Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Malam panas


__ADS_3

Setelah makan malam, Rena menghabiskan waktunya berjam-jam bersama dengan Kafka. Rena sengaja melakukan itu karena, Roby yang sudah mengancam tidak akan membiarkan dia tidur dengan tenang.


Karena siang tadi, Roby yang hasratnya sudah di ubun-ubun, harus kembali tertunda karena Rena yang mendengar suara tangisan Kafka. Padahal Kafka sendiri masih asik bersama dengan nenek dan tantenya.


Saat Kafka menangis, dia merasa haus dan Resti sedang mengambil stok ASI yang ada di lemari pendingin. Rena memanfaatkan keadaan itu untuk lari dari terkaman buaya lapar Roby, jujur saja. Rena masih Grogol eh grogi untuk melakukan hal itu dengan Roby.


Apalagi hari masih siang, dan semua penghuni rumah masih terjaga dengan baik. Rena takut suara jahanamnya nanti akan terdengar oleh penghuni rumah yang lain. Walaupun nantinya mereka juga maklum karena pasangan suami-istri baru, tapi tetap saja Rena tidak bisa melakukan hal itu.


Waktu menunjukan pukul 11 malam, Roby mulai kesal karena Rena belum juga kembali ke kamarnya. Roby tau, Rena pasti sengaja menghindar darinya. Tapi Roby tidak akan membiarkan adegan prikitiw nya harus terlewat lagi.


Roby berjalan ke kamar dimana Kafka berada, dia membuka pintu kamar itu perlahan. Roby melihat 2 orang yang sangat dia sayangi tengah tertidur pulas. Roby mendekat ke arah ranjang, dia memindahkan tangan Rena yang memeluk Kafka secara perlahan, kemudian dia memindahkan Kafka ke box bayi milik Kafka. Tak lupa Roby menciumi pipi chubby anaknya yang sudah mulai merangkak itu.


Setelah itu dia mengangkat tubuh Rena ala bridal style dan membawanya ke kamar pengantin mereka, Roby meletakkan Rena secara perlahan di atas ranjang.


Roby memperhatikan wajah damai istrinya yang tengah lelap tertidur itu dari samping seraya duduk dan setengah membungkuk, diusapnya pipi tirus Rena, kemudian dia mencium kening Rena lembut dan lama. Rena menggeliat seraya merasakan Sapuan bibir kenyal Roby diwajahnya, namun Rena kembali tertidur.


Roby menahan tawa melihat tingkah lucu Rena saat tertidur, Roby kembali menciumi kedua mata Rena, lalu beralih kedua pipi dan juga hidung mungil Rena. Terakhir Roby melabuhkan bibirnya di bibir Rena yang sedikit terbuka.


Awalnya Roby hanya mengecup bibir itu, tapi semakin lama dia mulai tidak tahan saat Rena berbalik arah dan membuat piyama tidur yang dia pakai tersingkap hingga menampilkan kedua bukit yang masih asri itu.


"Sayang, jangan salahin aku perkosa kamu ya. Abisnya kamu diem aja diganggu dari tadi." bisik Roby di telinga Rena seraya menjilat daun telinga dan daun daun-daunan yang lain. Seperti daun pintu, daun kemangi, daun muda dan masih banyak lagi.😁😁


Rena melenguh merasakan sensasi geli di sekitar telinga dan lehernya, ulah siapa lagi. Tak lain dan tak bukan The one and only ROBY ALEXIS.


"Ehhh." erang Rena saat Roby menggigit kecil lehernya.


Roby beralih membuka piyama dan Bra yang dipakai istrinya.


"Kalau tidur jangan memakai Bra, itu gak bagus buat kamu dan juga buat aku." bisik Roby lagi.


"Roby, aku ngantuk." ucap Rena setengah sadar.

__ADS_1


"Kamu tidur aja dan nikmati sayang. Biar aku yang bekerja keras, aku rela kok demi kamu." jawab Roby seraya menciumi area bakpau milik Rena.


Roby mulai melucuti pakaiannya sendiri, saat dia merasakan atmosfer di dalam kamar tiba-tiba menjadi panas. Setelah itu, Roby juga melucuti pakaian milik Rena secara perlahan.


Roby mulai mencumbu istrinya dengan sangat lembut, hingga membuat sang pemilik tubuh bereaksi ditengah antara sisi kesadarannya yang belum pulih sepenuhnya.


"Aaahhh." desah Rena saat Roby mulai memainkan jemari nakalnya didalam lubang buaya itu.


Roby memasukkan jemarinya ke dalam lubang buaya itu, dia mengaduk-aduk pertahanan Rena hingga tubuh Rena menegang.


Setelah itu, Roby mulai memposisikan dirinya untuk memasuki Rena setelah Roby berhasil melepaskan semua yang ada ditubuh Rena.


Rena seketika membuka matanya saat merasakan sesuatu memasuki dirinya dengan begitu sulit. Dia terkejut, karena seingatnya tadi dia tertidur bersama Kafka, namun kini.


"Rob, aaahhh." Rena mencengkeram lengan Roby saat dia merasakan pusatnya agak sedikit nyeri.


"Tahan ya sayang, aku udah gak kuat lagi." bisik Roby dengan suara parau.


Setelah berhasil masuk ke dalam milik istrinya, Roby mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan.


Rena menggeleng "Aku gak takut sama kamu, aku cuma takut kamu lakuin itu dengan kasar sama aku."


"Aku janji, gak akan kasar lagi sama kamu. I love you My Rena." ucap Roby sambil mulai bergerak dengan cepat.


Rena mendesah tatkala tubuhnya mulai merasakan kenikmatan yang tidak dia rasakan saat percintaan mereka pertama kali.


Kali ini Roby benar-benar memperlakukan dirinya dengan lembut, Roby mencium bibir Rena mesra untuk menahan pekikan Rena yang nyaris saja lolos dari bibirnya, saat Roby sudah bergerak agresif.


"Mmmpphhh." Rena melingkarkan tangannya di tengkuk Roby seraya mencoba menahan antara perih dan nikmat yang melebur jadi satu.


"Ren kamu cantik sayang." puji Roby berbisik sambil terus menghujam inti Rena.

__ADS_1


Roby membalik tubuh Rena hingga kini posisinya Roby berada di belakang tubuh istrinya. Roby menggerakkan pinggulnya dengan ritme yang cepat, sambil tangannya menggenggam kedua bukit yang bergelayut terombang-ambing diterpa badai kenikmatan yang mereka ciptakan.


"Ahhh, Roby." Rena mencengkeram pinggir ranjang saat Roby bergerak kian cepat.


"Ya sayang."


"Aku,, ahhh aku."


"Iya, tunggu aku sebentar lagi." Roby terus mempercepat laju tunggangan yang dia naiki.


Seketika rubuh mereka menegang bersama, seraya terdengar suara erangan yang menandakan balapan liar mereka sudah berakhir di garis finish.


Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah, karena mereka sama-sama terkapar kelelahan setelah ajang balapan yang berlangsung selama 45 menit itu.


Mereka kembali melanjutkan lomba mereka hingga beberapa kali dalam malam itu, Rena hanya beristirahat sejenak sambil mengecek keadaan Kafka yang tertidur di kamar sebelah.


"Sayang, kamu itu ibarat nasi Padang. Bikin pengen nambah terus." ucap Roby sekenanya.


"APA!!!"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Maaf man teman, prikitiw nya baru bisa terealisasikan malam ini. Karena kemarin diriku ketiduran dikamar sebelah sambil nemenin bocil tidur, alhasil Rena dan Roby yang menjadi korban karena gagal prikitiw semalam.


Mereka sampai komplen ke aku, katanya kak othor jahat bikin aku kegantung gak bisa adegan prikitiw semalam.


Awal Minggu, ayo jangan lupa sajennya buat othor kecambah ini.

__ADS_1


Next


👏👏👏


__ADS_2