Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Kekecewaan Boy


__ADS_3

Maaf ya gengs, kemarin gak sempat update. Ada kesalahan teknis di gawaiku, jadi baru sempat up hari ini.


Jangan lupa jejak alaminya ya. Like komentar hadiah dan vote juga boleh.


Ya udah yuk cus.


...****************...


"Apa kalian sudah selesai? "tanya Roby dengan tatapan menusuk.


"Roby." ucap Boy terkejut.


"Dad." Rena juga tak kalah terkejut, karena yang dia tau ini belum saatnya Roby pulang kerja.


"Apa aku mengganggu? " tanya Roby seraya duduk disamping Rena dan mencium pipi Rena sekilas.


Boy tau, Roby sengaja melakukan itu dihadapannya. Boy tersenyum kecut melihat interaksi mereka berdua.


"Enggak, kami juga udah selesai kok."jawab Boy mencoba biasa saja.


"Kenapa cepat sekali?, aku bahkan baru datang." cibir Roby.


"Kok tau aku disini dad?" tanya Rena mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa?, kalian gak suka ada aku disini! "cibir Roby.


"Dad, please." Rena menatap tajam Roby.


"Kalau begitu ayo pulang."


Roby menarik tangan Rena tanpa memperdulikan Boy disana. Roby terus menarik tangan Rena hingga tiba di parkiran dan menuntunnya untuk masuk kedalam mobil.


Roby langsung melajukan mobilnya meninggalkan resto tadi, disepanjang perjalanan Roby terus saja diam tak bicara sepatah katapun.


Roby tengah mencoba menahan amarahnya karena rasa cemburu yang melanda, melihat sang istri yang masih saja bertemu dengan Boy. Walaupun tadi Rena meminta izin padanya, tapi tetap saja dia merasa tidak senang akan hal itu. Karena dia tau Boy menaruh hati pada istrinya.


Begitu tiba di parkiran apartemen, Rena mencoba membujuk Roby. Dia tidak mau permasalahan mereka terbawa hingga ke dalam. Rena harus menyelesaikannya sekarang juga.

__ADS_1


Sebelum Roby sempat membuka seatbealt, Rena menggenggam tangan Roby.


"Dad, kamu marah sama aku." tanya Rena sambil menatap Roby yang masih membuang muka.


"Enggak. "jawab Roby ketus melirik Rena sekilas.


"Kalau gak, coba liat aku."Rena menangkap wajah Roby dengan kedua tangannya.


Dengan terpaksa Roby menatap wajah Rena yang tengah tersenyum menatapnya. Tanpa aba-aba, Rena mengecup bibir Roby sekilas. Namun saat hendak menjauhkan wajahnya, Roby kembali menarik wajah Rena dan kembali menyatukan bibir mereka.


Roby melahap bibir istrinya itu dengan menggebu-gebu, mencoba meluapkan rasa cemburu yang tengah melandanya.


Rena menerima ciuman itu dengan rasa bahagia, dia tau kalau saat ini Roby tengah cemburu pada Boy, dan itu artinya Roby benar-benar sayang padanya. Dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Roby dan membalas ciuman itu.


Semakin lama ciuman mereka semakin menuntut, Roby merasa suhu tubuhnya meningkat dan mendadak menjadi panas. Rena paham bahwa Roby tengah naik hasratnya, Rena harus segera menghentikan kegiatan mereka. Karena Kalau tidak, Rena yakin Roby akan melahapnya saat itu juga. Sedangkan saat ini mereka masih berada di area parkir apartemen.


Rena melepaskan pagutan bibir mereka, dia melihat raut wajah Roby yang sayu menahan hasratnya.


"Dad Stop, ini di tempat parkir." Rena menahan dada Roby, karena Roby kembali mendekatkan wajahnya.


"Iya, tapi aku kangen." manja Roby.


Roby menghela nafas "Aku gak marah, aku cuma kesel aja."


"Maaf ya, aku terpaksa temuin dia. Aku mau menyelesaikan masalah ini secepatnya, aku gak mau Boy terus berharap sama aku. Jadi mau gak mau, aku harus ketemu sama dia. Kamu percaya kan sama aku!"


"Iya, aku percaya. Cuma aku kesel aja, kenapa kamu baru kasih tau tadi."


"Ya karena dia juga baru hubungi aku tadi pagi, pas kamu udah berangkat ke kantor. "


"Ya udah yuk turun, aku mau lanjutin yang tadi." Roby menaik turunkan alisnya.


"Ah kesempatan kamu mah."


"Ya selagi ada, jangan disia-siakan."


"Kamu gak balik ke kantor lagi, ini baru jam berapa?"

__ADS_1


"Gak, aku udah izin sama tuan Morens. Waktu aku baca pesan kamu, aku jadi gak fokus lagi kerja."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di sebuah gedung perkantoran. Nampak seorang pria yang tengah melamun, dia adalah Boy. Dia sedang mengingat kembali pertemuan antara dirinya dan Rena beberapa saat yang lalu.


Dia merasakan sakit di relung hatinya, begitu dia tau kalau akhirnya dia sudah kalah untuk mendapatkan hati Rena. Penantian dan pengorbanannya selama ini masih belum bisa meluluhkan hati seorang Rena.


Dia meratapi hidupnya yang sedari dulu selalu kecewa dengan soal asmara. Dulu dia harus merelakan Rancy untuk Morens, walaupun Morens juga dikecewakan oleh Rancy dan memilih pria lain.


Lalu setelah sekian lama, dia bertemu dengan seorang wanita yang cukup unik yang membuat dia penasaran, dan lagi-lagi dia harus sadar diri karena sudah salah mengagumi istri dari Morens yaitu Chintiya.


Kini dia harus merasakan lagi kekecewaan, kala wanita yang sudah lama dia tunggu juga lebih memilih kekasih hatinya yang lain. Kini Boy merasa sudah tidak percaya dengan yang namanya cinta. Dia merasa kalau dia tidak ditakdirkan untuk mendapatkan seseorang yang akan mencintai dia dengan tulus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di Amerika.


Seorang wanita tengah merasakan amarahnya memuncak, begitu tau bahwa pria yang dia bela mati-matian sudah menikah dengan wanita lain.


Karena bila dia tidak bisa mendapatkan pria itu, maka dia juga tidak akan bisa melancarkan semua rencana yang sudah dia susun.


Dia tidak mau kalau sampai usahanya yang sudah dia susun begitu lama akan berantakan. Bila pria yang jadi kunci utamanya menikah dan tinggal di negara lain.


Wanita itu adalah Gaby, saat terakhir kali dia bertemu Roby dirumah sakit dan Roby memintanya untuk menjauh darinya. Dia memang belum bertemu lagi dengan Roby, karena dia pergi untuk menemui seseorang, dan begitu dia kembali, ternyata Roby sudah keluar dari rumah sakit dan sudah pergi ke Indonesia.


Dia bertekad harus mendapatkan Roby kembali untuk melancarkan semua rencananya.


"Roby, Don't go anywhere baby. Wait for me" Gaby tersenyum smirk.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Jangan lupa komentar ya.

__ADS_1


Next


👏👏👏


__ADS_2