Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Kepergian


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian


Pesta pernikahan Serena dan Sandi pun di gelar di salah satu hotel ternama, Serena adalah adik dari pemilik RENS CORP. Disana Roby melihat Rena untuk pertama kalinya sejak kejadian malam itu.


Roby merasa sangat bersalah pada Rena, dia melihat wajah Rena yang terlihat pucat dan sedang melamun di pojok gedung tempat pesta pernikahan S couple.


Roby mengajak Rena ke salah satu kamar yang ada di hotel tersebut, Roby ingin bicara baik-baik dengan Rena tanpa adanya perdebatan.


Karena esok hari Roby sudah akan pergi ke Amerika, jadi malam ini Roby meminta pada Rena agar tidur bersamanya di hotel itu. Roby ingin menghabiskan malam itu bersama Rena, ya mereka hanya saling melepas rindu tanpa menyatu.


Hari kepergian Robypun tiba, Rena menolak untuk mengantarkan Roby ke bandara karena dia tau Gaby sudah menunggunya disana. Roby tidak memaksa untuk Rena ikut, karena dia tau itu pasti karena Gaby dan Roby tidak bisa memaksanya.


Setelah kepergian Roby, Rena masih berdiam diri di kamar hotel. Dia merasa kepalanya sangat pusing, jadi dia lebih memilih untuk beristirahat disana terlebih dahulu.


1 Minggu kemudian, di RENS CORP


Seorang pria terlihat berjalan dengan tegap menuju ke CEO ROOMS, pria itu berhenti tepat di depan meja yang terdapat seorang wanita tengah serius menatap layar monitornya.


"Permisi." ucap pria itu.


Mendengar suara seseorang, Rena mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggil.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?"


"Apa tuan Morens ada?"


"Apa anda sudah buat janji?"


"Sudah."


"Tunggu sebentar ya." Rena berjalan masuk ke ruangan Morens, tak lama kemudian dia keluar lagi.


"Silahkan tuan." ucap Rena sopan.


Pria itu hendak melangkah masuk, namun dia tahan dan berbalik arah.


"Maaf, kalau boleh tau nona ini siapa?" tanyanya pada Rena.


"Saya Rena sekertaris tuan Morens."


"Saya Asgar Mehmed."


"Baik tuan Asgar."


Asgar masuk kedalam dan berbincang-bincang dengan Morens, 1 jam kemudian Morens meminta Rena untuk masuk kedalam ruangannya.


"Iya bos." ucap Rena begitu dia masuk.


"Kenalin dia Asgar, dia yang menggantikan Roby sekarang. Bekerja samalah dengan baik."


"Baik bos."


"Asgar, dia Rena sekertaris ku. Jika kau butuh sesuatu atau mau bertanya sesuatu, kau bisa minta padanya. Tapi bila dia tidak tau, kau bisa tanyakan padaku." ucap Morens pada Asgar.

__ADS_1


"Siap bos."


"Sekarang kalian boleh pergi."


Mereka keluar dari ruangan Morens bersama, setelah diluar ruangan Asgar langsung bertanya hal yang dari tadi mengganjal di pikirannya.


"Maaf nona Rena, apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Panggil saja Rena, kita kan sekarang jadi partner. Jadi gak usah terlalu formal." Rena menjelaskan.


"Ok."


"Tadi mau tanya apa?"


"Apa kamu sakit?, kamu keliatan pucat banget."


"Enggak, aku cuma kurang istirahat aja. Belakangan ini aku agak sibuk, Karena selama belum ada yang menggantikan Roby, aku yang mengerjakan tugasnya."


"Oh, kalau boleh tau apa sebelumnya kamu dekat sama Roby?" pancing Asgar.


"Maksudnya? " Rena menautkan alisnya.


"Maksud aku, selama bekerja disini kamu akrab gak sama Roby?"


"Kenapa kamu tanya begitu?"


"Aku cuma mau kita juga bisa akrab, biar pekerjaanku bisa tercover dengan baik. Secara kan aku masih baru, jadi butuh banyak bantuan dari kamu." kilah Asgar.


"Oh, kalau masalah kerjaan kamu tenang aja. Selama aku bisa bantu, aku pasti bantu. Untuk masalah dekat, jelas aku dekat sama Roby karena kami sering bertemu di kantor, bahkan kami juga sering melakukan tugas luar berdua." ucap Rena lirih.


"Oh seperti itu." Asgar manggut-manggut serasa mengerti.


"Kita juga nanti dekat, karena pekerjaan kita terpaut satu sama lain." sambung Rena.


"Dimana ruanganku ya?" Asgar mengalihkan pembicaraan.


"Ikut aku."


Rena mengantarkan Asgar ke ruangan yang dulu di tempati Roby.


"Ini ruanganmu, ngomong-ngomong dari mana kamu bisa tau kalau bos sedang butuh asisten pribadi. Karena setau aku, bos gak sembarangan menerima orang untuk menjadi asistennya."


"Roby yang merekomendasikan aku pada tuan Morens." Asgar sengaja bicara lantang, karena dia ingin melihat reaksi dari Rena saat dia menyebut nama Roby.


"Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Rena penasaran.


"Kami bersahabat sejak kuliah di Inggris, dan Roby memintaku datang kesini untuk menggantikan posisinya sebagai asisten tuan Morens. Juga untuk menjagamu." batin Asgar.


"Emm, kalau,,,, boleh tau. Apa yang dilakukan Roby di Amerika?" tanya Rena ragu-ragu. Dia takut mengetahui fakta yang akan membuat hatinya sakit.


"Dia ada urusan dengan keluarganya."


"Jadi dia masih punya keluarga!"

__ADS_1


"Iya, dia hanya memiliki seorang ibu."


"Lalu dimana ayahnya?" Rena mulai penasaran dengan cerita keluarga Roby, karena selama ini Roby selalu menghindari pembahasan yang menyangkut masalah keluarga.


"Ayah dan adiknya meninggal karena kecelakaan 10 tahun yang lalu."


"Ya Allah." Rena beristighfar


"Pantes aja selama ini dia enggan membahas masalah keluarga, mungkin itu akan mengingatkan tentang kepergian ayah dan adiknya." batin Rena.


"Kalau begitu, aku mulai bekerja ya."ucap Asgar membuyarkan lamunan Rena.


" Ah iya, silahkan bekerja. Semoga betah."


Setelah mengucapkan itu Rena keluar dari ruangan itu, setelah kepergian Rena, Asgar mencoba menghubungi seseorang.


"Hallo."


"Kau sudah bertemu dengan tuan Morens!"


"Ya, dan aku sudah mulai bekerja hari ini."


"Bagus. Lalu, apa kau sudah bertemu dengan Rena?"


"Sudah, aku sudah bicara banyak dengannya. Tapi, sepertinya dia sedang tidak sehat. Wajahnya terlihat sangat pucat dan bicaranya pun lemah."


"Tolong kau jaga dan awasi dia dengan baik ya. Dia itu sendirian disana."


"Kau tenang saja, aku akan menjaganya disini. Kau fokus saja untuk menyelesaikan masalahmu disana."


"Terima kasih ya."


"Oh ya, tadi aku sudah bercerita semuanya pada tuan Morens. Awalnya aku tidak ingin memberi taunya, tapi sepertinya tuan Morens itu orang yang sangat cerdas, dia tidak bisa dibohongi dan dia juga bilang bahwa dia sudah mengetahui tentang masalahmu dulu, jadi ya mau tidak mau aku menceritakan tentang masalah sekarang ini padanya."


"Tidak apa-apa Asgar, dia memang sudah tau. Karena dia yang membawaku ke Indonesia waktu itu."


"Tadi juga tuan Morens mengatakan padaku, jika kau butuh bantuan atau sesuatu, kau bisa mengatakan padanya. Dia juga berpesan, jika urusanmu sudah selesai dan ingin kembali bekerja disini, dia akan menerimanya dengan senang hati."


"Lalu, bila aku kembali, bagaimana denganmu?"


"Kau tidak usah pikirkan tentang aku."


"Baiklah, itu kita bicarakan nanti."


Pembicaraan mereka berhenti sampai disana, dan Asgar mulai bekerja.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Next

__ADS_1


👏👏👏👏👏


__ADS_2