
"Its show time."
Imel dan Gaby mendekati Roby yang sudah mulai terlihat gelisah dan menggeram menahan sesuatu.
Imel melucuti pakaiannya sendiri dan beranjak ke atas tubuh Roby yang sudah mulai mengeluarkan keringat dingin.
"Oh, kau sudah berkeringat tampan. Aku suka tubuh kekarmu yang berkeringat." Imel menggerakkan jari telunjuknya naik turun di atas dada bidang Roby.
"Jal*ng!, jangan berani-berani menyentuhku." bentak Roby dengan nafas yang terengah-engah.
"Aku gak akan cuma sentuh kamu, tapi aku juga akan bermain dengan tubuhmu ini." Imel menciumi telinga Roby yang tengah sekuat tenaga menahan hasratnya yang semakin meninggi.
"Aku juga akan ikut kalian bermain." timpal Gaby yang juga mulai bergabung dengan Imel.
"Brengsek kalian, aku pastikan kalian akan menyesal setelah ini." ancam Roby yang sudah terlihat tidak fokus akibat efek obat yang tadi diberikan padanya saat dia tidak sadar.
Roby mengepal erat tangannya untuk menahan gairah yang sudah memuncak, bahkan tubuh bagian bawahnya sudah terlihat menegang dan mengeras. Rasanya Roby ingin menendang wanita-wanita jal*ng yang sedang menggerayangi tubuhnya ini.
"Errgghh." Roby menggeram tertahan, antara menahan amarah dan merasakan kenikmatan yang menyiksa dirinya.
"Jangan di tahan baby." ucap Gaby yang terus mencumbu Roby.
Roby sekuat tenaga mencoba melepaskan ikatan di tangannya hingga membuat pergelangan tangannya memerah. "SIALAN.!!!" geram Roby.
Imel mulai mengarahkan miliknya pada milik Roby yang sudah menegang, sesaat sebelum dia menyatukan milik mereka, tiba-tiba pintu di dobrak paksa dari luar.
Imel dan Gaby tersentak kaget mendengar pintu yang di dobrak paksa, dan disana terlihat beberapa orang pria bertubuh tegap berdiri menyeringai.
"Hello Ladies, maaf mengganggu kesenangan kalian."
"Sial." umpat Gaby.
Imel langsung turun dari tubuh Roby dan memakai pakaian nya asal, begitu juga Gaby.
Imel mencoba menghubungi anak buahnya yang berada loby, namun setelah beberapa kali panggilan tak ada jawaban dari satupun anak buahnya.
"Kalian mencari para cecunguk ini." ucap Asgar yang tiba-tiba muncul sambil menunjukan sebuah video yang berisi rekaman para anak buah Gaby yang diikat oleh orang-orang dari Asgar.
__ADS_1
"Kau sialan, ternyata kau menipuku." umpat Gaby.
Dia kesal, karena belakangan ini Gaby sering menghabiskan malam bersama Asgar. Walaupun dia tau kalau Asgar adalah sahabat Roby, tapi Asgar meyakinkan Gaby bahwa dia dan Roby sudah tidak sejalan lagi.
Bahkan Asgar memberi tahukan kepada Gaby apa saja rencana yang sudah Roby susun, karena memang salah satu rencananya adalah menipu Gaby dari dalam dan mencari tau tentang geng mafia the Dead Owner. Geng yang selama ini ada di belakang wanita licik ini.
"Kurang ajar kau Asgar, dasar penipu licik."
Asgar menyeringai "Untuk menangkap seekor rubah sepertimu, memang kita harus sedikit memakai akal bulus. Dan ternyata terbukti ampuh."
Gaby mengambil tasnya dan mencari pistol yang biasa dia bawa kemana-mana, namun belum sempat bertindak jauh. Salah satu orang Asgar menembak jatuh tas yang di pegang Gaby.
Sedangkan Imel, dia sudah meringkuk ketakutan di sudut kamar. Dia tidak menyangka jika akan terjadi seperti ini, dia berpikir hanya akan bersenang-senang dengan seorang pria tampan.
"Sialan." geram Gaby.
"Tangkap wanita sialan itu."
"Kalian pasti akan menerima akibatnya karena sudah berani menangkap aku, mereka pasti akan mencari keberadaanku dan membebaskanku."
"Oho, justru itu yang kami tunggu."
Rena diberi kabar oleh Asgar, bahwa Roby sangat membutuhkan bantuannya. Untuk itu dia segera datang ke tempat yang diberi taukan oleh Asgar, sedangkan Kafka dia titipkan kepada Jennie.
Begitu tiba di kamar hotel itu, Rena tercengang saat melihat Roby yang terbaring dengan keadaan kaki dan tangan yang terikat tanpa berpakaian dan hanya tertutup oleh selimut yang diberikan Asgar.
Dia juga melihat bahwa disana ada 2 orang wanita yang terikat dengan kondisi pakaian yang berantakan, dia mengenal salah satunya adalah Gaby tapi tidak untuk yang satu lagi.
Rena berjalan perlahan mendekat kearah ranjang, dimana disana Roby tengah menatapnya dengan tatapan bergelora dan keringat yang sudah bercucuran.
Saat melewati kedua wanita itu, Rena menghentikan langkahnya karena mendengar ucapan Gaby.
"Hai Rena, kita bertemu lagi. Sayang sekali kau datang terlambat untuk melihat kami yang sedang bersenang-senang dengan suamimu." ejek Gaby sengaja memancing emosi Rena.
"Kau pikir aku percaya, dasar jal*ng." Jawab Rena mencoba untuk tenang.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi kami tengah bermain permainan baru. Roby memang lihai di ranjang, kami sampai kewalahan dan harus mengikatnya di ranjang supaya bisa mengimbangi permainan ganas suamimu."
__ADS_1
"Sayang, jangan dengarkan dia." ucap Roby lirih, dia sudah tidak berdaya menahan hasratnya yang sudah memuncak. Apalagi dia melihat Rena datang, rasanya dia sungguh sudah tidak tahan lagi.
Asgar yang melihat situasi yang sudah mulai tidak kondusif, segera membawa Gaby dan Imel keluar dari kamar itu, begitupun dengan yang lainnya dan hanya menyisakan Rena dan Roby disana.
Setelah kepergian mereka, Rena hanya menatap kosong ke arah Roby.
"Ya Tuhan." batin Rena.
Jujur saja, dia tidak percaya apa yang dikatakan oleh Gaby. Tapi melihat keadaan Roby yang tanpa busana dan bersama dengan kedua wanita tadi, rasanya Rena tidak sanggup membayangkan apa yang sudah mereka lakukan.
Apa yang harus dia lakukan sekarang, apakah dia harus berpura-pura tidak tahu.
"Sayang tolong aku." pinta Roby membuyarkan lamunan Rena.
Rena tersadar dan dengan ragu-ragu mendekati Roby untuk membuka ikatan tali di tubuh Roby. Biar bagaimanapun yang terpenting sekarang adalah melepaskan tali yang membelenggu tubuh suaminya itu dulu.
Roby minta pada Rena dengan suara paraunya."Ren, aku... Tolong aku sayang."
Rena hanya diam tak berkata-kata, dia hanya fokus melepaskan tali itu satu persatu.
"Sayang,,, please. Aku udah gak kuat." Roby mencoba mendekati Rena dan mengendus aroma tubuhnya.
"Ren, jangan dengarkan Gaby. Percaya sama aku, aku gak lakuin apapun sama mereka." jelas Roby, namun Rena masih terdiam tak bersuara.
"Ren, aku dibius sayang. Aku gak sadar udah dikasih obat laknat itu sama mereka, pas sadar ternyata aku udah dalam kondisi seperti ini. Please percaya sama aku sayang, tolong aku."
Begitu semua ikatan terlepas, Rena bangun dari duduknya dan memberikan pakaian untuk dipakai Roby.
Roby memeluk Rena yang berjalan ke arah pintu. "Kamu gak percaya sama aku, aku akan buktiin kalau aku itu di jebak. Tapi please bantu aku, ini sangat sakit. Aku gak kuat lagi sayang, please." Roby bergetar hebat dan nafasnya mulai terputus-putus menahan sakit.
Rena yang tidak tega melihat Roby kesakitan, akhirnya berbalik arah dan bersedia membantu Roby meski dalam keadaan bimbang.
...----------------...
...----------------...
Next
__ADS_1
👏👏👏