
Hal yang paling indah dalam sebuah rumah tangga adalah moment dimana kita mendapatkan seorang anak begitu juga denganku dan Vano. Apalagi lenyataannya aku memang sedang berbadan dua.
Masih teringat betapa bahagianya Vano setelah mendapatkan 2 garis yang menandakan kalau kami benar benar akan menjadi seorang mom dan dad.
Flashbach on
Saat itu aku sedang mandi setelah memberikan urinku pada Vano. Tampa ikut pusing dengan hasilnya aku dengan santai mandi tapi tiba tiba Vano berteriak sangat kencang,dan dalam teriakannya menunjukkan kalau dia sangat senang.
Aaaaaaaaaa,berhasil berhasil, gue berhasil.
Itulah yang dikatakan oleh Vano dan membuatku hanya bisa cengo karena dia seperti orang kesurupan begitu.
Kenapa dengan Vano,itulah yang ada di kepalaku.
Tapi karena penasaran,aku memutuskan bertanya padanya.
" Kenapa sih! Kok teriak kayak orang gila gitu. Ada apa " tanyaku penasaran sambil mengeringkan tubuhku dengan handuk
" Hais! Kamu tau nggak sih bab,kita mau jadi dad and mom tau nggak. Liat nih hasilnya " ujar Vano senang.
__ADS_1
Melihat hasil tespeck itu aku hanya terpaku, ada rasa kamum,karena aku akan memiliki sosok yang aku panggil baby tapi juga cemas dengan hari kedepannya. Apa aku masih bisa sekolah sampai akhir, meskipun aku tau itu tak mungkin karena kami bahkan baru semester awal.
Hah! Sudahlah lebih baik aku menyiaphatiku untuk memberikan kabar ini pada keluarga besarku.
Flashback of
Sejak hari itu Vano sangat ptlrotektif padaku,apalagi saat tau my baby kembar. Waw,hal yang sangat membuatku penasaran karena dari dulu tak bisa melihat sosok kembar dalam keluargaku.
Aku sangat semangat memberikan kabar pada orang tua kami masing masing. Kemungkinan aku akan berhenti sekolah diawal bulan ke 4 karena kondisi baby kembarku membuat perutku jadi lebih besar seperti usia kehamilan tua jadi itu akan membuatku sulit berjalan.
Saat aku sedang santai diruang tv,tampak Vano bersama yang lainnya sedang berjalan menghampiriku.
Aku hanya memutar bola mata malas mendengar ucapannya. Cih liat aja kalo nanti dia hamil,aku pulangin omongannya.
Dendam
Enggak juga sih tapi lebih ke memberi pelajaran aja kalo kita itu swbenarnya sama,sama sama cengeng dan manja. Tapi aku tak pernah memperlihatkannya kecuali dengan Vano dan keluarga besarku.
" Oh ya gimana sekolah,sayangnya gue harus bedrest karena kehamilan muda ini. Padahal hari ini adalah olahraga yang aku tunggu " ujar Bryanda sebel.
__ADS_1
" Loe suka pelajarannya atau mau cuci mata karena pelajaran hari ini adalah olahraga renang " ujar Kesya jahil.
" Eh! Emang hari ini olahraga renag
Ng,kok gue nggak tau ya. Pastas aja Vano melarangku sekolah,disamping berbahaya. Alasanya biar aku nggak genit dan nanti baby juga genit. Tadinya gue enggak terima sama omongan Vano tapi setelah mendengar ucapan Kesya,jelaslah sudah apa yang menyebabkan Vano begitu.
Dasar cemburuan.
Aku pun terlarut dalam obrolan kami sesama istri, sedangkan Vani bersama Sam dan Marcel.
" Bry! gimana rasanya hamil,apalagi kempar Bry, loe rasain apa aja selama hamil " tanya Carla.
" Gimana ya! Kadang gue malas banget ngapain. Bawaanya tidur,kalo gue nggak suka sesuatu bawaannya marah aja gitu sama Vano. Gue juga nggak tau kenapa " jawab Bryanda pelan.
" Hah! Segitunya ya,trus loe ada mual atau enggak nafsu makan " tanya Kesya
Ya gitu deh
Nanti lagi ya sambungannya ya,ini aku up dulu rearers
__ADS_1