Penakluk Sang Asisten

Penakluk Sang Asisten
Kasih sayang


__ADS_3

Akibat kondisi Rena yang sedang tidak stabil, Roby memutuskan untuk menetap di sekitar tempat tinggal Rena. Roby ingin memastikan bahwa keadaan Rena baik-baik saja.


Walaupun mendapatkan penolakan dari Rena, Roby tetap bersikeras untuk menjaga dan memastikan keadaan Rena selama suami Rena sedang di luar kota, begitu pikir Roby.


Seperti saat ini, Roby sedang berada di kedai milik Rena. Dia datang untuk menjemput Rena, dengan sabar dan setia dia menunggu Rena hingga selesai bekerja.


"Roby, kamu datang?" tanya Rena begitu dia keluar dari ruang kantornya.


"Iya, aku mau jemput kamu." jawab Roby sambil cengengesan.


"Jemput aku lagi!, emang kamu gak sibuk?" tanya Rena yang sebenarnya ingin menolak.


"Kan, aku pengangguran sejati." goda Roby.


"Iya, kamu pengacara (pengangguran banyak acara)."


"Bisa aja kamu." Roby mencubit hidung Rena.


"Sakit tau!!" protes Rena dengan manja.


"Maaf ya, abis kamu gemesin deh. Perut buncit, pipi cubby jadi tambah lucu. Jadi mau cium deh." Roby berkata tanpa sadar.


"Eh." Rena heran mendengar ucapan Roby.


Roby tersadar atas ucapannya saat melihat reaksi Rena. "Maaf, aku gak maksud...."


"Iya."


"Ya udah yuk pulang, udah sore." Ajak Roby dengan sedikit canggung.


Rena hanya mengangguk mengiyakan ajakan Roby, disepanjang perjalanan mereka hanya sama-sama terdiam.


"Ya Tuhan, andai aja sekarang ini aku bersama Rena menjadi sebuah keluarga, aku pasti bahagia banget saat ini." batin Roby sambil sesekali melirik Rena yang tengah fokus memandang jalan dari arah samping.


"Em, gimana kalau kita makan dulu!. Kamu pasti belum makan kan?, apa ada yang kamu pengen?. Bilang aja sama aku, jangan kamu tahan, nanti dia ileran lagi." Roby mengusap perut Rena.

__ADS_1


Rena melihat tangan Roby yang mengusap perutnya, ada perasaan senang yang amat membuncah. Karena akhirnya dia merasakan saat dimana masa kehamilan yang membutuhkan kasih sayang orang yang kita sayangi akhirnya terwujud.


Walaupun agak sedikit terlambat, itu tidak masalah. Paling tidak, anak yang dikandungnya merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya.


"Kamu gak keberatan kan, kalau aku berbuat begini?. Aku cuma merasa kalau ada sesuatu yang membuat aku terasa dekat dengan anak ini.


Meskipun kamu menyangkal dan mengatakan bahwa anak ini bukan anak aku, tapi aku yakin kalau dia adalah buah cinta kita." Roby berucap dengan penuh keseriusan sambil tetap fokus menyetir.


Tiba-tiba saja terdengar suara Isak tangis dari Rena, Roby langsung menepikan mobilnya sementara, untuk memberikan ketenangan terlebih dahulu pada Rena.


"Kamu kenapa Ren?, apa aku salah ngomong?. Maaf, aku selalu bikin kamu nangis." Roby menarik Rena kedalam pelukannya.


"Kenapa sih Rob, gak dari dulu kamu ngomong kaya gini ke aku. Kenapa kamu gak pernah mau jujur sama aku. Hik,,, hik,,,, hik, kalau aja kamu gak mentingin ego kamu, mungkin sekarang kita udah bahagia. Hik,,, hik,,, hik." ungkap Rena atas apa yang dia rasakan.


"Iya aku emang salah, aku emang cowok egois dan paling bodoh sedunia. Aku udah bikin kamu sakit hati berkali-kali, aku sadar semua kesalahan aku.


Aku minta maaf sama kamu, aku mau kita mulai dari awal lagi dan saling menghilangkan ego kita masing-masing. Maafin aku." Roby mengeratkan pelukannya pada Rena.


"Hua,,, huaaaa... Kamu jahat Roby, Aku benci sama kamu. Aku mau jujur sama kamu, sebenarnya anak ini emang anak kamu." ungkap Rena sambil memukuli dada Roby.


"Aku baru tau aku hamil setelah 2 bulan kamu pergi, waktu itu aku bingung buat kasih tau kamu apa enggak. Sedangkan kamu, setelah kamu pergi ke Amerika kamu udah gak pernah hubungi aku lagi.


Aku jadi ragu mau kasih tau tentang ini sama kamu, aku takut respon kamu bakal menolak dan meminta aku menggugurkan anak ini karena kamu gak menginginkannya. Jujur aku sayang sama dia, dia gak bersalah. Karena dia juga, aku bisa melewati ini dengan ikhlas." jelas Rena yang sudah lebih tenang, namun masih sesekali terisak.


"Maaf, sekali lagi maaf. Waktu itu keadaannya sangat genting, sampai aku ngelupain kamu. Kalau aja aku tau kamu hamil, aku pasti akan meminta Asgar buat jagain kamu ekstra. Maaf ya, aku tau beribu kali aku minta maaf, tetap gak bakal bisa mengulang semuanya."


"Iya, aku udah maafin kamu dari awal. Sebelum kamu minta maaf sama aku." Rena melepaskan diri dari pelukan Roby.


"Terima kasih, kamu emang baik hati. Jadi apa kita bisa mulai dari awal lagi?"


"Maaf Roby, kalau untuk itu aku masih belum bisa. Karena kejadian ini, aku udah bikin seseorang terluka dan terasa terabaikan." Rena tertunduk dan teringat akan Boy, dia yang selama ini selalu ada untuknya. Walaupun Rena tidak menaruh perasaan pada Boy, tapi dia tidak mau membuat Boy merasa dimanfaatkan olehnya, ya walaupun selama ini bukan dia yang meminta itu.


"Iya aku paham, maaf aku gak maksud ganggu rumah tangga kamu. Tapi aku mohon ijinin aku untuk jaga kamu sampai anak kita lahir." Roby baru ingat bahwa saat ini Rena sudah menikah dengan orang lain, itu yang dia tau.


"Iya gak papa."

__ADS_1


"Makasih. Tapi,,,, apa boleh aku cium kamu sekali ini aja?"


Rena berpikir sejenak, apa dia akan mengijinkan Roby untuk menciumnya. Secara yang Roby tau saat ini dia sudah menikah, apakah nanti Roby akan menganggap dia sebagai wanita gampangan dan menyebutnya telah berselingkuh.


Sementara hati yang terdalam, dia juga sangat merindukan pria yang saat ini ada disampingnya. Lagi pula dia juga tidak bersalah, mengingat tidak ada yang merasa dikhianati karena dia masih sendiri.


Akhirnya hati mengalahkan akalnya dan mengijinkan Roby menciumnya. Rena mengangguk tanda menyetujuinya.


Roby mulai mendekatkan dirinya seraya mengikis jarak antara dia dan Rena, Roby menangkup wajah Rena dengan sebelah tangannya, dan sebelah lagi mengusap lembut perut buncit yang dihuni oleh buah cinta mereka.


"Aku bakal tetap tunggu kamu sampai kamu bosan, dan setelah aku dapat kesempatan itu, aku gak akan bikin kamu kecewa lagi." ucap Roby lirih tepat dihadapan wajah Rena.


Rena tidak menjawab, dia hanya menitikan air mata yang tiba-tiba saja keluar saat mendengar ucapan dari Roby.


Roby mulai mengecup kening Rena, kemudian turun ke kedua mata, lalu beralih pada kedua pipi dan hidungnya, sampai tiba saat bibir mereka berdua bertemu.


Roby mencium Rena dengan lembut tanpa memberikan kesakitan pada Rena, Roby menyalurkan semua hasrat kerinduan yang membuncah pada Rena saat ini.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Maaf baru update kesayangan aku,


kemarin 2 hari aku drop lagi, tekanan darah aku turun mencapai 60/90, dan itu bikin aku lemes juga pusing banget.


Tapi Alhamdulillah sekarang udah berangsur normal lagi dan akhirnya bisa melanjutkan cerita yang sebenarnya aku sendiri juga merasa greget saat menulisnya.


Senin datang, jangan lupa VOTENYA juga kembang dan sajen kopinya.


Next


👏👏👏👏👏

__ADS_1


__ADS_2