
Setelah perdebatan panjang mereka, kini mereka tengah berusaha mengistirahatkan diri mereka masing-masing.
Namun 2 orang yang berada dalam satu kamar ini berasa sangat canggung, ya mereka adalah Rena dan Boy.
Malam ini mereka terpaksa harus tidur dalam satu kamar, karena saat Roby ingin pergi dari kedai dan kembali ke hotel, tiba-tiba mobil Roby mogok dan saat itu sedang hujan lebat.
Roby berniat untuk memanggil orang bengkel dan mengurus mobilnya, sedangkan dia akan kembali ke hotel. Namun karena letak kedai yang berada di pelosok, membuat tidak ada angkutan ataupun taksi yang melintasi daerah itu pada tengah malam, terlebih lagi dalam kondisi hujan.
Saat itu juga sebenarnya Boy ingin mengantarkan Rena pulang dan dia juga kembali ke hotel, berhubung Rena tidak tega membiarkan Roby menunggu orang bengkel sendirian, mau tidak mau Rena mengajak Roby untuk ikut dalam satu mobil bersama Rena dan Boy.
Mereka telah tiba di rumah milik Rena tepat pukul 11.30 malam, perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu 15 menit. Kini harus memanjang menjadi 40 menit.
"Assalamualaikum." ucap Rena sambil mengetuk pintu utama.
Tak lama terdengar suara jawaban dari dalam.
"Walaikumsalam." jawab Leni, gadus yang dulu menjadi orang kepercayaannya di kedai. Tapi kini Leni tinggal dengan Rena dan menemaninya.
"Len, tolong siapkan kamar tamu ya. Roby akan menginap disini, karena mobilnya mogok tadi waktu mau pulang." ucap Rena menjelaskan.
"Oh iya mbak."
Setelah Leni pergi untuk menyiapkan kamar tamu, mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
"Kalian tunggu ya, aku bikinin teh manis hangat dulu." pamit Rena.
"Aku bantu ya." tawar Boy.
"Gak usah, biar aku aja. Kamu kan baru dateng, jadi pasti capek.
Setelah membuatkan minuman untuk kedua pria itu, Rena pun beranjak pergi ke kamarnya. Tapi sebelum itu. Rena menengok kebelakang.
" Roby, kamu bisa istirahat di kamar tamu." ucap Rena ramah.
"Lalu Boy tidur dimana?" tanya Roby yang penasaran.
"Boy!!..." Rena bingung ketika mendapat pertanyaan dari Roby.
Melihat Rena yang tampak kebingungan, Boy langsung menjawab pertanyaan dari Roby.
"Tentu saja aku tidur dikamar kami, karena kami kan suami istri."
"I... iya bener." timpal Rena gugup.
Roby langsung berlalu menuju ke kamarnya, karena merasa kesal mendengar jawaban yang membuat telinganya panas. Sedangkan Boy dan Rena sudah menuju ke kamar Rena.
__ADS_1
Akhirnya setelah kebingungan yang beberapa saat lalu melanda, kini Boy dan Rena tengah tertidur dengan Rena yang tertidur di ranjang dan Boy yang tertidur di sofa yang sengaja dipindahkan dari ruang tamu ke kamarnya.
Boy terbangun dari tidurnya, dan melihat bahwa dia sendiri di dalam kamar itu. Rena sudah terbangun lebih dulu, Boy memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dulu sebelum keluar dari kamar.
Setelah rapi, Boy mencari Leni untuk membantu memindahkan kembali sofa ke ruang tamu. Namun saat hampir tiba, Roby keluar dari kamarnya dan melihat Boy sedang menggotong sofa dari dalam kamar Rena.
"Loh ngapain kamu bawa-bawa sofa itu?" tanya Roby.
"Eh ini, dari kamar Rena." jawab Boy terbata.
"Buat apa sofa itu?, apa kalian tidak tidur bersama!" Roby memandang Boy dengan tatapan menyelidik, dia merasa curiga dengan gelagat Boy.
"Iya."
"Tapi kenapa?, kalian kan suami istri. Atau jangan-jangan...."
"Jangan-jangan apa?, aku tidur di sofa karena aku tidak mau membuat tidur Rena merasa terganggu karena tidak leluasa bergerak. Kamu tau kan kalau sekarang perut Rena itu semakin membesar, jadi dia butuh ruang gerak lebih banyak." Kilah Boy, dia merasa lega karena tiba-tiba dia mendapatkan sebuah alasan yang masuk akal.
"Oh ya kau benar."
Tak selang lama terdengar suara Rena dari arah dapur dan menghampiri mereka berdua.
"Kalian sudah bangun ya. Kalau gitu kita sarapan dulu." ajak Rena yang berjalan lebih dulu meninggalkan mereka berdua, yang masih sama-sama canggung.
Saat tiba di ruang makan, nampak Leni sedang menyusun makanan di meja.
"Udah mbak."
"Kamu ikut makan bareng aja ya."ajak Rena seperti biasanya.
"Gak ah mbak." tolak Leni.
"Loh kenapa?"
"Itu mbak, Leni takut." ucapnya Lirih.
"Takut kenapa?"
"Takut gak kuat mbak." Rena mengerutkan keningnya mendengar jawaban Leni yang terkesan mencla mencle.
"Takut kenapa Sih?, kamu tuh kalau ngomong jangan nyicil apa. Lama nih gak kelar-kelar." protes Rena yang gemas dengan sikap polos Leni.
"Itu mbak, aku takut gak kuat. Kalau lama-lama liat temen-temennya mbak Rena. Soalnya mereka gantengnya kebangetan, mana mukanya bule semua. Ya aku juga bule sih BULEPOTAN. Hahahaha." ucap Leni riang.
Rena cuma geleng-geleng kepala sambil tersenyum, adanya Leni mengingatkan dia dengan sosok adiknya yang tingkahnya 11 12 dengan Leni.
__ADS_1
Tak lama Roby dan Boy datang ke ruang makan, mereka menempati kursi kosong yang sudah disiapkan.
"Sorry ya, kalau menunya khas cita rasa Indonesia. Aku takut kalian gak biasa makan makanan kaya gini, secara lidah kalian kan lain aliran dengan lidah kami." ujar Rena menjelaskan.
"Emangnya ada yang salah dengan menu makanan ini?" tanya Roby yang melihat menu di meja makan adalah Nasi Liwet, Sayur asam, Pecak ikan Bawal, Sambal terasi dan juga Kerupuk Udang. Tak lupa juga Ketimun dan Tomat sebagai lalapan nya.
"Ya, aku takut aja kalau kalian belum pernah makan ini semua."
"Ren, dengerin aku. Apapun yang kamu masak, aku pasti bakal makan kok. Apalagi masakan kamu itu enak banget, sumpah." ujar Boy lembut sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Bisa aja kamu." Rena tersipu malu mendengar pengakuan Boy.
"Uh kak Boy, to tweet banget tih...." ucap Leni tiba-tiba yang merasa meleleh melihat sikap Boy pada Rena, sembari matanya berkedip-kedip beberapa kali.
Roby yang melihat itu merasa kesal, bercampur sedih dan jijik. Bisa-bisanya Boy mengumbar kemesraan didepannya, apa mereka tidak menganggap keberadaan dirinya disana.
"Cih, lebay. Menjijikkan, inget umur." cibir Roby.
"Cieeee, iri bilang bro. Eh tapi gak usah bilang deh, gak penting juga. " jawab Boy dengan candaan.
"Tau nih kak Roby, makanya jangan jomblo. Jadi ngenes gitu kan." tuding Leni.
"Emang kamu gak jomblo?, kamu aja kaya tiang bendera." timpal Roby membalas ejekan Leni.
"Kok tiang bendera sih."
"Iya, tiang bendera kan berdiri sendirian. Kaya kamu yang sendirian terus alias Jomblo."
"Eh biarpun aku jomblo, tapi aku jomblo bahagia. Gak kaya kak Roby, jomblo ngenes." Leni menjulurkan lidahnya mengejek Roby
"Udah-udah kita makan dulu ya. " Rena menghentikan perdebatan antara Roby dan Leni.
Rena merasa sangat senang, karena hari ini dia bisa makan dengan suasana yang berbeda dan ditemani oleh orang-orang kesayangannya seperti saudara.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Maaf ya kemarin aku gak up, kemarin aku sibuk banget.
Jadinya baru sempat up hari ini.
Next
__ADS_1
👏👏👏👏👏