
"Gue sayang banget Sama elo." ulang Arjuna, sembari menggit ujung telinga gadisnya.
Sesaat Zeela mematung mendengar kalimat yang baru saja suaminya ucapkan, ia menoleh hingga hidung keduanya hampir bersentuhan.
Tak menyia-nyiakan kesempatan itu Arjuna menarik tubuh Zeela agar menghadap kearahnya, mengecup bibir ranum istrinya satu kali, berlanjut dua hingga tiga kali dan pada akhirnya menyesapnya lebih dalam.
Zeela tak menolak, ia justru mengangkat kedua tangannya lalu mengalungkannya dileher suaminya, membuat Arjuna tampak lebih bersemangat dengan perasaan menggebu mendorong lidahnya bergerak menyapa setiap inci didalam mulut Zeela.
"Ar." ucapnya lirih, saat menyadari jika tangan Arjuna sudah membuka dua kancing piyama bagian atasnya yang memperlihatkan dua tonjolan dada Zeela yang sedikit menyembul dibalik piyama.
Tak menjawab, Arjuna justru malah mengeluarkan salah satunya, lalu menjulurkan lidahnya menjilat bagian ujung balon Zeela yang tampak menggoda dan berhasil membangkitkan gairah kelelakiannya.
"Ar." ulang Zeela, membuat Arjuna mau tak mau mengangkat wajahnya menatap wajah istrinya.
"Kenapa hmm?" tanyanya sembari berusaha mati-matian menahan sesuatu dibawah sana yang terasa sesak memaksa ingin keluar dari tempatnya.
"Gue_ gue belum siap ketahap yang lebih dari ini Ar, gue takut,!"
Mendengar itu Arjuna men desah, lalu berusaha untuk memperlihatkan senyum terbaiknya, kalau ditanya kecewa atau tidak? tentu saja dia sangat kecewa, padahal semuanya sudah berada diujung, tapi_
Yasudahlah.
"Oke nggak apa-apa, gue bisa ngerti kok, tidur gih." menepuk salah satu bantal untuk istrinya tidur.
"I-iya."
__ADS_1
Tak mengatakan apapun lagi, Arjuna beranjak dari tempat tidur melangkah menuju kamar mandi, cukup lama! bahkan Zeela yang semula menunggunya kini tanpa sadar sudah tertidur.
Sementara itu Arjuna yang baru saja keluar dari kamar mandi, tampak men desah lalu menghampiri Zeela menaiki ranjang dan merebahkan tubuhnya disisi Zeela dengan posisi miring menghadap gadis tersebut.
"Mungkin sekarang ini gue masih bisa tahan Zee, tapi nggak janji buat lain kali." ucapnya lirih, dan bergegas memejamkan kedua matanya.
*
Suasana hari ini terasa sangat berbeda bagi Zeela, karena sejak bangun tidur pagi kemarin Arjuna sama sekali tak mengajaknya untuk bicara, bahkan hingga malam kembali tiba Arjuna pun tak kunjung pulang kerumah, atau sekedar memberi kabar dengan keberadaannya kini.
Tadi siang ia memang sempat menjemput Zeela dari sekolah, namun setelahnya ia pergi lagi.
"Lo kemana sih Ar,?" tanyanya pada diri sendiri, sembari menyibak gorden yang berada dikamarnya, berharap jika Arjuna pulang dengan mengendarai motornya seperti biasa memasuki garasi.
Setengah jam berlalu, Zeela masih bergerak gelisah didalam kamar, terlebih saat melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam sebelas malam, yang menandakan jika hari semakin larut.
Cepat-cepat ia mengambil benda pipih itu dan langsung memasuki aplikasi chat, dan membuka isi pesan yang baru saja masuk.
Sempat mengerutkan kening bingung, saat tahu jika pengirimnya adalah nomor yang tidak ia kenal, namun sesaat kemudian kedua matanya terbelalak lebar saat beberapa foto Arjuna yang tengah memeluk seorang gadis tampak begitu nyata.
Disaat yang sama pintu kamar terbuka, Arjuna masuk dengan wajah lelahnya, namun seketika wajah lelah itu berubah menegang saat melihat gadisnya yang mematung sembari memegangi ponselnya yang kemudian terjatuh hampir mengenai kakinya.
"Lho, kok belum tidur Zee, kenapa?" tanyanya, sembari membuka jaket dan menyampirkannya dimeja belajar lalu menghampiri Zeela yang memasang wajah masam penuh kekesalan.
"Kenapa Zee, kenapa belum tidur?" ulangnya, sembari memegangi salah satu tangan Zeela yang ditepis gadis itu dengan cukup kasar.
__ADS_1
"Kenapa baru pulang, ngapain aja diluar? nyari cewek baru, belum puas pacaran! kenapa sih Ar? Lo lupa kalau sekarang Lo udah punya istri, kalau Lo Belum puas sama kebiasaan Lo, kenapa dulu harus buru-buru nikahin gue?" sergah Zeela mengeluarkan semua kekesalannya selama dua hari ini, terutama setelah melihat beberapa foto yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal barusan.
Arjuna mengerjap, "Lo ngomong apa sih Zee?"
"Arjuna, gue nggak sanggup lagi sama Lo, gue mau cerai!"
Deg!
"Zee_"
"Gue nggak sanggup lagi hidup sama elo, gue nggak bisa Ar please! lepasin gue, biarin gue kembali ke keluarga gue." ucapnya memohon sambil menangis.
*
*
Apakabar semuanya, readers tercinta?☺️ semoga selalu dalam keadaan sehat ya!
Aamiin..😊😊
Mohon maaf beberapa hari ini Author tidak update, soalnya sedang merevisi novel lama yang akan di publish kembali di NT.
Terimakasih yang masih setia menunggu kelanjutan kisah Arjuna & Zeela, ❤️U
*
__ADS_1
*