PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Permintaan maaf


__ADS_3

"Arghhh..." desis Arjuna, seraya mengacak rambutnya frustasi.


"Kenapa jadi gini sih? CK, tapi Lo juga yang bego sih Ar, udah tahu Zeela nggak cinta sama elo, pake cerita sekarang lagi, berabe kan urusannya." gerutu Arjuna memarahi dirinya sendiri, lalu turun dari ranjang memungut baju miliknya untuk ia kenakan.


Arjuna mengakui kesalahan yang ia buat, namun tak menyangka jika dampaknya jadi seperti ini, tapi meski begitu ia merasa sedikit lega karena beban yang selama ini memenuhi pikirannya kini perlahan menghilang.


"Zee, buka pintunya dong!" ucap Arjuna yang kini berada didepan pintu yang bersebelahan dengan kamar yang baru saja ia pakai.


Hening..


Tak ada sahutan dari dalam, membuat Arjuna semakin gelisah tak karuan.


"Sayang, please yang, buka pintunya! aku minta maaf, Aku janji bakalan terima apapun hukuman yang akan kamu kasih ke aku, tapi please buka dulu pintunya, aku khawatir."


Cklek..


Pintu pun terbuka, membuat tubuh Arjuna yang menempel di pintu menjadi terjerembab jatuh tersungkur dengan dahi yang mengenai lantai.


"Yaampun yang, tega banget suami jatuh nggak ditolongin


" keluhnya dengan nada memelas, sementara Zeela memalingkan wajah menyembunyikan tawa.


"Mulai malam ini kita tidur terpisah, aku disini dan kamu disebelah."


"Eh Tapi yang_" mulut yang hendak protes itu seketika terkatup saat melihat istrinya yang melesat kekamar sebelah mengambil sebagian bajunya.


"Yang, beneran mau pisah kamar? emangnya nggak bisa diomongin baik-baik gitu yang?" ucapnya sembari mengekor dibelakang Zeela yang kini mulai mengambil koper memasukan baju dan juga perlengkapan sekolah lainnya.


"Sayang kamu denger nggak sih aku ngomong."


"Nggak! dan nggak mau denger." jawabnya dengan wajah jutek.


"Yang please deh, aku udah biasa tidur sama kamu, jadi mana bisa tidur kalau tanpa kamu yang."


"Sayang?"

__ADS_1


"Apa sih!"


"Please sayang."


"Aku nggak mau tahu, dan nggak peduli."


Arjuna menunduk menghela napas lelah, sesaat ia terdiam mengetuk-ngetuk kepala dengan jemarinya berpikir keras bagaimana caranya agar Zeela tak lagi kekeh dengan pendiriannya yang ingin tidur terpisah.


Menit berikutnya ia menyunggingkan senyum menghampiri istrinya yang kini hendak kembali kekamar sebelah.


"Yang, rumah ini sepi lho yang, jarang ditempati sebelumnya, tetangga juga agak jauh-jauh, kamu berani emangnya tidur sendiri, nggak takut ada hantu gitu?"


"Sayang?" panggilnya, saat Zeela tak menjawab dan terus melangkah memasuki kamar barunya.


"Yang?"


"Apa sih, berisik deh."


"Yang harusnya nanya kayak gitu tuh aku bukan kamu, kamu lupa dirumah ini ada bi Arum, aku bisa aja minta dia buat nemenin aku tidur, iya kan?" Zeela tersenyum penuh kemenangan, sementara Arjuna hanya bisa menghela pasrah.


"Ck, cewek emang selalu punya seribu cara buat menghindar ya," gumamnya dengan wajah menunduk.


*


"Lho memangnya tadi den Arjuna nggak ketemu waktu dikamar?" bi Arum balik bertanya karena ia memang benar-benar tidak tahu jika Arjuna dan Zeela semalam tidur terpisah.


"Dia lagi ngambek bi, dan nggak mau tidur sekamar sama saya." aku Arjuna seraya menunduk lesu.


"Perempuan mah biasa den, tapi palingan ngambeknya juga cuma sebentar, nanti juga baik lagi den."


"Ya mudah-mudahan sih gitu, tapi masalahnya saya_" Arjuna menjeda ucapannya seraya melirik kearah bi Arum yang tampak serius menunggu kelanjutan dari ucapannya.


"Kenapa den?"


Arjuna berdesis pelan, menggaruk kepala bagian belakangnya.

__ADS_1


Masa sih gue harus ceritain ke BI Arum? batinnya berperang.


"Dia_"


"Selamat pagi bi?" sapa Zeela tersenyum manis kearah bi Arum, pagi ini gadis itu tampak sangat cantik dari biasanya.


"Yang, kamu mau kemana sih?'' tanya Arjuna yang kesal melihat istrinya yang berdandan secantik itu.


"Mau sekolah, emang kenapa?"


"Sekolah kok cantik gitu." protesnya.


"Emang biasanya nggak cantik."


"Cantik sih, cantik banget malah! tapi bedanya pagi ini kamu kelihatan berkali lipat lebih cantik gitu lho maksud aku yang."


"Dasar mantan playboy emang! yang dilihat pasti cantiknya doang."


"Yang buk_"


"Tuh kayak gitu bi kalau bibi mau tahu Arjuna itu seperti apa."


Bi Arum yang diajak bicara hanya bisa terkekeh dan segera pamit undur diri menuju dapur, karena tak ingin lagi menonton perang dingin menggemaskan dari pasangan muda tersebut.


"Hapus nggak?"


"Apanya?'' tanya Zeela bingung.


"Itu make up nya, lipstiknya juga! enak aja kamu sekolah pake kayak gituan."


"Masalahnya sama kamu apa."


Arjuna berdesis pelan, "Apa masalahnya sama aku kamu bilang, kadang-kadang kamu suka ngelucu ya Zee, kamu kan istri aku, nurut dong! kalau aku bilang hapus ya hapus." ujar Arjuna dengan nada bicara yang meninggi, bahkan pemuda itu sudah beranjak dari duduknya dengan menggebrak meja, kemudian berlalu menuju garasi.


"Kok jadi dia yang marah sih!" gerutu Zeela dengan decakan kesal.

__ADS_1


*


*


__ADS_2