Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Salah Paham


__ADS_3

"Sayang." panggil Roby yang saat ini sedang mengancingkan lengan kemejanya.


"Hm." jawab Rena sambil memasang dasi milik Roby.


"Kamu bener gak mau ikut jemput Resti!"


"Sebenarnya sih aku mau banget, tapi Kafka lagi demam, gak mungkin kan aku ajak dia perjalanan jauh."


"Apa aku gak usah jemput Resti, biar aku minta Asgar jemput dia." tawar Roby yang merasa kasihan dengan Rena dan juga khawatir dengan kesehatan Kafka.


"Jangan, aku gak papa kok. Lagian juga kasihan sama Asgar, dia juga pasti capek baru balik dari Mesir."


"Tapi aku khawatir sama Kafka, ntar kalau kamu butuh apa-apa gimana?"


"Aku bisa minta tolong sama penjaga Apartemen, lagian Kafka demam karena dia mau bisa berjalan. Jadi itu udah biasa kok." ucap Rena menenangkan suaminya.


"Masa sih!, kok kamu tau?"


"Kan aku yang rawat Resti dulu, kalau ayah kerja trus ibu berdagang di pasar, aku yang asuh Resti. Maka dari itu aku udah terbiasa sama anak kecil."


"Uh benar-benar istri idaman. " Roby mencium mesra pipi Rena.


"Udah yuk sarapan dulu."


Mereka keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk sarapan, setelah sarapan Rena mengantar Roby hingga ke depan pintu.


"Ya udah aku berangkat ya, ntar aku langsung berangkat jemput Resti dari kantor. Biar gak kejebak macet, soalnya ini akhir minggu, jadi kalau kemalaman dikit nanti aku keburu ketemu sama mereka yang mau jalan-jalan. Trus ntar aku di gaet sama para ABG lagi."


"Idih PD banget, siapa juga yang mau sama om-om tua kaya kamu."


"Biar tua tapi masih strong, makin tua makin hot. Kamu gak inget apa, waktu di kedai aku dikerubungin sama emak-emak ceria."


"Mayat kali ah dikerubungin. Udah sana berangkat." usir Rena.


"Yakin nih gak mau ikut!, gak takut aku di lirik sama para mahmud diluar. " goda Roby.


"Ya silahkan, aku juga bisa gaet duren sawit kalau gak berondong manis." timpal Rena mengejek Roby.

__ADS_1


"Enak aja!, gak bisa." jawab Roby tak terima.


"Udah sana berangkat, aku mau siap-siap buat nyari duren sawit yang tajir melintir yang warisannya gak abis 7 turunan 8 tanjakan 9 tikungan, Uh pokoknya mandi uang lah." ucap Rena dengan nada manja menggoda Roby.


"Awas ya kalau kamu berani. "


"Udah sana. Daaaaah." Rena mendorong tubuh Roby keluar pintu lalu menutupnya.


Rena tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi panik dari Roby saat dia mengatakan akan mencari pria lain. Sedangkan Roby terlihat gelisah memikirkan ucapan jahil istrinya tadi.


Karena Roby yakin, Rena pasti dengan mudah mendapatkan pria yang lebih segalanya darinya. Secara Rena memang terlihat sangat manis dan imut, dengan postur tubuh yang mungil, raut wajah yang masih nampak seperti


remaja dan juga begitu natural.


Waktu terus berjalan, kini waktu sudah menunjukan pukul 2 siang. Roby memang sudah meminta izin untuk pulang lebih awal, dan beruntung hari ini tidak pekerjaan yang mendesak jadi Morens mengizinkan Roby untuk pulang cepat.


Roby langsung tancap gas tanpa membuang-buang waktu, karena perjalanan dari Jakarta menuju ke kota S memakan waktu sekitar 4 jam.


Akhirnya Roby sampai di kota S pada pukul 6 sore, untung saja kondisi jalan mendukung dirinya agar sampai disana lebih cepat.


Setelah membersihkan diri dan beristirahat sejenak, Roby langsung berpamitan kepada ibu mertuanya. Roby tidak ingin membuang waktu, dia ingin tiba di apartemen nya sebelum dini hari.


Resti juga ingin membelikan beberapa novel untuk Rena, Resti sibuk memilih buku-buku yang ada disana, sedangkan Roby memilih untuk menunggu di sebuah kafe yang berada di seberang toko buku itu. Roby memesan satu porsi roti bakar dan segelas jus, karena memang tadi dia tidak sempat untuk makan di rumah ibu mertuanya.


Setelah dirasa cukup, Roby menghampiri Resti yang masih setia di depan rak-rak yang menyediakan banyak buku-buku jaman dahulu.


"Udah selesai belum?" tanya Roby yang melihat Resti sudah membawa beberapa buku di gendongan tangan kirinya.


"Dikit lagi kak, aku lagi cari buku buat referensi aku nanti kuliah kak."


Roby hanya manggut-manggut menanggapi ucapan Resti, setelah hampir 15 menit berlalu, Resti masih belum mendapatkan apa yang dia cari.


"Udah lah kak, kayanya gak ada deh bukunya. Mending kita lanjut aja takut kemalaman, kasihan kak Rena." ucap Resti yang menyerah karena tidak menemukan apa yang dia cari.


"Ya udah sekarang bayar dulu." Roby mengambil buku-buku dari tangan. Resti dan memberikannya kepada kasir.


Setelah selesai membayar, Roby menahan Resti yang sudah mulai melangkah menuju ke mobil.

__ADS_1


"Resti, tunggu."


"Iya kak." Resti menoleh.


"Tadi aku liat buku ini, mungkin kamu suka." Roby memberikan sebuah buku yang berjudul TIPS DAN TRIK MENJADI SEORANG JURNALIS.


Resti tidak menyangka bahwa Roby akan memberikan sebuah buku yang memang sangat dia butuhkan dan dia cari tadi. Resti sangat senang dan tanpa sadar memeluk Roby.


"Makasih ya kak, dari tadi aku cari buku ini tapi gak ketemu. Trus kok kakak tau aku lagi cari buku ini." Resti memeluk buku yang Roby berikan.


"Kamu kuliah ambil jurusan komunikasi kan, dan aku rasa buku ini sangat cocok buat kamu. Karena jurusan yang kamu pilih bisa mengarahkan kamu sebagai Pembaca berita, juru bicara ataupun seorang jurnalis atau wartawan. "


"Kak Roby emang The best dah."


"Ya udah kalau gitu bayar dulu bukunya, abis itu kita lanjut lagi. Kasian kakak kamu sendirian. "


"Iya kak, sekali lagi makasih ya. "


Setelah Roby membayar semua buku, mereka langsung meninggalkan toko buku itu.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan semua yang dilakukan Roby dan Resti.


"Bukannya itu Roby!, tapi sama siapa dia malam-malam begini." Boy sejenak berpikir dan dia teringat akan sesuatu "Bukannya itu cewek aneh yang nabrak gue waktu itu kan!"


"Kok dia bisa sama Roby ya, mereka keliatannya akrab banget, bahkan sampai peluk-peluk segala. Ternyata tuh anak emang cewek gak bener, mainnya sama om-om. Apa dia gak tau kalau Roby itu udah nikah!, dasar cewek gak bener. " ucap Boy bermonolog.


Boy baru saja selesai bertemu dengan salah satu kliennya di salah satu resto yang letaknya tidak jauh dari toko buku yang dikunjungi Roby.


Saat ingin membuka pintu mobilnya, dia tidak sengaja melihat Roby yang keluar dari salah satu kafe dan menghampiri seorang gadis yang pernah dia temui.


Boy memutuskan untuk mengamati semua gerak-gerik Roby, dia penasaran, sebenarnya ada hubungan apa antara Roby dan gadis itu.


...----------------...


...----------------...


Next

__ADS_1


👏👏👏


__ADS_2