
INDONESIA
RENS CORP, adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan kecantikan.
Di sanalah kini Roby mengadu nasib untuk hidupnya, dan tidak terasa sudah berjalan 7 tahun dia bekerja sebagai asisten dan orang kepercayaan dari Morens Hadinata selaku pimpinan dan pemilik RENS CORP.
Morens menikahi seorang wanita yang bernama Chintiya Rahman, dan Chintiya memiliki sahabat yang sama-sama bekerja disana bernama Rena Halim.
Rena seorang wanita lugu, polos, sedikit pemalu namun juga cerewet.
Karena seringnya bertemu, membuat Roby dan Rena semakin dekat, perasaan suka sedikit demi sedikit timbul diantara mereka. Namun tingginya ego masing-masing sering kali menimbulkan perdebatan antara mereka.
Awal permasalahan mereka muncul, saat Gaby datang ke Indonesia mencari Roby.
Saat Rena dan Roby sedang makan malam bersama, Gaby melihat Roby disana dan langsung menghampiri Roby. Saat melihat kedatangan Gaby, Rena lebih memilih untuk pulang terlebih dulu.
Roby mengantarkan Gaby ke hotel, Roby tidak berniat memperkenalkan Gaby pada Rena, karena Roby tidak ingin Rena tau masa lalunya yang kelam.
Setelah Roby mengantar Gaby ke hotel, dia pergi ke rumah Rena untuk bicara dengannya. Disana terjadi pembicaraan yang alot, perdebatan pun tak terelakkan karena mereka sama-sama keras kepala. Untuk menghindari pertengkaran, akhirnya Roby memilih pergi dan kembali ke hotel menemui Gaby.
"Roby, kau dari mana?" tanya Gaby saat melihat Roby membuka pintu kamar hotel.
"Ada urusan." Roby mendudukan dirinya di sofa.
"Apa kamu gak kangen aku sayang?" Gaby duduk di pangkuan Roby dan mengalungkan tangannya di leher Roby.
"Jangan seperti ini Gaby."
"Ayolah Roby, aku sudah lama mencarimu."
"Ada apa kau mencariku sampai kesini?"
"Aku rindu sentuhanmu baby."
"Gaby tolong, aku lelah. Sekarang bicara ada urusan apa kau kemari?, kalau tidak ada yang perlu dibicarakan aku pergi, aku lelah ingin istirahat."
"Kenapa gak disini aja, kenapa harus pulang?" Gaby mengusap-usap wajah Roby.
"Stop Gaby, kalau kamu gak mau bicara aku pergi aja." Roby melepaskan tangan Gaby diwajahnya dan memindahkan tubuh Gaby di sebelahnya.
"Ok, ok. Aku ngomong."
"Cepat ngomong."
"Apa ibumu tinggal di pedesaan di daerah Nevada?"
"Dari mana kau tau?" Roby mulai panik.
"Kamu gak perlu tau itu. Yang perlu kamu tau, sudah beberapa minggu ini ada seseorang yang mencarimu. Mereka mencari tau tentang dirimu dan mengetahui bahwa ibumu berada disana." jelas Gaby.
"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?"
"Untuk sementara ini dia masih aman, karena Asgar sahabatmu sudah lebih dulu memindahkannya ke Genoa."
"Lalu dimana Asgar sekarang?" Roby khawatir Asgar akan terkena imbas dari masalahnya.
__ADS_1
"Dia sedang bersembunyi di Apartemen milikku. Mereka tidak mengetahui kalau aku mengenalmu, jadi aku bisa mengawasi mereka dari jauh."
"Thanks Gaby, kau masih mau membantu ku."
"Aku begini karena aku sudah tidak punya siapapun selain kau."
"Ok, aku pulang dulu ini sudah malam. Besok aku akan kesini lagi setelah pekerjaan ku selesai."
Roby langsung meninggalkan Gaby disana tanpa menunggu jawaban dari Gaby.
Beberapa hari terlewati, saat ini Roby sedang berada di acara launching produk terbaru milik RENS CORP.
Namun di sela-sela acara tiba-tiba Gaby datang menyusul Roby ke acara itu, Roby pun mengajak Gaby ke aula untuk bicara.
"Gaby, kenapa kau datang kesini?" tanya Roby yang tak suka Gaby datang kesana.
"Ada hal yang penting yang harus aku katakan padamu."
"Apa itu?"
"Willard masih hidup."
"Apa?, itu gak mungkin. Aku sendiri menyaksikan gudang itu meledak tanpa menyisakan apapun." kilah Roby tak percaya.
"Kau harus liat ini." Gaby menyerahkan sebuah rekaman video yang menampakan Willard turun dari sebuah mobil dan memasuki sebuah gedung.
"Dari mana kamu dapat rekaman ini?"
"Dari orang kepecayaanku, yang aku tugaskan untuk menjaga ibumu."
"Maaf pak Roby menggangu." ucap Rena datar.
Roby menghela nafas panjang melihat Rena yang berdiri disana, Roby tau pasti Rena semakin beranggapan yang tidak-tidak padanya.
"Ada apa?"
"Tuan Morens memanggil anda."
"Kenapa tidak langsung menghubungiku saja?"
"Ponsel bapak tidak aktif."
Roby melihat ponselnya yang ternyata kehabisan daya.
"Gaby, kau tunggu disini jangan kemana-mana. Aku akan kembali lagi."
...----------------...
Beberapa hari kemudian
Karena barang bawaan yang banyak, Rena yang selesai berbelanja memutuskan untuk menggunakan lift saat ingin menuju ke loby. Namun saat pintu lift terbuka, dia melihat sepasang makhluk yang tengah asik bercumbu.
Rena terkejut begitu mengetahui bahwa mereka adalah Roby dengan wanita yang bernama Gaby itu.
Rena mencoba mengacuhkan mereka sampai mereka keluar dari lift meninggalkan Rena sendiri.
__ADS_1
"Jangan berpikir macam-macam." Roby berkata sambil melewati Rena.
Yang sebenarnya terjadi adalah.
Roby dan Gaby pergi menemui seseorang di kafe mall itu, orang yang Roby pinta untuk menjaga ibunya di Amerika, Roby meminta pada orang itu agar segera terbang ke Amerika dan mengawasi ibunya.
Roby akan menyelesaikan segala urusan dan pekerjaan disini terlebih dahulu, baru dia akan kembali ke Amerika untuk menyelesaikan masalah disana.
Saat di lift, Gaby ingin mengikat rambutnya. Namun ternyata rambutnya tersangkut pada anting yang dia gunakan, Gaby mencoba melepaskan rambut itu tapi tidak bisa karena posisi anting yang sulit digapai.
Melihat Gaby yang kesusahan, mau tidak mau Roby membantu melepaskan anting itu dari rambutnya. Posisi Roby adalah berdiri tepat dihadapan Gaby dan melingkarkan tangannya di leher Gaby.
Karena posisi yang sangat intim, membangkitkan birahi Gaby dan memunculkan ide jahil di kepalanya.
Gaby meniup-niup telinga Roby dengan gerakan sensual, namun Roby tetap bergeming. Kemudian Gaby merangkul punggung Roby yang masih sibuk untuk mencoba melepaskan anting tersebut.
Gaby mengusap punggung Roby dengan gerakan naik turun, tak puas dengan itu. Dia pun mulai menciumi pipi Roby.
Karena kesal Gaby terus mengganggu dan sedikit terbawa suasana, Roby pun membalas perlakuan Gaby setelah anting terlepas dan dilemparkan Roby ke segala arah.
Roby juga sebenarnya tidak terlalu yakin pada Gaby, jadi dia berpura-pura menuruti kemauan Gaby. Roby merogoh ponsel Gaby dan memasukannya kedalam saku celananya saat Gaby tengah terlena dengan cumbuannya.
Roby berencana akan menyadap ponsel Gaby, untuk mengetahui apa saja yang dibicarakannya di telpon. Ditengah asiknya mereka bercumbu, pintu lift terbuka dan menampilkan sosok Rena yang menyaksikan aktifitas mereka.
Malam harinya Roby datang ke rumah Rena untuk menjelaskan apa yang terjadi di dalam lift tadi siang. Namun lagi dan lagi, hanya pertengkaran yang mereka dapat.
"Aku akan pergi ke LA untuk jangka waktu yang lama, bahkan aku gak tau kapan aku kembali lagi ke sini." Roby memberi tau Rena.
"Wah bagus dong, itu berarti aku gak harus liat muka kamu lagi, aku gak akan liat tingkah absurd kamu lagi dan aku gak akan terganggu lagi sama kamu."
"Segitu bencinya kamu sama aku."
"Aku gak benci sama kamu, aku cuma gak mau ada sangkut pautnya sama kamu. Apapun itu." ucap Rena tegas.
Roby menyeringai "Tapi aku mau, dan aku akan buat kamu terus tersangkut sama aku."
Terjadilah peristiwa yang tidak diharapkan, dimana Roby dengan paksa mengambil apa yang dijaga Rena selama ini.
Roby berpikir dengan cara menjadikan Rena miliknya, maka Rena tidak akan terikat oleh siapapun nantinya sampai Roby kembali dan menjadikan Rena miliknya seutuhnya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Uluh pegel ya man teman.
Ngetik 1500 lebih kata, buat siapa coba? ya buat kalianlah.
Jadi tolong dong, kasih othor jamu penambah semangat lewat LIKE, komen, VOTE dan hadiah.
Aku tunggu ya, yu dada babai.
Next
__ADS_1
👏👏👏👏👏