
Rasanya aneh,karena aku berkumpul dengan teman yang juga berststus nikah muda. Aku pikir dulu saat menikah dengan Vano aku akan sendiri dan tak ada yang sstu frekwensi denganku. Tapi tapi ternyata makin kesini makin banyak yang menyusul, aku merasa waw.
Seperti saat ini,aku menyaksikan Marcel dan Carla menikah, sebentar lagi akan ijab qabul.
Marcel bilang dia akan tinggal di depan rumahku,yang baru saja dibelinya. Belum lagi bang Arbyan yang akan pindah ke rumah yang berjarak 2 rumah dari tempat tinggalku. Sungguh sesuatu,
Aku bersama Kesya dan Felya mendampingi Carla ke tempat ijab qabul. Saat ini proses ijab qabulnya sudah selesai. Karema itu aku membawa Carla keluar dari kamar.
Sesampainya di hadapan Marcel,aku lihat Marcel terpaku melihat Carla,membuatku memiliki ide untuk menjahilinya.
" Sahabat gue emang cantik tapi bukan berarti loe harus melongo kayak gitu juga kali Cel,awas ada lalat masuk ke dalam mulut loe. Nggak lucu kan gagal first night hanya karena loe harus dirawat buat keluarin lalat hhehhehe " ujarku geli.
" Widih! Betul tuh buk bos,enggak banget itu. Seorang bos Marcel ko di first nightnya sama buk bos Carla hanya karena lalat masuk sembarangan ke usus bos Marcel hahahah " sambung Dewa dramatis.
Mendengar ucapanku semuanya tertawa ngakak, mencairkan suasana tegang pasca ijab qabul yang baru saja berlangsung.
Semua tamu undangan juga ikut tertawa mendengar leluconku dan Dewa. Tak terasa hari telah malam. Yang tersisa hanya sebagian anggota Glenszo dan Lion.
Kami pun duduk melingkar,sambil berbincang.
" Oh ya Cel,loe kapan nempatin rumah loe yang di depan rumah gue. Biar rame kita,loe juga bang. Burulah pindah,biar bisa main kita. Oh ya gue rencananya mau pindahin base camp di komplek rumah gue juga nih. Kebetulan ada yang jual rumah,lebih tepatnya mansion sih. Lantai 5, nyokap dah setuju buat beli mansion itu. Lusa tinggal serah terima aja sama surat surat penting lainnya " ujar Vano serius.
" Hah! Gimana,gimana bos. Kita pindah ke lokasi rumah loe. Trus base camp lama gimana bos, jangan di robohinlah,apalagi di jual. Sayang bos,banyak kenangannya itu base camp. Suka duka kita semua di sana. Apalagi saat kita ada masalah di rumah, kita pasti ngungsi ke sana. Kalo di jual pastinya kita nggak bisa ke sana lagi. Meskipun ada tempat baru tapi tempat lama selalu di hati bos " ukar Alan.
Pletakkk
__ADS_1
" Aduhh..duh,sakit! Apaan sih bos, kdp loe bos . Sakit tau nggak " omel Alan sambil meringis.
" Ckkc! Makanya dengerin gue sampai selesai,jangan nyambar aja loe kek petasan. Gue mau jadiin tempat lama jadi rumah belajar. Fungsinya buat merangkul anak yang putus sekolah dan bagi yang tidak bisa belerja karena tak punya skiil akibat tak ada pendidikan karena tak mampu bayar biaya sekolah. Jadi itulah fungsinya rumah belajar itu " ujar Vano panjanag lebar.
" Widih! keren bos,kalo bisa kita yang akan jadi tim pengajarnya, pasti seru. Berbagi ilmu itu sangat mulia,betul nggak bro " ujar Raka semangat.
" Betul tuh idenya si Raka, kita bisa bergabung untuk membina anak anak putus sekolah itu " ujar Dafa.
Setelah lama berbincang mereka, pun akhirnya bubar setelah mereka sepakat untul pindah dari base camp menuju mansion yang diberi nama Lion house Club.
Saat Marcel dan Arbyan sedang berkemas untuk pindah rumah. Ternyata anak Lion juga berkemas menuju base camp baru mereka.
Sebelum pindah mereka sudah menyulap base camp lama menjadi ruang belajar yang nyaman bagi anak anak jalanan danputis sekolah lagi.
semuanya bersuka cita,apalagi mereka mengudang anak panti yang biasa mereka santuni. Tampak juga umi dan abi,lalu bunda. Dan ada daddy dan mommy serta keluarga Aditya dan ada juga keluarga Jonson yang kebetulan juga dstang.
Lebih menggembirakan lagi ada mami dan papi serta mama dan papa. Beruntung sekali mereka bisa mulang dan terjadulan reunian teman lama.
Aku baru tau kalo mama dan mami jiha bersahabat dengan bunda. See, pesta hari ini bebar bebar tak terlupakan karena keluarga besar Lion berkumpul bersama pasangan dan keluarga mereka. Tampak juga ibunya Alan yang terlihat mulai kembali ceria pasca perceraian dan penganiayaan beberapa waktu lalu.
Aku tersenyum lega melihat para orang tua yang sedsng berbincang hangat karena sudsh lama tak bertemu. Sungguh moment yang indah untuk di kenang dan terlalu berharga intuk di lupakan.
Greepp
Aku tersentak dari lamunanku saat merasakan ada yang memelukku dari belakang,siapa lagi he is my husband.
__ADS_1
" Kenapa menyendiri di sini, padahal semuanya sedang berkumpul di sana " bisik Vano.
Menyendiri, tak salah jika Vano mengatakan aku menyendiri. Aku berada tak tljauh dari tempat yang lainnya berkumpul. Aku tak memikirkan tempat aku berada larena aku hanya memikikan tentang moment berharga para orang tua yang sudah lama tak bertemu.
" siapa yang menyendiri sih Van! Akunitu sedsng.mengabadikan moment berharga mereka. Entah kapan kita bisa mengumpulkan mereka dengan formasi lengkap kayak gini tau nggak sin Van, apalagi semuanyanya sibuk, kalo tante Bening dan om Adam ikut kesini pasti lebih lengkap lagi " ujar Bryanda.
" Bener juga sih bab! Sayangnya mereka tak bisa datang, jadi kurang lengkap acara ini. Apalagi mereka yang selalu ada saat kamu ads masalah. Enggak asik aja di moment kayak gini mereka seolah terlupakan padshal kita menunggu kedatangan mereka.
Saat Vano dan Bryands terlarut dalam lamunannya,ada yang memberi salam,
" Assallammu' alaikum,maaf kami terlambat " ujar sang tamu. Mendengar ada yang memberi salam, kami pun kompak menjawab salam tersebut.
" Wa'alaikum salam " sahut kami semua.
Saat aku membalikan badan ternyata harapanku jadi kenyataan, aku melihat tantr Bening dan Om Adam sedang tersenyum lembut kepadaku.
" Tante,om! Kirain nggak datang karena kalian sibul. Ternyata mereka menyempakan diri untuk memenuhi undangan kami. Seperti biasanya,mereka selalu memprioritaskanku di sela kesibukan mereka,terkadang aku berpikir mereka adalah ornag tuaku yang sebenarnya dibanding mama dan papa.
" Hei jangan nangis, malu sama yang lainnya. Maaf ya telat, abisnya tante dapat informasinya mendadak sih ,maaf ya " ujar tante Bening. Memberi support padaku.
" Makasih ya tante, kangen tau nggak sih. Pas kemaren ke Bandung,om dan tante nggak ada di rumah,padahal aku lama loe liburan ke Bandungv" ujar Bryanda pelan.
" Ckkx! Kamu ini kayal sama siapa aja. Bikin malas aja tau nggak sih. Udah telalu lama kamu nggak nyapa kami, sekalinya ketemu ngomongnya kayak gitu, bikin malas saja " ujar tante bening malas.
Haha, ya is my family. Setidainya ada yang jadi figur ibu dsn ayah bagiku
__ADS_1