
Hari kepulangan Roby, Rena, Kafka dan Jenny ke Jakarta tiba. Saat ini mereka tengah bersiap-siap untuk berangkat sebelum hari mulai siang.
"Bu, ikut aku aja ya tinggal di Jakarta!" tanya Rena sekali lagi pada Bu Lastri yang tengah menggendong Kafka sebelum cucu kesayangannya kembali ke Jakarta.
"Gak mau ah, ibu udah nyaman disini. Disini banyak kenangan ayah sama ibu, lagian ibu gak mau ngerepotin kalian. Disana ibu akan mengganggu kalian dan bikin kalian sumpek."
"Ibu tenang aja, Roby udah berencana buat pindah ke rumah baru kami kalau ibu mau tinggal bareng kami."
"Kenapa kalian gak pindah aja kesana?"
"Kalau ibu sama Resti gak ikut kami, aku gak mau tinggal disana. Rumahnya terlalu besar kalau cuma kami berempat."
"Ya udah, gak papa. Kapan-kapan ibu kan bisa main kesana dan menginap. Lagi pula kalau di apartemen, Kafka gak terlalu bebas untuk bermain." ibu mencium Kafka yang tertidur di gendongannya.
"Iya Bu, aku akan pikirin lagi nanti."
Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka dan menampilkan Roby yang sudah bersiap di depan pintu. "Sayang, udah selesai belum?"
"Udah kok."
"Ya udah sini, biar aku bawa ke mobil tasnya."
Bu Lastri mengantarkan mereka sampai ke depan pintu, sedangkan Resti ikut serta sampai ke kampusnya yang kebetulan satu arah dengan jalur kepulangan Roby dan keluarga.
Begitu tiba di depan kampus, Resti berpamitan terlebih dahulu pada rena. "Teh hati-hati di jalan, kalau ada waktu main kesini lagi ya." Resti mencium punggung tangan dan pipi Rena serta Jenny dan tak lupa juga si gembul Kafka.
"Iya, kamu juga jaga diri dan ibu disini. Belajar yang bener."
"Siap teh." Resti menaikan tangan seraya memberi hormat, kemudian dia turun dan diikuti oleh Roby dari arah kemudi.
"Makasih ya kak, hati-hati di jalan." ucap Resti seraya mencium punggung tangan Roby.
Roby mengusap kepala Resti "Iya, kamu main kesana sama ibu kalau sempat ya."
"Liat jadwal kuliah aku deh."
"Nih buat kamu." Roby memberikan sejumlah uang kepada Resti.
"Ish, kak Roby...... Tau aja sih kalau lagi butuh tambahan dana buat bikin tugas." Resti menerima uang dari Roby dengan senyum sumringah.
"Tau lah, kakak juga kan pernah kuliah."
"Hehehe, iya lupa." jawabnya seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Ya udah, kakak jalan dulu ya." Roby mengusap lengan Resti. Setelah itu dia masuk kedalam mobil.
"Hati-hati ya, sampai jumpa." Resti melambaikan tangan sampai mobil yang ditumpangi oleh Rena dan keluarga sudah tidak nampak lagi.
Setelah kepergian mereka, Resti masuk kedalam kampus dengan wajah berbinar. Tanpa dia sadari, sepasang mata sejam tadi tengah memperhatikan semua yang dilakukan oleh Resti.
"Kamu awasi apa saja yang dilakukan oleh Resti hari ini." ucap seorang pria yang tak lain adalah Boy kepada anak buahnya.
Setelah itu dia melajukan mobilnya ke arah kantornya yang sekarang berada di daerah S.
...****************...
Jam 11 siang, kelas terakhir Resti pada hari ini pun usai.
"Res, ke kantin dulu yuk!!" ajak seorang temannya.
"Eh, sorry. Enggak dulu deh, aku mau langsung pulang aja. Soalnya hari ini, kakak aku baru aja balik ke Jakarta. Jadi aku mau nemenin ibu, takut ngerasa kesepian lagi setelah sebulan kemarin di rumah ramai." jelas Resti menolak halus.
"Yah!!, padahal aku lagi pengen curhat nih."
"Ahh!!, kamu mah curhat terus. Kaya acaranya mamah Kakak, curcol dong mah." ucap Resti menirukan suara sebuah acara.
"Hahaha, bisa ae nasi aking." jawab temannya terkekeh.
"Ya udah ya. Aku pulang dulu, yu dada papay." Resti membolak-balik tangannya memberi salam ala kontes kecantikan Miss Uniform.
Resti memutuskan untuk mampir ke toko buku terlebih dahulu, dia sangat senang melihat begitu banyaknya buku-buku berkualitas dan bagus untuk referensinya.
Resti sangat antusias saat memilih buku, hingga dia tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Kemudian tiba-tiba dirinya serasa di tarik dan tubuhnya di dekatkan pada dinding di ujung ruangan toko ini.
Kebetulan saat ini Resti sedang berada di bagian buku-buku bersejarah yang terletak di ujung ruangan dan jarang diminati para pembaca. Sehingga tidak ada yang tau apa yang terjadi padanya saat ini.
Resti tersentak kaget melihat seseorang yang menyudutkan dirinya di dinding. "Om!!, ngapain om kesini?" tanya Resti heran, seraya bingung melihat raut wajah Boy yang terlihat sangat memerah menahan marah dan memberengut sebal.
"Bukan urusan kamu!!. Sekarang saya tanya sama kamu, ada hubungan apa kamu sama Roby?"
"Om kenal sama kak Roby?, tapi kenapa om nanya gitu sama saya?"
"Kamu gak perlu tau, saya cuma mau tanya ada hubungan apa kamu sama Roby?" Boy menatap tajam wajah Resti yang berada tepat di hadapannya.
"Ih ke to the po (Kepo)." jawabnya santai.
"Apa kamu tau kalau Roby itu sudah berkeluarga dan punya anak?"
__ADS_1
"Tau."
"Tapi kenapa kamu kelihatan akrab sama dia?" Boy mendekatkan wajahnya pada Resti.
"Ya karna Kaka Roby itu baik, ganteng dan gak pelit. Dia itu ngerti apa yang saya mau tanpa diminta."
"Mending kamu jauhi dia."
"Kenapa?" Resti menautkan alisnya bingung dengan sikap Boy.
"Saya gak suka kamu dekat sama dia."
"Lah!!, saya dekat sama kak Roby itu bukan urusan om." Resti melengos karena Boy semakin mempertipis jarak antara mereka.
"Jelas itu urusan saya." bentak Boy.
Resti tersentak kaget mendengar bentakan Boy "Ih, om kenapa sih?. Kenapa saya di bentak-bentak?. Saya mau dekat sama siapa itu hak saya, gak ada urusannya sama om."
"Jelas ada."
"Apa?"
"Karena kamu itu milik saya."
"Hah!!"
"Kamu itu cuma milik saya."
"Mak...emmmpphhh." ucapan Resti terhenti karena Boy mencium bibir Resti yang suudah siap akan mengeluarkan jurus paduan suaranya.
Sedari tadi Boy sudah menahan diri melihat bibir mungil milik Resti yang selalu saja menjawab ucapannya.
Resti membelalakkan matanya dan terdiam untuk sesat, hingga saat tersadar dia mencoba menjauhkan diri dari pelukan erat tangan Boy yang melingkar di pinggang dan tangan sebelah berada di tengkuknya.
Boy menghentikan ciumannya saat melihat Resti yang mulai kehabisan nafas karena serangan mendadak darinya.
"Om!!"Bentak Resti.
"Jadilah pacar saya."
...----------------...
......................
__ADS_1
Next
👏👏👏