Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Kipas Mana Kipas


__ADS_3

Roby merangkak ke atas ranjang menghampiri istrinya yang sudah terlebih dulu terlelap. Karena siang tadi Rena terlalu asik saat bertemu dengan sahabat gesrek nya dan membuatnya kelelahan.


Roby melihat wajah damai sang istri yang tengah tertidur, Roby membalikan tubuh Rena menghadap ke arahnya. Namun tiba-tiba saja kaki Rena terangkat dan tanpa sengaja menindih senapan milik Roby hingga membuatnya mengokang dan siap menembakkan mesiu yang ada didalamnya.


Roby tau isterinya itu sangat lelah, jadi dia sekuat tenaga menahan gejolak peperangan agar pertempuran tidak terjadi. Tapi saat melihat piyama tidur bagian atas Rena tersingkap dan sedikit menampilkan bukit melati nan asri itu, Roby mendadak merasa panas dingin.


Sungguh dia sudah tidak kuat lagi, Roby mulai menyingkap selimut yang dipakai Rena secara perlahan. Kemudian dia membuka satu persatu kancing piyama sang istri dengan gerakan hati-hati agar tak membangunkan sang istri.


Roby mulai mengeksplorasi bagian perut Rena menggunakan lidahnya yang begitu lincah bertango ria disana. Antara sadar dan tidak, Rena merasa geli di sekitar perutnya.


"Eggghhh, pangeran." Rena mengerang saat dirinya seperti sedang dicumbu oleh seorang pangeran di dalam mimpinya.


Mendengar sang istri mendesah dan menyebutkan nama pangeran yang dia tidak tau itu siapa, membuat Roby sedikit emosi dan akhirnya sudah tidak bisa bermain dengan lembut.


Roby menciumi leher Rena dan memberikan sedikit gigitan disana karena kesal. Karena merasakan sedikit rasa sakit, membuat Rena membuka matanya.


Dia terkejut melihat dirinya sudah dalam keadaan hampir polos hanya dengan menggunakan penutup bukit dan sangkar miliknya. Lebih mengagetkan lagi adalah dirinya sudah dalam keadaan kedua tangannya terikat menjadi satu diatas kepalanya.


"Dad."


Panggil Rena halus saat melihat sang suami tersenyum smirk menatapnya yang berada di bawah kungkungannya.


"Kita akan bermain sesuatu yang berbeda. "


"Apa it..?" Belum sempat Rena menyelesaikan ucapannya, Roby sudah menerjang bibirnya dengan sedikit kasar.


Roby mencium seluruh wajah Rena tanpa tersisa, ciuman itu menjalar turun ke area dadanya dan dengan secepat kilat tangan kanan Roby sudah tiba di depan sarang milik Rena.


Tanpa aba-aba jari tidak tau diri itu mulai mengobrak abrik sarang sang istri sambil bibirnya tetap menjelajah kemana-mana.


"Ohhh dad." rancau Rena.


"Yes preety." jawab Roby lirih tepat disamping telinga Rena disertai kecupan di ceruk leher Rena. Sambil jarinya tetap berdansa di bawah ini.


"Slowly dad." pinta Rena dengan meliuk-liukan tubuhnya, ingin rasanya Rena mencengkeram apapun untuk bisa menahan rasa sakit dan nikmat yang luar biasa itu. Namun apalah daya, tangannya terikat dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


"Sakit?" tanya Roby lembut dan jari itu berhenti sejenak menunggu jawaban sang istri.


Roby tidak mau, demi kesenangannya harus menyakiti istri mungil nya itu.


"Sedikit." Rena mencoba mengatur nafasnya sejenak "Tapi lebih tepatnya itu bikin aku gila."


Roby tersenyum mendengar jawaban sang istri.


"So, keep moving right!"


Rena mengangguk sebagai jawaban dan Roby melanjutkan kegiatan yang tadi, dan kali ini dia bermain dengan lidahnya yang basah dan hangat.


"Dad,,, im coming." ucap Rena terbata.


"Yes do it preety. "


Roby makin cepat menggerakkan lidahnya maju mundur di bawah sana, bahkan disertai dengan sesapan dan gigitan kecil pada sebuah benda kecil yang terselip disana.


"Aaahhh,,,, Dad."


Roby tersenyum puas melihat istrinya menggelinjang hebat karena ulah nya tadi.


"Slowly dad." pinta Rena yang melihat suaminya bermain kasar malam ini.


Tapi jujur saja Rena senang dan terbuai dengan gaya permainan Roby yang seperti ini. Roby sudah mulai kembali pada permainannya yang sedikit kasar dan mendominasi seperti dulu.


Roby mengangkat kedua kaki Rena keatas pundaknya dan mulai membenamkan senapan nya di dalam.


"Oohhhh." pekik Rena dengan mencengkeram sprei dengan tangan masih terikat.


Roby langsung menghentakan tubuhnya dengan kencang dan sedikit brutal seperti gayanya bercinta dulu.


Roby dengan gerakan cepat terus menekan sang istri hingga Rena memekik kencang merasakan bagian perut bawahnya sedikit kram karna Roby menghentaknya dengan kencang.


"Dad.... Oh no."

__ADS_1


Roby terus berpacu, bukan berpacu dengan melodi. Melainkan berpacu dengan hasrat melihat istrinya yang begitu menikmati permainannya.


"Aaahhh dad."


"Yes preety. You like it?" tanya Roby sambil terus bergerak lincah hingga ranjang pun ikut bergetar hebat mengikuti gerakan dirinya.


"More faster dad, please. " rancau Rena yang sudah tidak tahan dengan keadaan memabukkan ini.


"Oh DAMN. " umpat Roby sambil meremas kuat bukit Rena yang penuturnya sudah tidak pada tempatnya.


Roby memejamkan matanya menikmati alur permainannya sendiri, hentakan itu semakin kencang dan suara desahan memenuhi sudut kamar.


"Dad, im coming."


"Sama-sama mom."


Roby menambah kecepatan pacuannya untuk sampai ke garis Finished bersama.


"Ahhhhh." erang mereka bersama-sama yang membuat Rena menggelinjang hebat karenanya.


"Your drugs me preety, I LOVE U mom." Roby mencium kening Rena dan membuka ikatan tangan istrinya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...



Kenalin othor kecambah kita dan calon kecambah.


Bunga, kopi sama vote nya ditunggu nih. Kalau like dan komentar itu harus kudu mesti dan wajib loh ya.


Idih maksa othor.

__ADS_1


Next


💗💗💗


__ADS_2