Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Kedatangan keluarga


__ADS_3

2 Minggu sudah Resti berada di daerah L, kini waktunya dia untuk kembali ke daerahnya dan melanjutkan kehidupannya seperti semula.


Sebelum pergi, Resti sempat mampir ke pusat oleh-oleh khas daerah L untuk membawakan sesuatu kepada ibu dan juga tetangganya.


"Baby." panggil Boy berdiri tepat di samping mobilnya.


"Kak Boy!!, kok ada disini. Bukannya kamu ada urusan ya!!" tanya Resti kaget.


Karena kemarin, Boy mengatakan kalau dia tidak bisa mengantar Resti ke stasiun untuk pulang ke daerah S. Namun nyatanya, kini Boy sudah berada di hadapannya.


"Kenapa?, gak boleh!!" Boy berjalan mendekati Resti.


"Bukan gitu, tapi kakak bilang kemarin."


"Udah di urus sama anak buahku." Boy mengambil tas yang ada di tangan Resti. "Udah belum?"


Resti mengangguk lalu menatap kearah Leni "Kak, aku pulang dulu ya. Makasih buat semuanya selama aku disini."


"Iya neng, kakak juga makasih udah ditemenin sama kamu. Kapan-kapan main lagi kesini ya." ucap Leni seraya memeluk Resti.


Kemudian Boy segera membawa Resti untuk pergi dari sana, selama dalam perjalanan tidak ada yang membuka suara.


Resti sedang memikirkan bagaimana hubungan mereka kedepannya, bila nanti keluarganya tidak menyetujui mereka. Selain itu, apa yang harus dia katakan nanti pada ibunya saat tiba di rumah. Kenapa dia bisa bersama dengan Boy kembali kesana.


Sedangkan Boy, dia hanya memperhatikan Resti dari samping. Dia tau bahwa saat ini gadisnya itu sedang gelisah, Boy hanya ingin memberikan waktu untuk Resti menenangkan pikiran dan hatinya.


Setelah melewati perjalanan selama ±7 jam, akhirnya mereka tiba di depan rumah Bu Lastri. Resti masih tidak menyadari bahwa mereka telah tiba, karena terlalu sibuk berpikir.

__ADS_1


Boy menggenggam tangan kanan Resti hingga membuat Resti terperanjat kaget "Baby."


"Ah... Iya. Kenapa?, kok berhenti disini?" Resti menengok ke kanan dan ke kiri.


Boy tersenyum "Terus mau berhenti dimana?, di apartemen aku!!. Aku sih gak masalah, malah itu yang aku mau." goda Boy.


Resti memukul tangan Boy yang memegang tangannya "Apaan sih?, ngaco. Kalau mesum, cari aja sana yang lain." omel Resti.


"Yakin!!" Boy menaikkan alisnya.


"Iya, ogah aku sama cowok tua mesum lagi."


Boy mencubit hidung Resti "Ih udah di bilang, aku tuh seumur sama kakak kamu dan Roby. Yang tua bagian mananya coba?"


"Ya,,,, bagi aku kamu itu tua."


"Ya karena, yang lain seumur kamu tuh udah punya anak, ada yang 2 bahkan 3. Lah kamu calon aja belum ada."


"Kalau aku udah nikah, nanti kamu sama siapa?. Lagian, siapa bilang aku belum punya calon. Aku udah punya, ya walaupun masih bocah, masih labil dan suka ngambek. Tapi aku suka." Boy mencolek hidung Resti.


"Maksud kamu siapa?"


"Ya siapa lagi, emangnya pacar aku siapa!!. Kamu mau aku punya pacar lagi!!"


"Jadi maksud kamu aku itu masih bocah labil yang suka ngambek gitu." Resti bersedekap dada dan memanyunkan bibirnya.


"Hahaha, tuh kan ngambek." Boy menarik tubuh mungil Resti dan memeluknya "Gak kok, aku bercanda. Ya udah yu turun, soal ibu kamu gak usah takut. Biar aku yang ngomong sama ibu, yang penting kamu harus percaya sama aku." Resti mengangguk menanggapi ucapan Boy "Gadis pintar."

__ADS_1


Mereka pun turun dan sudah disambut oleh tatapan tajam dari beberapa orang yang sudah menunggu kedatangan mereka di rumah itu.


"Ka,,, kalian." ucap Resti tergagap.


"Cepat masuk, kita harus bicara serius." ucap Bu Lastri tajam.


Resti merasa sangat takut, dia hanya takut sang ibu marah padanya karena hubungannya dengan Boy.


Boy menggenggam tangan Resti erat untuk menenangkan gadis yang dia cintai itu. "Tenang saja ok." ucap Boy lirih.


Begitu masuk kedalam rumah, mereka sudah ditunggu oleh Bu Lastri, Rena dan Roby.


Rena dan Roby datang karena mendapat laporan dari Leni tentang keberadaan Boy selama Resti ada di daerah L.


Awalnya Rena menghubungi Leni untuk menanyakan perkembangan rumah makan miliknya dan juga menanyakan apakah selama disana, Resti membuat ulah ataupun merepotkan.


Ternyata dia malah mendapat jawaban bahwa selama disana Resti sama sekali tidak pernah merepotkan, bahkan Leni merasa terbantu dengan adanya Boy disana menemani Resti.


Karena wajah bule ketimuran milik Boy, membuat banyak para konsumen datang kesana hanya untuk melihat tampannya wajah Boy. Dan akhirnya Leni menceritakan tentang Boy kepada Rena.


Sedangkan Bu Lastri yang sudah mendengar tentang kisah antara Rena, Roby dan Boy sangat khawatir sekarang. Bu Lastri hanya takut, bahwa Boy mendekati Resti karena ada tujuan tertentu dan ingin membalas atas rasa sakit hatinya pada Rena dan Roby.


...----------------...


...----------------...


Next

__ADS_1


👏👏👏


__ADS_2