
Marcel home
Kami semua masuk dengan perasaan bercampur aduk kedalam rumah Marcel. Ada perasaan tegang,takut dan penasaran yang menguasai kami.
Setelah berjalan lumayan jauh karena halaman mansion ini lumayan luas. Akhirnya kami mencapai rumah utama.
Aku perhatikan sekeliling mansion tersebut,banyak anggota Marcel yang berjaga. Sebagian lagi terlihat sedang berlatih menembak,yang membuat kami yang menyaksikannya tabjub.
dan wawww
Kami masih mengikuti Marcel kemana pun pergi sampai aku berkata,
" Cel! Rumah loe nggak ada yang berubah ya. Sama seperti saat pertama kali gue nginjakin kaki gue di sini " ujarku padanya.
" Iya sih! Lagian mana boleh ada perubahan sama bokap, semua sudut rumah ini kan hasil desain moomy. Jadi semuanya ada kenangannya. Susah kalo bucin mah. Buat ganti kaca pecah aja ribet,nunggu moomy dulu " jawab Marcel geli.
" Serius Cel! Hahha, mereka masih kayak gitu walau pun sekarang dah nggak lagi muda " tanyaku penasaran.
" Lebih parah kali sekarang,kadang gue jadi malu sendiri sebagai anak tapi disisi lain gue bangga karena daddy setia banget sama moom " jawab Marcel happy.
" Yah! Yang begitu tuh yang patut kita jadiin panutan, apalagi yang menikah muda kayak gue dan Kesya, Bryanda dan Vano serta bang Byan dan Felya " celetuk Sam.
" Widih! Bener banget loe Sam, gue setuju sama omongan loe " sambung Vano.
Saat sedang berbincang ada yang mnyapa kami semua pun kompak melihat sosom tersebut. Seorang wanita yang aku taksir seusia mami dan mama.
" Wah! Ada apa ini, rame sekali. Boy,kenapa kamu tak menyuruh teman temanmu masuk ke dalam rumah. Setidaknya moom bisa menyuruh maid menyiapkan camilan sambil menunggu makan siang siap " ujar moommy nya Marcel.
Tresia Alexandryana.
Dia adalah moomynya Marcel, meskipun sudah memiliki anak yang sudah SMA tapi power of money. Semuanya bisa dilakukan termasuk memunda tanda tanda penuaan.
Dia langsung menghampiri kami dan menyapa kami ramah. Membuat kami semua cengo. She is quen mafia, but ramah banget ya. ?
__ADS_1
Sampai di hadapanku,aku hanya cengengesan menyambut sambil menyambut uluran tangannya.
" Bryanda,ya ampun how are you honey, lama kita tak bertemu. Mom pikir kamu sudah lupa jalan ke rumah ini " ujar mom happy sambil memelukku dengan sayang.
" Sorry mom! Keadaannya tak seperti dulu. Aku sekolah di Jakarta jadi tak bisa sering ke Bandung. Jadi ya agak susah untuk main kesini " ujarku padanya.
" Its ok bab! Yang penting mom bisa melihat putri mom lagi. Oh ya ngomong ngomong Marcel bilang katanya kamu sudah married. Benarkah,lalu mana your husband. Mom mau kenalan sama menantu mom " ujarnya sambil celingukan.
" Perkenalkan mom, ini Vano he is my husband. Menantu mom tentunya hehehe " ujarku sambil tertawa.
" Waw! Perfeck boy, good. Sepertinya putri mom sangat pandai mencari pria " ujar mom jahil yang membuat wajahku memerah karena malu.
" Is mom, jangan terlalu jujur memujinya nanti dia bisa besar kepala " ujarku kesal.
" Hahha! Oh lihatlah, seorang Bryanda Allinsky yang bisa melumpuhkan 10 orang preman tersipu malu. Manisnya " ujar mom gemas.
Lalu dia beralih ke yang lain dan kembali berkata,
" Hai mom " sapa Kesya dan Felya kompak.
" Hai cantik! Siapa nama kalian berdua hmm " tanya mom pada keduanya.
" Namaku Kesya mom " ujar Kesya memperkenalkan dirinya.
" Hai mom! Aku Felya " ujar Felya sambil bersalaman dengam mom.
" Wah nama yang cantik sesuai dengan orangnya " ujar mom memuji.
" Thanks mom " ujar Kesya dan Felya yang salah tingkah karena pujian mom.
" Yah berhubung kalian sudah di sini. Mom akan memerintahkan chef untuk menyediakan makan siang dan camilan buat kalian semua. Marcel bawa teman kamu ke ruang keluarga. Sepertinya mereka lelah, dan suruh maid siapkan kamar tamu untuk mereka istirahat " ujar mom sambil berlalu.
" Yess my quen! Perintah anda akan segera saya laksanakan hehhe " ujar Marcel menggoda sang mommy.
__ADS_1
" Ckck! Kamu ini boy, berani merayu mom. Bagaimana kalo dad melihatnya. Mom tak ingin ada dramaking di rumah ini " ujar malas.
" Ya! Ya, aku mengerti mom. Baiklah aku akan mengajak semuanya masuk dan menyuruh maid menyiapkan kamar tamu untuk mereka " sahut Marcel akhirnya.
" Ayo Branders, anggap aja rumah sendiri. Jangan sungkan " ukar Mancel sambil memasuki rumahnya.
Kami pun mengekori marcel dari belakang.
Waw! Itulah pujian kami saat memasuki rumah tersebut, terkesan norak memang tapi biarinlah.
Kami pun duduk di ruang tamu yang luas, ada yang lesehan sampe tiduran karena mereka kelelahan.
Yang lainnya pun terlihat berbincang dengan serunya, Marcel dan Vano serta lainnya terlihat berbincang. Seperti membicarakan masalah serius.
Saat aku dengarkan dengan serius ternyata mereka membahas masalah sepupu Marcel yang masih dirawat di rumah sakit dan penyakitnya semakin serius.
" Gw enggak tau lagi, gimana menyelesaikannya. Masalahnya tambah serius, dah 2 kali gw pergokin dia nyayat lenganny sendiri. Gue aja ngeri liatnya. Mang sih gue biasa liat darah tapi ini sepupu gue yang gue anggap adel sendiri. Rasanya kekuatan gue sebagai mafia enggak guna tau nggak " ujar Marcel sendu.
" Ntar dulu deh! Kalo dari cerita loe bro, kayalnya ada orang dalam deh yang nyekokin adek sepupu loe. Abisnya, aneh aja gitu dengan penjagaan ketat tapi bisa tetap bikin barang itu semakin banyak di temukan di tubuh adek loe. Sesuatu banget kayaknya,kayak ada yang bisa menemui adek loe tampa hambatan berarti. Jadi dia bisa masukkan barang haram tersebut ke dalam adek loe " ujar Sam serius.
" Bener banget kata Sam, pasti ad aorang dalam yang di bayar buat nyuntikin barang itu ke adek loe bro " sambung Vamo.
Mendengar ucapan Sam dan Vano, membuat Marcel terdiam. Ya juga merasa kalo yang diucapkan Sam dan Vano benar adanya.
" Kayaknya loe musti narok semacam mata mata bayangan yang mencari informasi tampa ada yang menyadari pergerakannnya deh bos " celetuk Alan.
" Eh bener tuh kata Alan, mata mata diantara pengawal itu, mana tau ada penghianat. Mana tau bro " ujar Vano pelan.
" Ok! Gue setuju sama ide loe pada, gw akan kirim orang rahasia gw le sana. Gue bner bener penasaran sama masalah ini, gw mau tau mana yang musuh atau mana yang benar benar kawan. Karena dalam masalah ini semuanya bisa di curigai " ujar Marcel serius.
" Atau mereka musuh loe sebagai sesama mafia, kita enggak tau kan. Orang orang yang kelihatanya baik ke kita belum tentu benar baik. Bisa jadi orang seperti itu jadi musuh dalam selimut, bahkan keluarga dari sepupu loe sendiri. Tapi sorry nih kalo loe tersinggung bro " ujar Sam tak enak hati.
" Santai bro! Setelah gue pikir pikir loe benar juga. Dia punya ibu tiri dan 2 saudara tiri dan gw kadang sula perhatiin kayaknya hubungan mereka kurang harmonis. Gw akan selidiki hal ini secepatnya,thanks bro. Loe semua ngebantu gw banget dalam masalah ini " ujar Marcel lega.
__ADS_1