
Di dalam suatu ruangan terdapat 3 orang pria yang tengah serius membahas sesuatu, mereka adalah Roby, Morens dan Asgar. Saat ini mereka tengah berada di salah satu privat room di sebuah restoran sekaligus makan siang.
"Jadi sekarang apa rencana mu?" tanya Morens yang baru saja mendengar apa yang baru saja Roby ceritakan tentang masalah Gaby.
"Saya ada satu rencana, tapi saya minta pendapat boss dulu."
Saat ini mereka dalam mode formal, karena mereka sedang membahas hal yang serius.
"Katakan padaku." pinta Morens.
Roby mengutarakan rencananya pada Morens.
"Menurutku itu terlalu beresiko, bagaimana kalau kita tambahkan sedikit. Tapi....." ucap Morens ragu.
"Tapi apa boss."
"Bisa jadi ini akan sedikit mengganggu hubungannmu sama Rena. "
Roby mengernyitkan keningnya.
"Apa itu boss?"
Dengan berat hati Morens mengutarakan rencana apa yang ada dikepalanya. Begitu mendengar rencana itu, Roby membelalakan matanya dan menatap tajam Morens.
"Enggak, saya gak akan lakuin itu." tolak Roby rencana Morens.
"Tapi itu cara yang paling ampuh. Aku yakin rencana ini pasti berhasil. Bagaimana menurut kamu Asgar?" tanya Morens meminta saran pada Asgar yang sedari tadi hanya mendengarkan.
"Menurut gue sih rencana ini memang paling bagus, dan tingkat keberhasilannya 85%.. 10% gagal dan 5% fifty fifty. "jawab Asgar.
"Tapi gue gak mau mengorbankan rumah tangga gue." bentak Roby tak terima.
"Siapa yang suruh kamu pisah sama keluarga kamu. Kamu cuma mengikuti dan menikmati alur permainannya. Anggap aja itu bonus." timpal Morens enteng.
"Itu sama saja mempertaruhkan keluarga saya, dan juga saya tidak sebejat itu menikmati ini semua." sindir Roby pada Morens. Roby sudah mulai kesal dengan Morens yang memberikan usulan yang tidak jelas.
Morens tergelak "Ternyata kau sangat menyayangi keluargamu ya."
"Tentu saja, saya tidak mau menyakiti Rena lagi."
Morens bangun dan duduk di sebelah Roby "Gue suka sikap lu yang tegas gini, jangan pernah menyakiti hati istri lu, kalau gak lu pasti nyesel ntar." ucap Morens sambil menepuk bahu Roby dan dengan gaya bicara yang sudah berubah menjadi biasa.
"Trus, gue harus gimana ini?"
"Kenapa gak lu ngomong aja sama Rena? " ucap Asgar.
"Apa gue sanggup mangap nya. " jawab Roby ragu.
__ADS_1
"Ya kalau gak bisa mangap, tinggal diganjal pakai gagang sapu atau potongan kusen jendela." jawab Morens enteng.
"Gue mau liat kalian dulu yang coba, kalau efektif baru gue ikut."
"Lah kan yang punya masalah situ, masa kita yang harus uji coba. Kita hanya memberi saran."jawab Asgar tak terima.
"Saran yang gak mutu." cibir Roby.
"Apa lu ada rencana yang lain?" Asgar mulai kembali bertanya serius.
"Belum ada." Roby memijat keningnya yang sedikit pusing.
"Lu harus bertindak cepat, gue dapet info dari orang gue, kalau Gaby sekarang lagi bersiap ke Indonesia buat nyari lu."
"Gila tuh cewek, nyesel gue dulu kenal sama dia. Tapi gue juga penasaran, apa dia ada hubungannya sama kematian Yasmin itu yang udah bikin bokap sama adik gue...." Roby menggantung ucapannya, emosinya tiba-tiba kembali naik ketika dia mengingat apa yang sudah menimpa keluarganya.
"Tenang Roby, lu harus bersikap dan berpikir dengan tenang. Lu gak boleh gegabah menghadapi masalah ini, gue yakin Gaby pasti didukung oleh seseorang yang punya kuasa besar disana." Morens menenangkan Roby yang mulai emosi itu.
"Ya, anda benar tuan." timpal Asgar.
Baru saja mereka bangun dan hendak kembali ke kantor, namun terdengar suara ponsel milik Roby dan tertera MOMMY.
"Hallo mom."
"Roby, tolong mommy." ucap Jennie lirih.
Gudang itu juga berada di tengah-tengah pohonnan yang tinggi, sehingga menutupi bangunan itu dari arah luar.
"Ada apa mom?" tanya Roby panik.
Morens dan Asgar saling bersitatap mencoba memahami keadaan.
"Mom gak tau sayang, saat mommy mau tidur, Mommy mendengar suara pintu keributan di lantai bawah, dan mom mengintip dari balik tiang tangga dan mommy melihat Sillvia...." Jennie berhenti berucap dan terisak mengingat tadi saat dia melihat Silvia sang perawat mati secara mengenaskan. Setelah itu Jennie langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu, kemudian dia keluar lewat jendela kamarnya di lantai 2 menggunakan lilitan gabungan sprei dan juga horden.
"Mom, ada apa dengan Silvia? "
"Dia.."
"Dia apa mom?, cepat ngomong mom." tanya Roby tidak sabaran.
"Dia tewas oleh mereka. " Jennie kembali terisak.
"Apa mommy tau siapa mereka?"
"Mommy gak tau."
"Sekarang dimana mommy? "
__ADS_1
"Mom ada di gudang belakang. "
"Mom, tetap disana. Jangan berbuat hal bodoh yang bisa mencurigakan dan membahayakan nyawa mommy. Aku akan menyuruh orang kesana butuh membantu mommy, ingat. Jangan percaya pada orang lain, kecuali mereka menyebut 2R." titah Roby.
"Iya."
Roby memutuskan panggilan dan melihat ke arah Morens dan Asgar yang sedang menatapnya dengan sebuah pertanyaan.
"Mereka sudah mulai bergerak, dan sekarang mereka ingin menangkap ibuku."
"Sial." ucap Asgar kesal, dia merasa sedang kecolongan kali ini.
"Gar, telpon James dan Uncle Louise. Suruh mereka datang, ibuku ada di gudang belakang rumah.
"Ok. "
Asgar langsung menelpon James yaitu orang kepercayaannya yang dia suruh menjaga Jennie, tapi entah kemana dia sekarang. Sedangkan Louise memang sedang ada urusan di luar kota, sehingga dia tidak bisa menjaga Jennie saat ini.
"Boss, aku minta bantuanmu." ucap Roby yang kembali formal pada Morens.
"Apa itu?"
"Saya mau minta bantuan dari tuan besar Hadinata, saya harus memastikan dan berjaga-jaga sebelum ada hal yang tidak diinginkan. "
Morens paham akn bantuan yang dimaksud Roby yang menyangkut kakeknya itu.
"Apa situasinya benar-benar membutuhkan itu?" tanya Morens yang masih ragu akan hal itu.
"Sangat butuh, karena kali ini yang harus saya hadapi adalah mafia kelas kakap yang sudah sangat terkenal. " ucap Roby menjelaskan dan sedikit menakut-nakuti Morens.
Namun reaksi yang di tunjukan Morens sangat di luar dugaan. "MAFIA!!!, Wow aku suka itu. Belum pernah aku bermain dengan mafia, aku rasa ini pasti menarik."
"Gak berubah, dasar Boss Gila Ku." batin Roby.
"LETS START THE GAMES."
......................
......................
Maaf ya baru sempet update, kemarin sibuk banget. Baru bisa nulis sekarang.
Ngapunten sadayana.
Next
👏👏👏
__ADS_1