Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Gaby dan .....??


__ADS_3

"Baby."


"Sayang."


"Cinta."


"Ya udah aku pergi nih." ancam Roby.


Karena sejak Rena tersadar dari pingsannya, Rena sengaja mengacuhkan Roby. Dia sangat kesal pada suaminya itu, jika mode jahilnya sudah aktif, Roby benar-benar sangat menguras emosi.


Rena tidak marah padanya, dia hanya kesal saja. Bisa-bisanya Roby bercanda hal seperti itu, bagaimana bila Rena sampai lupa diri dan melakukan sesuatu padanya. Sungguh Rena tidak bisa membayangkan itu.


"Ok, aku pergi sekarang." ancam Roby kembali, karena Rena masih saja santai tidak menanggapi ucapannya.


Bukannya menjawab, Rena malah beralih menjauh darinya.


"Ayo mom, kita liat tanamanku yang baru aku beli." ajak Rena pada Jennie.


Roby yang melihat itu mendengus kesal, dia sudah habis kesabaran menghadapi Rena jika sedang dalam mode ngambek seperti ini. Apalagi sekarang ada Jennie disana yang semakin menambah sulit Roby untuk membujuk Rena.


Roby menghampiri Rena yang terlihat tengah asik bersama ibunya, dia tidak peduli kalau akan mendapat penolakan dari sang istri.


"Mom, aku pinjam Rena sebentar." ucap Roby langsung menggendong Rena ke dalam kamar mereka.


Tak ada penolakan dari Rena, dia ingin tau apa yang akan dilakukan oleh Roby sekarang. Begitu sampai di kamar, Roby menurunkan Rena di pinggir ranjang dan mendudukkannya disana. Setelah itu dia berjongkok dan memeluk erat pinggang Rena.


"Sayang." panggil Roby dengan suara manja.


"Kenapa?, masih kurang bercandanya!" ketus Rena.


"Ampun, gak lagi-lagi."


"Alah pret, besok kamu mah lain lagi jahilnya." Rena menyebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Enggak yang, bener deh. Sumpah suer demi." ucap Roby dengan mengeluarkan wajah memelasnya berharap sang istri akan luluh.


Karena jika keadaan ini terus berlanjut, maka akan mengancam kesejahteraan hidup adik Roby yang terbangun di tiap malam dan meminta untuk diberi kehangatan di dalam gua milik Rena.


"Demi apa?"tanya Rena yang masih ragu dengan ucapan Roby.


"Demi kian dan terima kasih." jawabnya enteng.


"Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh." timpal Rena.


...****************...


Sementara di sebuah hotel di daerah Jakarta, seorang pria dan wanita tengah asik saling bergelayut mencari kepuasan diatas ranjang panas mereka.


"Uhhh."


"Mendesah lah yang kuat." ucap si pria sambil terus memompa dan menepuk-nepuk bok*ng sintal yang berada didepannya.


"Yes darling."


Hasrat yang memuncak saling menguatkan diri untuk melepaskan gejolak yang menyambar dari pada tatapan dan suasana yang begitu intens diantara mereka.


"Gaby, kau sungguh luar biasa." ucap pria itu.


Semakin gerakan itu dipercepat, semakin kencang pula erangan yang meraka keluarkan.


Gaby bersandar di kepala ranjang dengan kedua tangan yang terikat, sedang pria itu tengah asik bermain lidah di area bawahnya, hingga membuat Gaby menggelinjang hebat tanpa bisa melawan.


Dia hanya bisa menjepit kepala itu dengan kedua paha jenjangnya.


"Oh Damn, jangan bermain lagi." racau Gaby yang sudah tidak tahan akan pancingan dari pria itu.


Pria itu lalu kembali memposisikan dirinya kepada pusat inti Gaby, tanpa aba-aba lagi dia langsung mencecar tubuh Gaby dengan hujamannya yang begitu tersanjung menusuk hingga ke ujungnya.

__ADS_1


"Apa kau suka dengan permainanku?" tanyanya disela-sela permainan mereka.


"So like it, kau bisa mengalahkan gaya permainan Roby yang selama ini aku rindukan." jawabnya asal seraya menikmati goncangan yang dia terima.


"Shut up your mouth, aku tidak suka kamu bicara soal pria lain saat sedang bersamaku."


Pria itu semakin kasar menghujam Gaby, dia semakin mempercepat ritmenya saat dirinya merasakan hampir mencapai puncak.


"Yes, more faster."


"Aaahhh."


Pria itu ambruk diatas tubuh Gaby masih dalam keadaan menyatu dan juga dipenuhi dengan keringat.


"Your amazing Asgar."


......................


......................


Nah loh kok Asgar!, ini Asgar yang sama bukan ya?...


Ada apa sama Asgar dan Gaby ya?...


Eng ing eng.


Maaf ya othor baru up, dikit lagi.


Suer deh nulis tuh harus pake mood, sering kali idenya ada tapi moodnya blank, alhasil ya feel-nya gak dapet kalau dipaksa nulis.


Nah othor beberapa hari kemarin tuh Benar-benar bad mood buat nulis, padahal idenya lagi ngalir.


Sekali lagi maaf ya buat akak semua nunggunya lama.

__ADS_1


Next


👏👏👏✌✌


__ADS_2