Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Keputusan


__ADS_3

"Assalamualaikum bu." ucap Boy saat memasuki rumah Bu Lastri yang mendadak menjadi sunyi, tidak seperti biasanya ketika dia datang, Bu Lastri selalu menyapa dengan penuh senyuman dan kehangatan. Namun tidak untuk kali ini.


Boy duduk di bangku yang dimana dihadapannya sudah ada Roby dan Rena yang menunggu dengan tatapan yang berbeda.


Roby memandang Boy dengan tatapan mengintimidasi, sedangkan Rena memandangnya dengan tatapan bersalah dan juga bingung.


Boy hanya tersenyum menanggapi pandangan dari mereka semua, dia tau pasti banyak pikiran dan pertanyaan yang akan terlontar dari mereka semua kepadanya.


Sedangkan Resti hanya bisa terduduk lemas dan tertunduk disamping sang ibu, yang sudah tidak bisa berkata-kata.


"Roby, Rena bagaimana kabar kalian?" tanya Boy memecah keheningan.


Roby menyeringai "Gak perlu basa-basi, sebenarnya niat kamu apa mendekati Resti?." cecar Roby to the point.


"Niatku!!, aku emang punya niat lain mendekati Resti." jawab Boy lugas.


Mendengar jawaban Boy, Resti yang sedari tadi diam seketika mengangkat wajahnya dan memandang tak percaya pada pria yang sudah mengikat hatinya itu. Sedangkan Rena dan Bu Lastri menatap nyalang Boy yang masih bisa tersenyum dihadapan mereka.


"Sudah kuduga!!." Roby menyeringai "Sekarang kalian tau kan siapa Boy, dia pasti mau balas dendam karena kamu lebih memilih aku dari pada dia." ucapnya sambil melirik ke arah Rena sang istri.


"Boy!!, kamu dendam karena masalah itu?. Bukannya kita udah bicarain ini baik-baik dan everything's ok. Tapi kenapa sekarang?" Rena mencecar Boy.


Boy masih terdiam tanpa mau menjawab pertanyaan dari Roby dan Rena.


"Kak Boy!!, jawab. Jangan diam aja, apa benar kamu ada niat lain dekatin aku?" Resti bertanya dengan penuh rasa penasaran.


"Iya, aku emang ada niat lain dekatin kamu." jawab Boy menatap intens ke arah Resti.


"Kak!, tega ya kamu. Aku pikir kamu tulus dekat sama aku, ternyata!!."Resti mengambil nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan ucapannya "Brengsek kamu!!"


"Nak Boy, selama ini ibu sangat menghormati dan menyukai kamu. Karena menurut ibu kamu itu laki-laki yang baik, tapi kenapa nak Boy melakukan ini sama Resti?. Dia gak tau apa-apa, jadi tolong berhenti. Apapun niat nak Boy, tolong sudahi ini." pinta Bu Lastri dengan tulus.


"Aku sudah bilang bukan, dia itu gak sebaik yang kamu pikir sayang." ucap Roby pada Rena seraya menyeringai sambil melirik ke arah Boy.


Boy tersenyum menanggapi semua pertanyaan dari keluarga itu, dia tetap tenang dan santai.


"Apa saya udah boleh ngomong?" tanya Boy saat mereka semua terdiam dan tak bertanya lagi.


"Ngomong aja Boy, bicara sama kami apa tujuan kamu sebenarnya?" Rena menatap Boy sendu. Dia masih tidak percaya bahwa Boy berbuat seperti itu.


"Jujur saja, aku mendekati Resti karena ada tujuan tertentu. Aku mau memberikan dia sedikit pelajaran karena di pertemuan pertama kami dia membuat jasku kotor saat aku mau bertemu dengan klienku.


Saat pertemuan selanjutnya, aku gak sengaja bertemu dengan dia saat dia diganggu oleh seorang pria. Awalnya aku gak mau menolong Resti, tapi entah kenapa aku gak bisa berdiam diri."

__ADS_1


"Kamu diganggu orang!, siapa?" Bu Lastri terkejut dan bertanya pada Resti.


"Eh,,, itu Jagat Bu." jawab Resti sedikit takut, karena selama ini dia tidak pernah bercerita pada sang ibu tentang Jagat yang sebenarnya.


"Jagat!!, apa yang terjadi sama kalian?. Bukannya kalian baik-baik saja?"


"Ceritanya panjang Bu."


"Ok, kita ngomong soal Jagat nanti. Sekarang kita selesaikan masalah ini dulu." sela Rena.


"Jadi setelah itu, kami jadi sering bertemu. Aku juga baru tau, kalau ternyata Resti itu adik kamu." ucap Boy menatap Rena."Awalnya aku pikir Resti itu simpanan Roby."


"WHAT!!" ucap mereka bersamaan.


"Kamu pikir aku cewek murahan gitu!!" Resti menatap nyalang Boy.


"Iya, itu dulu. Sebelum kita ketemu kedua kali, makanya aku ada niat buat ngerjain kamu." Boy menatap Resti dalam, namun Resti membuang wajah dari pandangan Boy.


"Kenapa kamu pikir aku ada main sama Resti, adik iparku sendiri?." tanya Roby.


"Karena aku pernah melihat kalian berdua pergi berdua ke toko buku malam itu."


Rena melihat ke arah Roby yang nampak mencoba mengingat kejadian itu, dia tidak mau istrinya itu salah paham padanya.


"Bisa aku lanjut?" tanya Boy memecah kekakuan antara mereka.


"Silahkan." pinta Bu Lastri.


"Tapi setelah aku banyak bicara sama Resti. Entah kenapa?, aku selalu ingat sama cerewet dan manjanya gadis ini, dan tanpa sadar ternyata aku udah ketergantungan dengan sikap cueknya yang bikin aku inget terus sama dia." Boy menatap Resti yang sama-sama sedang menatapnya. "Sekarang aku punya tujuan lain sama Resti, selain aku mau mendekati dia. Aku juga mau menjadikan dia sebagai pasanganku dan pendampingku, supaya aku bisa mengerjai dia setiap malam, setiap hari, setiap saat dan memberikan hukuman kebahagian sama dia."


"Kamu pikir kami percaya!!" cibir Roby.


"Aku tau, kalian pasti gak akan percaya dengan mudah. Jadi aku punya bukti buat kalian."


"Bukti apa itu nak?" tanya Bu Lastri.


Boy mengeluarkan ponselnya dan menekan sejumlah angka pada layarnya, tak lama setelah itu nampaklah seorang wanita paruh baya di layar ponselnya.


Seorang wanita paruh baya berwajah Asia khas timur tengah, berusia lanjut namun nampak masih cantik dengan rambut hitam, ikal nan panjangnya.


"Assalamualaikum mom."


"Waalaikumsalam, oh my Boy." jawab wanita yang tak lain adalah ibu dari Boy.

__ADS_1


"Dimana Daddy?"


"Daddy sedang rapat di ruang kerjanya, ada apa Boy?. Kamu dimana?, kenapa banyak orang sayang?"


"Boy sedang berada di rumah Resti, dan ini adalah keluarga mereka. Aku mau memperkenalkan mom pada mereka."


"Ah benarkah!!, kebetulan sekali. Baru saja kami membicarakan tentang kalian, kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian. Kami udah gak sabar buat mempunyai menantu imut dan memiliki cucu." ucap ibu dari Boy panjang lebar dengan semangat.


Setelah berbicara panjang lebar dan menjelaskan semua duduk perkara pada keluarga Bu Lastri, mereka mengakhiri pembicaraan telpon itu yang tak terasa hampir memakan waktu 60 menit.


"Bagaimana?, apa kalian masih ragu?. Sekarang ini, aku benar-benar menyayangi Resti dan berniat menjadikan dia istri dan ibu dari keturunanku nanti.


Aku minta maaf pada kalian semua, terutama kamu sayang." Boy menggenggam tangan kiri Resti.


"Aku minta maaf untuk pertemuan awal kita yang gak mengenakan, tapi kini aku yakin bahwa gak ada yang namanya kebetulan. " Boy mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru dari saku celananya dan membukanya, yang ternyata isinya adalah sebuah cincin berlian yang sangat cantik yang memang sudah disiapkan oleh Boy sebelumnya "Will you married me my girl, jadilah teman hidupku, teman senang dan susahku, teman bertengkar disaat aku melakukan kesalahan."


Pinta Boy seraya berjongkok didepan kedua lutut Resti yang terduduk menganga terkejut akan lamaran mendadak dari Boy.


"Nak Boy, kamu sudah yakin?" tanya Bu Lastri memastikan.


"1000% Bu." jawab Boy yakin.


"Basi." cibir Roby yang masih sedikit tidak rela, kalau ternyata dia harus memiliki hubungan keluarga dengan mantan rival cintanya.


Rena mencubit paha Roby pelan "Mulut kamu ya."


"Bagaimana dek?, kamu terima lamaran Boy atau gak?" tanya Rena memastikan.


"Kak.... Boy."


"Yes baby."


"Yes.... I.... Will."


...----------------...


...----------------...


Maaf ya sempat tenggelam, kemarin itu benar-benar down pikiran, badan dan otak juga. Jadi sama sekali gak dapet feel buat nulis.


Terima kasih yang masih setia menunggu. Love U


Next 👏👏👏

__ADS_1


__ADS_2