
Latihan ala mafia
Saat ini kami sedang makan bersama, nikmat mana lagi yang kau dustakan. Serasa restoran pindah ke mansion ini, Hadeh lebay.
Semuanya makan dengan tenang, mafia memang beda menu makan siangnya.
semua yang di restoran ada di atas meja makan ini, membuat kami semua hanya bisa menelan ludah susah payah karena tak tahan mencicipinya. Tapi susah karena tak mungkin kan semua makanan ini kami cicipi, apa kata dunia elah. Lebai hehhehe,
Saat sedang makan, daddy Albert berkata.
" Bry! Nanti siang kita latihan menembak, kamu dah lama kan enggak latihan. Kebetulan kamu di sini jadi sekalian latihan dengan Marcel dan yang lainnya " ujar daddy twgas.
Hukkk
Hukkk
Mendengar ucapan daddy yang mendadak itu aku jadi tersedak, membuat Vano panik dan gegas memberikan air minum padaku.
" Sayang kamu enggak apa apa kan, kok bisa tersedak gitu sih, pelan pelan dong makanannya lagian daddy ini ngomongin masalah menembak atau apa pun jangan mendadak dong. Tersedak anaknya jadinya " omel mommy.
" Apa sih my! daddy perasaan santai deh ngomongnya, enggak ngegas kok apalagi marah marah " sewot daddy yang tak mau di salahkan.
" Santai aja my! Aku hanya terkejut karena daddy nyuruh latihan menembak. Dah lama soalnya my, jadi kaget aja tiba tiba si suruh latihan " jawab Bryanda tenang.
" iya juga sih tapi dah nggak pa pa kan honey " tanya mom cemas.
" Enggak pa pa mom, santai aja " sahutlu pelan.
" Dah! Dah, ini bukan hanya buat Bryamda tapi berlaku buat semuanya " celetuk daddy lagi.
" Hah! Kit..kita semua juga latihan dad, boleh izin enggak kita jadi penonton doang " celetuk Kesya memelas.
" Coba dulu baru nyerah, masa belum berangkat perang dah balik sih " ujar daddy tegas.
" Iya juga sih, ok dad aku mau coba latihan menembak " jawab Alan semangat.
Akhirnya yang lainnya pun kompak untuk latihan menembak. selanjutnya kami pun meneruskan makan siang dengan tenang.
Tak lama kami pun selesai makan siang,setelah istirahat sebentar. Daddy pun mengajak kami ke tempat latihan menembak.
Sesampainya di sana kami melihat banyak anggota Glenszo lainnya. Aku langsung bergabung dengan mereka. Ada beberapa anggota yang aku kenal karena sering bersama Marcel,
__ADS_1
" Yoo brother! Pa kabar nih,makin ganteng aja loe bang hhehe " sapa Bryanda sambil cengengesan.
" Eh Bry, kamu juga pa kabar nih. Dah lama nggak ketemu " jawab bang Digta ramah.
pletakk
" Awww! Sakit ih,Van kira kir dong kalo mau ngejitak. Sakit tau " omel bryanda kesal.
" Makanya jadi cewek jangan centil,inget sama status. Genit banget sih " omel Vano sinis.
" Dih Van! Biasa aja sih, gue dah anggap bang Digta kayak abang sendiri yee. Jadi jangan sewot gitu dong " ujar Bryanda kesal.
" Sama aja by! Tetap aja enggak boleh genit " omel Vano kesal.
" Iya deh iya, elah malesin loe Van. Dasar enggak asik " ketus Bryanda.
" Woi! Ini mau latihan apa mau ngebucin sih " celetuk Dewa malas.
" Diam loe Wa " hardiku bareng Vano.
" Dih! Soal marahin gue kompak banget loe berdua. Hadeh dasar bucin " ledek Dewa.
" Udah deg Wa,loe mau gue pecat dari Lion " ujar Vano main main.
" Udah sekarang waktunya latihan " suara datar dan dingin daddy membuat swmuany membeku.
Setelah dramaquen and king barusan,akhirnya mereka sekarang latihan dengan serius.
Terlihat semuanya serius latihan dibawah arahan daddy dan anghota senior Glenszo.
Dor
Dor
Dor
Bunyi suara tembakan bersahutan yang membuat telinga sedikit berdengung karenanya.
Tampak anggota Lion sangat antusias pada latihan ini. bahkan sudah ada yang bisa menembak tepat sasaran.
Aku sudah banjir oleh keringat, hari yang sedang panas panasnya membuat latihan menembak ini membuat semuanya mandi peluh.
__ADS_1
Aku sudah bisa menguasai pistolku.
" Good Bry! Sedikit lagi kamu sudah bisa lulus menebak tapi ini hanya buat jaga diri ya bulan buat ajang menindas orang lain " nasehat daddy.
" Yess dad! Aku ngerti kok, tenabg saja. Lagian aku pecinta damai dan anti rusuh. Jadi aman dad " jawab Bryanda.
" Bagus baby girl! Dan kalian semua juga sudah bagus, jika diasah terus kalian akan jadi profesional. Terutama yg yang laki laki, kalian setidaknya bisa membela diri di masa depan jika ada yang mengganggu kalian yang mengharuskan kalian pakai senjata. Kalian sudah bisa dan menguasai " ujar daddy memberi semangat.
" Thanks dad! Udah kasih kita kesempatan untuk mengenal hal baru meskipun berbahaya " ujar Vano pada daddy.
" Santai saja Van! Mulai sekarang Lion dan Oryon di bawah perlindungan Glenszo jadi kalo ada apa apa kalian bisa meminta tolong pada Glenszo, mengerti " ujar daddy.
" Mengerti dad " sahut semuanya kompak.
" Baiklah latihannya kita cukupkan sampai di sini dulu, lain waktu kalian bisa mampir lagi ke sini. Tapi ingat, apa pun yang ada di sini adalah rahasia jadi jangan sampai bocor,mengerti " ujar daddy.
" Mengerti dad " sahut semuanya kompak.
Kami pun akhirnya beristirahat di gazebo dekat tempat latihan.
Setelah istirahat sekitar 1 jam, kami pun berpamitan untuk pulang ke rumah karena hari sudah sore.
" Dad! Mom, aku balik dulu ya. Lain waktu kami semua mampir kalo masih di bolehin " ujarku sungkan.
" Ya dibolehinlah, mang siapa yang berani melarang putri mom pulang ke rah mommy. Mom akan pastikan orang itu sudah bosan hidup " jawab mom tegas
" Iya! Bener kata mom, kamu dan kalian semua harus mampir sesekali ke tempat ini, daddy tunggu " ukar daddy.
"Ok dad! Mom, sampai ketemu lagi ujarku sambil bersalaman dengan mom dan dad dikuti sama teman yang lain.
Kami pun satu persatu bersalaman dan berpamitan pada mom dan dad.
" Saat bersalaman dengan Marcel, Vano berkata.
" Gimana soal sepupu loe Cel, udah ada kabar tentang masalah siapa yang dah nyekokin dia sama barang haram itu " tanya Vano pelan.
" Belum, cuma gue dah nempatin mata mata bayangan di rumah sakit,semoga saja bisa memecahkan masalah ini. Gue dah capel sebenarnya ngeliat kondisi sepupu gue yang kayak orang dah nggak waras gitu tau nggak Van " ujar Marcel sendu.
Meskipun dia anak mafia yang terbiasa melihat kematian atau penyiksaan tapi tetap saja jika yang mengalami keluarga sendiri akan membuat Marcel jadi lemah dan sedih.
Kami pun satu persatu menaiki mobil masing masing dan setelah mengklakson Marcel tanda pamit kami pun bergerak ke kediaman Allinsky.
__ADS_1
Hari ini bemar benar seru dan menegangkan . Banyak pengalaman yang kami dapat, ternyata tak semua mafia anti sosial. Tetap saja ada yang menganut prinsip kekeluargaan tapi akan seperti manusia haus darah kalau berhadapan dengan musuh.
Semoga hari esok lebih seru lagi liburannya.