
DUNIA Daniel terlihat sempit, yaitu hanya seputar rumah dan sekolah. Diusianya yang menginjak ke tujuh belas tahun, Daniel sama sekali belum pernah merasakan indahnya cinta. Bukan lantaran Daniel memiliki kelainan hingga tidak berminat dengan perempuan. Melainkan Daniel tidak memiliki rasa percaya diri untuk mendekati seorang perempuan. Itu terjadi semenjak dia meyakini bahwa cowok yang berkulit hitam itu berarti tidak menarik, tidak ganteng. Semenjak lahir Daniel memang berkulit hitam seperti kulit ayahnya, pak Hans. Efek seringnya Daniel diolok-olok oleh kawan-kawannya, Daniel kemudian kehilangan rasa percaya diri. Jika dibiarkan, Daniel akan kehilangan masa remajanya yang indah.
Sebenarnya wajah Daniel tidak mengecewakan. Bahkan dulu sering dibilang ‘si hitam manis’ oleh ibunya ketika Daniel masih anak-anak. Tapi, belakangan dia baru sadar ternyata ucapan ibunya tersebut sekedar rayuan belaka supaya Daniel kecil mau diperintah-perintah oleh ibunya, entah diperintah makan, mandi, gosok gigi, cuci kaki, belajar, belanja kewarung dan lain sebagainya. Ternyata, ibunya pandai berpolitik untuk mengendalikan anaknya.
Seiring bertambahnya usia, Daniel membuktikan bahwa ucapan ibunya memang benar-benar bohong. Di mana tidak ada seorang pun yang mengatakan Daniel cowok si hitam manis. Yang ada malah mengatakan,’Daniel item’, ‘Daniel cemong’ bahkanada yang pernah bilang, ’ Daniel gelap gulita,’ Daniel kemudian bertanya-tanya di dalam hati; ‘ Apakah karena pertambahan usia sehingga manisnya hilang yang tersisa tinggal hitamnya .?’ Daniel mereka-reka.
Sulit bagi Daniel untuk membendung celaan orang lain. Mereka dibiarkan bersikap rasis seperti Donald Trump yang hanya mengenal dua waran kulit manusia, yaitu hitam dan putih, seperti televisi jaman dulu. Padahal, di belahan bumi ini ada manusia yang diciptakan berbagai macam warna kulit, ada kulit berwarna coklat, kuning, merah, ungu, abu-abu dan lain sebagainya. Daniel tidak habis pikir, kenapa banyak manusia yang tega menghina sesamanya. Padahal menurutnya, menghina ciptaan Tuhan sama saja menghina Tuhan itu sendiri.
“ Untukmu Daneil, kamu tidak perlu tersinggung jika mereka mengatakan kulitmu hitam. Karena kenyataannya kulitmu memang hitam..? Kamu boleh marah jika mereka mengatakan kamu putih. Itu berarti mereka telah membohongimu.” Kata Daniel kepada dirinya sendiri di depan cermin.” Banggalah dengan apa yang kamu miliki. Maka, Tuhanmu akan merasa puas menciptakanmu.” Lanjutnya sambil berkacak pinggang.
Kemudian Daniel terdiam. Di hatinya ada sesuatu yang menganjal yaitu, dia sebal dengan iklan produk pemutih yang kini kian populer. Masalahnya produk tersebut bukan hanya diperuntukkan untuk kalangan kaum perempuan
saja tetapi, juga merembet kepada kaum laki-laki. Itu artinya laki-laki juga harus berkulit putih. Daniel merasa terpojok dengan produk tersebut.
“ Kurang ngajar pabrik pemutih kulit itu. Dari produk yang mereka ciptakan seolah mereka ingin mengatakan bahwa, perempaun cantik dan laki-laki tampan adalah yang kulitnya putih. Ini sangat tidak adil, diskriminatif. Seharusnya mereka juga membuat beberapa varian untuk warna-warna lainnya seperti, merah, kuning, abu-abu, coklat dan lain sebagainya.
Menurut Daniel, cara kampanye mereka selain menyesatkan juga menyebabkan kesenjangan sosial. Orang-orang yang terprovokasi iklan akan berduyun-duyun membeli produk pemutih, membuat orang-orang yang kulitnya tidak putih seperti Daniel merasa tersingkirkan, dibunuh karakternya, ditenggelamkan dari peradaban jaman.
__ADS_1
” Sangat tidak adil ! Ckckcckckc…!” Lanjut Daniel sambil geleng-geleng kepala.
Daniel sejenak terdiam lagi. Hatinyabelum juga merasa plong. Masih ada satu ganjalan lagi, yaitu soal cewek sekelasnya yang bernama Cicilia yang juga pengguna fanatik pemutih kulit, padahal sebelumnya cewek cantik itu kulitnya dia berwarna kuning langsat.
“ Putih itu artinya bersih, kinclong. Semua yang baik-baik itu digambarkan putih, contohnya malaikat putih, awan juga putih. Sebab, awan yang berwarna abu-abu itu namanya mendung, keadaan yang membuat banyak orang merasa cemas. Lalu, bendera negara Indonesia juga paduannya putih, aku pun merasa cantik setelah memakai produk pemutih.” Kata Cicilia nyerocos seperti iklan jalan ketika tengah membahas produk pemutih kepada kawan-kawan sekelas.
‘ Putih artinya bersih..? Ngawur ! Banyak orang yang kulinya putih tapi jarang mandi. Terus, orang yang kulitnya hitam dianggap kotor walau sudah mandi berkali-kali, gitu..?’ Kata Daniel di dalam hati di pojok kelas ketika menguping pembicaraan mereka.
“ Soal cowok, kamu suka yang putih, hitam, coklat atau kuning..?” Tanya Eva iseng kepada Cicilia.
Daniel merasa sedih mendengar ocehanCicilia tersebut. Sebab, jelas pernyataan Cicilia itu membuat rasa percaya diri Daniel makin bertambah nyungsep.
‘ Daniel, kamu tidak perlu bersedih dan putus asa. Bangkitlah. Kulitmu boleh hitam sehitam-hitamnya, itu tidak masalah. Karena kamu cowok berbakat yang dapat menarik perhatian banyak orang, termasuk mungkin Cicilia sendiri. Gunakan bakatmu yang tidak dimiliki banyak orang. Itu lebih berarti untuk kamu pikirkan ketimbang membuang-buang waktu cuma untuk memikirkan waran kulit.’ Kata Daniel menasihati dirinya sendiri.
JRENG..! JRENG..! Daniel kemudian bangkit karena berhasil mengalahkan keraguan pada dirinya.
Ketika pulang dari sekolah, Daniel langsung mengunci kamarnya dan mengambil peralatan menggambar. Sambil ditemani musik sayup-sayup, Daniel menggoreskan pensil di atas permukaan kertas membentuk wajah cantik teman sekelasnya yang membuat dia jatuh hati tak tertahankan, yaitu Cicilia atau biasa disapa Cici.
__ADS_1
Daniel berharap, karyanya akan menjadi kejutan yang membuat Cicilia klepek-klepek. Mungkin Cicilia menerimanya
sambil menangis haru, dan tiap kali Cicilia memandang lukisan wajahnya itu akan teringat dengan si pembuatnya, Daniel, si seniman berbakat berkulit hitam.
‘ Siapa tahu cinta memang buta..’ Bisik Daniel dalam hati sambil terus mengambar.
Ya, hanya dengan bakat kecil serta doa sederhanalah Daniel berusaha merebut hati Cicilia yang populer di sekolah. Mungkin orang lain menganggap Daniel terlalu bermimpi, bagai perunduk merindukan bulan, bagai katak merindukan turun hujan disiang bolong. Perbandingan Daniel dengan Cicilia dianggap seperti jarak antara bumi dengan lagit. Sebab, siapa yang tidak kenal Cicilia..? Dia cantik jelita dan populer seperti selebritis. Sedangkan Daniel apa ? Terliahat pun tidak..!
Bahkan kepopuleran Cicilia sudah melewati batas pagar sekolah, yaitu dikalangan om-om yang hobby-nya makan lalapan daun muda. Pergaulan Cicilia yang lintas usia tersebut memang pernah Daniel dengar dari desas-desus yang beredar di lingkungan sekolahnya. Tapi, Daniel sengaja tutup telinga dengan kabar miring tentang Cicilia tersebut. Daniel sengaja membutakan matanya sendiri, supaya ada alasan bahwa cinta memang buta.
Hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja Daniel langsung dapat menyelesaikan lukisan dari cat akrilik itu. Esok, saat bersekolah dia akan memberanikan diri memberi lukisan wajah Cicilia tersebut sebagai kado ulang tahun Cicilia. Kado tersebut sebenarnya bukan suatu keharusan, di mana pasti banyak kawan-kawan sekelas yang juga akan memberikan. Tapi, bagi Daniel hadiah itu cukup penting sebagai cara unjuk bakat, dan siapa tahu bisa memikat hati si cantik, Cicilia. Karena hanya itu yang dia punya.
Lukisan wajah Cicilia itu kemudian di letakkan di atas meja belajar. Tanpa sadar Daniel tertidur pulas beralas meja
belajar. Tiba-tiba ayahnya, pak Hans masuk kedalam kamarnya dan melihat lukisan tersebut. Pak Hans kaget bercampur haru. Dia menganggap anak semata wayangnya itu sudah mulai ada kemajuan t untuk mengakhiri masa jomblonya yang berkepanjangan.
“ Tuhan benar-benar Maha Adil dan Maha Bijaksana, Semua dipasang-pasangkan sesuai fungsinya masing-masing. Ada bumi ada langit, ada malam ada siang, ada hitam ada putih. Ayahmu ini dulu juga tidak menyangka mendapat jodoh dengan bundamu yang putih..” Gumam pak Hans dengan perasaan lega sambil memandang Daniel yang tengah tertidur pulas.
__ADS_1