PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Mantan Arjuna


__ADS_3

"Siapa juga yang ganjen!"


"Elo." jawab ketus Arjuna seraya melangkah lebih dulu menghampiri ketiga teman-temannya, yang tengah berbisik-bisik dimeja sana.


"Sorry gue telat!"


"Oke, kagak masalah! eh tapi ngomong-ngomong itu barang baru Ar?" Sean berbisik dengan sebelah mata berkedip genit.


"Apaan?"


"Oke juga pilihan Lo!"


"Pilihan sikunyuk emang kagak ada lawan cuy!" Ardan menyahut sembari meneguk minuman kalengnya yang tinggal sedikit.


"Bukan maen!" sambung Paris. "Eh tapi, ngomong-ngomong nggak mau Lo kenalin ke kita Ar, ajakin sini napa?"


Arjuna mendengus, menoleh menatap sang istri yang jaraknya sedikit jauh darinya.


Gadis itu tampak celingukan menatap sekitar, dengan kedua tangan yang beberapa kali memperbaiki letak tas selempangnya yang sebenarnya baik-baik saja.


"Kenapa malah diem disini, nggak ngikutin gue?" kata Arjuna, dengan kedua tangan yang ia masukkan kedalam saku hoodienya.


"Biar nggak dikatain ganjen." sahutnya membuat Arjuna melengos, menahan tawa.


"Ikut gue!" cepat ia menarik tangan Zeela membawa gadis itu kehadapan teman-temannya.


"Hai cantik!" Sean melambai terlebih dulu, sementara Ardan mengelap tangannya menggunakan kaos Paris lalu mengulurkan tangan itu didepan Zeela.


"Rafardan Mahesa."


Belum sempat Zeela menjabat tangan Ardan, Arjuna sudah lebih dulu menyambarnya, "Zeela Hyuna Khansa namanya."


"CK, kok jadi elo sih yang jabat tangan gue." gerutu Ardan.


"Lah emang napa, gue kan cowoknya! jadi nggak apa-apa kan gue wakilin."


"Iyadeh serah Lo lah."


"Kalau gue yang kenalannya boleh kan Ar?" Sean menimpali.


"Barusan kan udah gue sebutin namanya."

__ADS_1


"Dih ilah, posesif banget."


"Lo berdua kek yang nggak tahu aja sipatnya si air terjun, masih aja digangguin." Paris yang sejak tadi jadi penonton pun berdiri, menoyor kepala Sean dan juga Ardan secara bergantian.


"Ngomong-ngomong mbak Iren dimana ya?" tanya Arjuna seraya celingukan mencari sosok yang ia sebutkan.


"Ngapain nyari mbak Iren, mau ngutang bakwan?" Sean menyahut ketus.


"Kagak, mau nuker panci!"


"Zee, gue ada urusan sebentar diluar, Lo tunggu disini dulu ya, entar biar ditemenin dulu sama mbak Iren."


"Siapa?" tanya Zeela yang tentu tidak tahu siapa Iren yang dimaksud suaminya.


"Euhm.. anaknya pak Lukman yang punya lapak ini."


"Terus Lo mau kemana?"


"Ada urusan bentar, gue janji nggak lama kok."


"Tapi_"


"Yaudah terserah deh."


"Lo duduk sini, kalau ada yang jailin Lo atau bikin masalah sama Lo bilang sama gue." Arjuna melirik ketiga sahabatnya, yang tampak tersenyum kaku.


"Terutama, dari gangguan tiga makhluk yang berekor itu." lanjutnya, membuat ketiga sahabatnya refleks saling pandang, dan memeriksa bokongnya masing-masing.


Sementara Arjuna menghampiri Iren yang tengah membereskan meja yang tak jauh dari ia berdiri.


"Emang Lo ada ekornya?" Paris bertanya sembari menggaruk tengkuknya menatap Sean dan Ardan yang hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Disaat yang sama, Iren muncul yang diikuti Arjuna dibelakangnya.


"Oh ini yang namanya Zeela, cantik banget! pantesan si Arjuna sampai nitipin kamu segala, kenalin saya Iren,?"


"Zeela mbak." balas Zeela sembari membalas menjabat tangan Iren.


"Yaudah mbak, gue titip dia ya! bentaran doang kok."


"Oke, aman!"

__ADS_1


"Thanks ya mbak."


"Santai aja."


"Zee, gue pergi dulu."


"Hmm, hati-hati."


Arjuna mengangguk, kemudian bergegas menaiki motornya meninggalkan Zeela bersama Iren.


"Ayok duduk, kita ngobrol-ngobrol." ajak Iren menggandeng tangan Zeela menuju salah satu meja yang cukup berjarak dari meja ketiga sahabat Arjuna yang mulai sibuk dengan ponselnya masing-masing.


"Mau minum apa?" tawar Iren, "Tenang, udah dibayarin pacar kamu kok."


"Apa aja deh mbak."


"Yakin?"


"Iya."


"Yaudah, tunggu bentar ya."


Tak lama Iren kembali membawa dua gelas minuman hangat yang ia letakkan dihadapan Zeela dan juga dirinya.


"Eh, Arjuna mana?" tanya seorang gadis berpakaian mini, tepatnya didepan Sean, Ardan, dan juga Paris.


"Kagak ada, ngapain nanya-nanya! Lo bukan siapa-siapa dia lagi kan?" Sean menyahut dengan ketus.


"Itu mantan pacarnya Arjuna." bisik Iren, membuat fokus Zeela yang semula menatap gadis itu menoleh menatap Iren.


"Arjuna udah pernah cerita Belum, kalau dia itu mantannya banyak?" ucap Iren, khawatir jika gadis cantik dihadapannya tersinggung karena ucapannya.


''Udah kok mbak."


"Tapi kamu nggak apa-apa?"


Zeela tersenyum tipis, "Cuma mantan kan.?"


*


*

__ADS_1


__ADS_2