tangannya pada Resti "Apa!!, kamu adik iparnya. Jadi dia nikah sama kakak kamu gitu!!"
"Iya."
"Apa kakak kamu bernama..... Rena Halim.?" tanya Boy terbata.
"Iya."
"What!!" Boy tidak menyangka bahwa gadis yang dia cintai sekarang adalah adik dari wanita yang dulu juga dia cinta. Dia baru tersadar, pantas saja banyak sekali kemiripan antara Rena dan Resti yang dia pikir hanya kebetulan semata.
Melihat keterkejutan yang ditampilkan Boy, membuat Resti menyadari akan sesuatu.
Resti menatap tajam Boy "Jangan-jangan wanita itu adalah..."
...----------------...
...----------------...
Beberapa episode lagi akan tamat guys, jadi jangan kemana-mana dulu ok.
So stay tune right here, don't go anywhere.
Remember like, komen and vote.
__ADS_1
Next
👏👏👏