Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Dia pikir, dia siapa?


__ADS_3

"Hama datang lagi." cibir Rena.


"Kamu tau dia nak?" tanya Jennie yang kaget kalau ternyata Rena mengenal Gaby.


"Ya tau lah mom, siapa sih yang gak tau parasit!" sindir Rena.


"Ah iya kamu benar sayang."


Gaby hanya bisa mengernyit bingung, Gaby memang belum terlalu fasih bahasa Indonesia. Karena itu dia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan antara mertua dan menantu itu.


"Oh ya mom, bagaimana kabar Roby. Aku mencarinya begitu dia keluar dari rumah sakit, tapi kalian sudah tidak ada disana." jelas Gaby dengan nada sedikit manja.


"Roby baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya." jawab Jennie malas.


"Oh aku senang mendengarnya."


"Ya itu karena, sekarang Roby sudah berkumpul dengan istri dan anaknya yang tercinta." ejek Jennie.


"Oh..." Gaby manggut-manggut dengan tangan bersedekap di dada.


Chintiya yang sedari tadi hanya diam sambil mengamati siapa wanita yang ada dihadapan mereka ini, akhirnya ikut berkomentar.


Chintiya kini teringat kalau Morens pernah bercerita tentang Roby dan wanita yang bernama Gaby ini.


Chintiya memandangi Gaby dari atas sampai ke bawah.


"Siapa tante girang ini?" celetuk Chintiya tiba-tiba.


Seketika Jennie dan Rena terkekeh mendengar ucapan Chintiya.


"Apa yang kalian tertawakan?" Gaby menatap nyalang Jennie, Rena dan Chintiya. Dia kesal karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Nothing." jawab Chintiya santai sambil tersenyum mengejek.


Chintiya merasa tertantang dengan hadirnya Gaby, dia memang sudah lama tidak berdebat. Bahkan sekarang Morens lebih banyak mengalah padanya, karena Chintiya selalu mengancam tidak akan memberikan pijat refleksi kepada gagang sapunya jika Morens tidak menurut padanya.


Kini Chintiya mulai mengaktifkan mode bar-bar, dengan Rena sebagai pemanasnya, Jennie sebagai pendukungnya dan Gaby sebagai korbannya.


"Who are you?" tanya Gaby sengit tak suka dengan adanya Chintiya.


"Oh, aku!. Bukan siapa-siapa. Tapi, siapa kamu?" tanya balik Chintiya.


"Aku Gaby."


"Aku tau, tapi yang aku maksud apa hubunganmu dengan Roby?"


Gaby tersenyum smirk "Aku teman spesial." ucapnya bangga.


"Oh ya, teman spesial tidak akan ditinggalkan begitu saja. Apalagi sampai kabur ke luar negeri, dengar aku ya. Kau itu cuma TPS sementara nya Roby."


"Apa itu nak?" tanya Jennie.


"Tempat pembuangan spe*ma" jawab Chintiya asal.


Rena dan Jennie tertawa terbahak-bahak mendengar istilah dari Chintiya.

__ADS_1


"Kurang ajar, awas kau ya." Gaby menggeram marah, dia tidak terima sudah dipermalukan oleh Chintiya.


"Kenapa?, kau tidak suka!"


"Liat saja, akan kubalas kau. Kau pasti akan menyesal." ancam Gaby sambil menunjuk wajah Chintiya.


Chintiya menepis jari Gaby yang ada di depan wajahnya. "Aku tunggu balasanmu."


"Brengsek." umpat Gaby sambil berlalu pergi dengan kesal.


Setelah Gaby pergi, Jennie mendekati Chintiya. "Nak, dia itu wanita berbahaya. Kamu harus hati-hati sayang." Jennie memperingatkan Chintiya.


Karena menurut cerita dari Roby, Gaby ini wanita cerdas nan licik. Dia banyak menyimpan rahasia, dan rencana yang tidak di ketahui.


"I know aunty, don't be scare." jawab Chintiya menenangkan Jennie.


"Iya Chin, gue gak mau lu kenapa-kenapa."


"Santai aja sih, gue cuma gak suka aja dia coba mengintimidasi lu sama aunty. Dia pikir dia siapa!" Chintiya mendadak kesal mengingat hal tadi.


"Ya udah yuk pulang, udah sore. " ajak Rena.


Saat diperjalanan


"Ren."


"Ya mom." jawab Rena menoleh ke arah Jennie.


"Apa Chintiya memang seperti itu?"


"Dia itu setiap hari tingkahnya seperti itu, selalu aktif dan ceria."


Rena tersenyum "Chintiya itu memang agak sedikit tomboi, bicaranya suka ceplas-ceplos. Tapi, dia itu sebenarnya orang yang lembut dan begitu setia kawan. Ya, cuma emang gitu. Kalau dia gak suka sama seseorang atau sesuatu, bar-barnya keluar deh."


"Mommy seneng deh sama dia, orangnya lucu juga."


"Nih aku kasih tau ya mom, tapi ini cuma kita aja yang tau."


"Apa tuh!, kok mommy jadi penasaran ya."


"Dulu ya mom, sebelum dia nikah. Jadi tuh ceritanya tuan Morens mau bikin surprise wedding party gitu mom. Nah, pas waktu tuan Morens ketemuan sama pihak WO dan kebetulan itu cewek mom. Mommy tau apa yang terjadi!"


"Pasti salah paham, trus ngamuk-ngamuk dan bertengkar. Iya kan."


Rena menggeleng "No mom, dia malah memberi semangat sama tuan Morens dan cewek itu. Dan malamnya, tuan Morens datang ke rumah Chintiya buat jelasin sama Chintiya, tapi tuan Morens gak dibukain pintu. Dia lebih memilih pintu rumahnya hancur karena di dobrak tuan Morens dari pada buka pintu buat dia."


"Hah!, masa sih."


"Hm."


"Wah mereka sama-sama keras kepala ya."


"Ya, dan mereka itu pasangan bar-bar. "


Sesampainya di rumah, ternyata Roby sudah pulang terlebih dahulu. Dan dia tengah menonton TV, sambil menyiapkan berkas untuk rapat besok.

__ADS_1


"Dad, kamu udah pulang?" tanya Rena sambil meletakkan Kafka yang tertidur.


"Iya, kalian baru pulang!. Pasti kalian habis bersenang-senang ya,


sampai aku dilupain." Roby berpura-pura merajuk.


"Maaf ya." Rena mengusap pipi Roby "Ntar malam aku kasih bonus deh, sampai kamu puas." bisik Rena.


Roby menyeringai "Bener ya, aku pegang janji kamu. Awas kalau bohong." ancamnya.


"Iya. Sensi banget sih."


"Bukan sensi, kamu kan suka ngerjain aku."


"Ya sama dong, kamu juga suka jahil sama aku." jawab Rena tak mau kalah.


"Tau ah."Roby melengos pergi menghampiri Jennie di dapur.


" Ngambek nih ye." goda Rena sembari berjalan ke arah kamarnya.


"Jalan-jalannya seru gak mom?" tanya Roby duduk di kursi makan bersebelahan dengan Jennie.


"Awalnya sih seru, tapi sebelum ada pengganggu." jawab Jennie kesal.


"Pengganggu!, siapa?"


"Gaby. Dia sudah ada disini lagi, sebaiknya kamu hati-hati ya. Tadi dia sempat mengintimidasi Rena, tapi untung saja ada Bu boss kamu. Dia itu bikin Gaby mati kutu gak berkutik."


"Jelas aja mom, jangankan Gaby. Tuan Morens aja yang terkenal dingin dan angkuh kalau sama cewek, bisa luluh gak berdaya sama dia." terang Roby yang tau siapa Chintiya.


"Tapi, Rob. Kamu harus peringatkan tuan Morens, mom takut Gaby akan berbuat macam-macam sama Chintiya."


"Mom tenang saja, kami memang sudah memprediksi ini. Cuma kami gak nyangka kalau secepat ini dia datang. Kami juga udah punya rencana buat Gaby,,,, Tapi mom."


"Kenapa?"


"Apa mom tau soal Yasmin?"


"Yasmin!!."


"Iya. Uncle Gary bilang, sebelum daddy pergi, daddy ada kasih sebuah kotak berisi sebuah kunci sama mommy. Apa mommy ingat?"


Jennie sejenak mengingat, lalu sesaat kemudian dia berkata "Ah iya kotak, daddy emang ada titip sebuah kotak sama mom. Tapi mom gak tau apa isinya, dan daddy bilang mom harus jaga baik-baik jangan sampai jatuh ke tangan yang salah."


"Kotak itu berisi kunci brankas milik nona Yasmin yang isinya berupa surat-surat berharga aset miliknya. Dan Roby yakin, Gaby ada hubungannya dengan kematian nona Yasmin itu."


"Menguasai kekayaannya."


"HM."


...----------------...


...----------------...


Next

__ADS_1


👏👏👏


__ADS_2