Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Penyergapan


__ADS_3

Setelah mendapatkan informasi tentang lokasi yang memungkinkan keluarganya di tawan, Roby bersama Asgar dan yang lainnya segera meluncur kesana.


Sedangkan Morens beserta tim yang lain menuju ke tempat yang lain, mereka memang membagi menjadi 2 tim untuk mempersingkat waktu.


Roby dan Asgar tiba di sebuah bangunan yang nampak seperti bekas pabrik tak terpakai, suasana pengap dan lembab begitu kentara sesaat mereka memasuki bangunan tersebut.


Dengan langkah mengendap-endap dan penuh kehati-hatian, mereka menyebar mengedarkan pandangannya guna mencari keberadaan Rena, Kafka dan Jennie.


Roby melihat di dalam sana banyaknya ruangan kecil bersekat, dia mendesah kesal. Dengan begini dia harus menelusuri satu persatu ruangan itu, sedangkan Asgar yang tengah menelusuri bagian belakang menemukan sebuah pintu yang menuju ke sebuah lorong sempit yang panjang dan gelap.


Dengan sedikit ragu-ragu dia memasuki lorong itu, setelah sebelumnya meninggalkan sebuah jejak di luar pintu agar nanti Roby atau salah satu dari mereka dapat menemukan keberadaannya.


Asgar merasa ada sesuatu di dalam lorong ini, Dia mengirimkan pesan kepada Roby sebelumnya, kemudian dia menyalakan vitur lampu penerang pada ponselnya untuk memberikan sedikit pencahayaan di ruangan gelap itu.


Setelah melalui beberapa anak tangga, Asgar melihat seseorang yang merinkuk di lantai dengan tangan dan kaki terikat juga mulut yang di lakban. Di samping itu, dia melihat seseorang yang terbujur kaku di atas ranjang dan tertutup selimut hingga ke area leher.


Asgar mendekati orang itu yang ternyata adalah seorang wanita.


"Siapa dia?. Astaga.... Wanita ini adalah mayat yang diawetkan."


Asgar refleks menjauhi tubuh itu.


Kemudian dia beralih kepada seseorang yang meringkuk di lantai, dia membalik tubuh itu dan memperhatikan dengan seksama.


"Nyonya Jennie."


Asgar menepuk-nepuk pipi Jennie berusaha membangunkannya, setelah beberapa saat akhirnya Jennie sadar dari pingsannya.


"Nak A....Asgar." ucap Jennie lemah.


"Nyonya tidak papa?"


"Aku tidak apa-apa, Dimana Rena dan Kafka?" tanya Jennie begitu teringat kalau dirinya tadi dibawa paksa oleh beberapa orang yang tidak di kenal beserta Rena dan Kafka.


"Belum ditemukan."


"Lalu dimana Roby?"


"Dia diluar, kami sengaja berpencar untuk mempercepat pencarian. Anda tunggu disini, aku akan memberi tau Roby. Tapi,,, apa anda kenal dengan wanita ini" tunjuk Asgar pada mayat wanita itu.


Jennie dengan bersusah payah berusaha berdiri untuk melihat siapa wanita yang dimaksud, betapa terkejutnya dia begitu tau siapa wanita yang dimaksud.


"Yeslin!!"


"Anda kenal dengannya?"


Jennie mengangguk lemah "Tapi,,, untuk apa mereka menyimpan mayat Yeslin, bahkan sampai harus diawetkan?"


"Kau harus segera memanggil Roby, kita juga harus membawa mayat ini keluar dari sini. Karena mereka pasti membutuhkan jasad ini, kalau tidak. Untuk apa mereka menyimpannya."


"Ya, anda benar."


Asgar segera keluar mencari keberadaan Roby, 30 menit kemudian Asgar datang bersama dengan Roby. Sedangkan yang lain masih mencari keberadaan Rena dan Kafka di setiap sudut ruangan.


"Mom, Are you okey?" Roby memeluk erat Jennie.


"Bagaimana dengan anak dan istrimu?"


"Masih belum ditemukan, anak buahku masih terus mencarinya."


"Kita harus segera keluar dari sini." sela Asgar diantara percakapan ibu dan anak itu.

__ADS_1


"Ya, ayo cepat." Roby menuntun Jennie berjalan di sampingnya.


"Tunggu!!, bawa mayat ini." titah Jennie.


"Mayat?, untuk apa kita membawa mayat ini?"


"Dia adalah kunci dari semua masalah ini."


"Maksud mom?"


"Nanti mom jelaskan, yang penting bawa dia dulu."


Dengan segudang tanda tanya, Roby menuruti perintah Jennie untuk membawa mayat wanita yang tidak dia ketahui siapa itu.


Setelah berhasil keluar dari lorong itu, Roby mendapati laporan dari anak buahnya kalau anak istrinya tidak berada disana.


"Boss, kami tidak menemukan siapapun disini." lapor salah satu anak buah mereka.


Belum sempat Roby menjawab, ponselnya lebih dulu berdering dan menampilkan nama BOSS GILA KU.


Roby segera menjawab panggilan itu, dia yakin Morens mendapatkan informasi tentang Rena dan Kafka.


"Hallo."


"Roby, aku sudah menemukan anak dan istrimu." ucap Morens begitu panggilan terhubung.


"Syukurlah."


"Tapi... Saat ini situasinya sangat tidak memungkinkan."


"Lalu bagaimana?"


"Datanglah kemari dengan membawa apa yang dia minta."


"Gak ada tapi-tapi Rob."


"Ok."


Telpon terputus, kemudian dia menatap Asgar dan Jennie bergantian.


"Rena dan Kafka sudah ditemukan, hanya saja..."


"Hanya saja apa?" Jennie mendesak Roby bicara.


"Mereka sedang dalam bahaya, aku harus kesana bawa kotak itu."


"Bawalah, mom yakin dia tidak akan bisa menggunakan kunci itu."


Roby mengernyitkan dahinya "Maksud mommy?"


"Gak ada waktu buat menjelaskan, sekarang pergilah. Kalau dia tetap mengancammu dengan menukar kotak itu, maka berikan saja, yang penting keluargamu selamat. Percaya sama mommy."


"Baiklah mom." Roby menatap Asgar "Jaga ibuku dan jasad ini, aku akan pergi kesana."


"Bawalah 2 orang bersamamu." ucap Jennie sebelum Roby melangkah pergi.


"Ok."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


Numpang promo novel baru, siapa tau minat.


Spoiler


"APA!!" Jack membelalakkan matanya.


Apa aku sedang bermimpi?, apa benar yang dikatakan oleh Queen?. Apa Queen sedang mabuk?, tapi kapan Queen minum-minum kenapa mabuknya baru sekarang!.


Bagaimana mungkin bisa hamil, kalau berhubungan badan saja tidak pernah.


Bagaimana pula bisa berhubungan, bila menikah saja belum. Bagaimana juga bisa menikah, sedangkan pacar saja tidak punya. Dan bagaimana punya pacar, jika dekat dengan lelaki saja tidak.


Upss ralat, kalau dekat dengan lelaki sih banyak. Tapi itu karena mereka satu tim dalam klub motor dan sisanya hanya rekan kerja.


Mendadak kepala Jack terasa berdenyut, ingin rasanya dia mengacuhkan masalah ini. Tapi sejauh yang dia tau, Queen bukanlah tipe orang yang suka dengan lelucon yang membosankan. Jadi sangat tidak mungkin kalau yang dikatakan Queen hanya sebuah candaan.


Tapi bagaimana jika semua ini benar!. Apa yang akan dia lakukan terhadap anak ini, apakah dia akan mencari seorang pria yang bersedia menikah dengannya. Lalu apa yang akan dia katakan pada pria itu.


Lalu jika anak ini sudah lahir tanpa adanya seorang ayah, apa yang harus dia katakan bila suatu saat anak ini bertanya dimana ayahnya. Apakah mungkin dia akan mengatakan kalau kau berasal dari sebuah ramuan penyubur kandungan.


"Aaargghh." teriak Jack yang terdengar hingga ke kamar Queen.


Bergegas Queen berlari menuju kamar Jack, dia takut Jacm akan melakukan sesuatu yang membahayakan bagi dirinya.


Begitu membuka pintu, Queen melihat Jack terduduk di lantai dengan menekuk kedua lututnya. Wajahnya pucat, matanya sembab, tampilannya berantakan dan tatapannya kosong.


Queen berjongkok di hadapan Jack dan mengusap pundaknya lembut.


"Jack."


"Queen." Jack berhambur dan langsung memeluk Queen seraya menumpahkan segala kegelisahannya.


"Tenang Jack, jangan kaya gini."


"Tapi Queen, gue harus gimana?"


"Sabar ya, gue mau lu tenang dulu. kita berdoa semoga aja minuman itu gak bereaksi di tubuh lu, 2 Minggu lagi baru kita ke dokter untuk tau hasilnya."


"Tapi gimana kalau hasilnya positif?"


"Lu tenang aja, anak ini akan jadi anak kita bertiga." ucap Queen mencoba menenangkan Jack.


"Maksud lo?" Jack menatap Queen dengan tatapan bingung.


"Kehamilan lu ini ada campur tangan dari gue dan As, jadi biar bagaimanapun kami juga ikut bertanggung jawab atas masalah ini. Kita akan urus dan rawat anak ini bersama.


Bahkan kalau sampai suatu saat nanti karena adanya anak ini bikin gak ada cowok yang mau nikah sama lu, gua sama As juga gak bakal nikah. Kita akan rawat dan didik anak ini baik-baik."


"Thanks ya Queen."


"Jadi kelak kita gak cuma punya satu adik, tapi juga punya satu anak."


"Ya, one kids three moms."



Me and three moms. Di pojok kanan bawah. Yang covernya unyu-unyu kaya othornya.


Sudah masuk episode 9, tolong dukung othor receh ini ya.


Silahkan baca dulu biar lebih kenal, kalau suka boleh rekomen ke teman-teman yang lain.

__ADS_1


Selamat baca, dan semoga suka.


Love you. Papay.


__ADS_2