
Hari pertama sekolah bukannya happya malah ada yang bikin mood berantakan.
Ckkc
Dasar
Aku masih berdiri di ruang kepala sekolah, mendengarkan bagaimana orang tua dari junior yang bikin aku sebel sedang menjilatku setelah tau aku keturunan Allinsky.
" Dasar munafik " umpatku dalam hati.
Aku memutar bola mataku bosan karena ocehan pria paruh baya itu. Aku menatap ke arah bul Siska,lalu berkata
" Buk saya sudah boleh kembali ke kelas kan,karena saya rasa masalahnya dah kelar " ujarku pada bul Siska.
" Ya! Kembalilah Bry,oh ya Bry meskipun kamu tal dibolehin sama Vano pacarmu itu ikut cheers tapi ibu harap kamu bisa membantu melatih juniormu karena kita harus persiapam lomba untuk ulang tahun sekolah " ujar bul Siska.
" Lah kan ada Tere Audry, Aura dan Yasmin yang masih aktif. Mereka ajalah buk " ujarku malas.
" Iya ada mereka tapi ibu lebih yakin kamu yanh mengajari mereka. Nanti ibu ngomong deh sama pawangmu ibu dan kamu enggak perlulah pakai seragam cheeers " ujar buk Siska.
" Ah ibuk mah ngeledek aja,liat ntar deh tergantung mood aku " ujar Bryanda sambil beranjak pergi meninggalkan ruang kesiswaan.
Aku melangkah menuju kelasku yang berada di lantai 4 gedung B. Tadi Vano sudsh mengirimkan notice padaku dan dia bilang kami sekelas.
Sepanjang perjalanan menuju ke kelas,banyak rekan seangkatan dsn junior yang menyapaku,terutama anak cheers.
" Kak! Nanti bisa tidak latihan sepulang AQsekolah " tanya Vania anak kelas XI IPA.
" Liat ntar deh! Tergantung mood. Mood gue berantakan njir,gara gara bocah tadi. Ntarlah gue balikin dulu mood gue. Kalo dah ok gue datang ntar latihan " ujarku pada Vania.
" Siip! Ok deh kak,aku ke kelas dulu. Bye " pamit Vania.
Aku hanya mengangguk menanggapi ucapan Vania.
Aku pun melangkah dengan tenang,sesekali berbalas sapa dengan siswa dan sisiwi yang aku kenal.
__ADS_1
Saat aku sedang berjalan melewati kelas XI IPS aku mendengar keributan dari dalam kelas bahkan terdengar sesekali teriakan yanag bersahutan.
Karena penasaran aku melangkah menuju kelas IPS tersebut dan aku melihat quenbee DARMAWANGSA sedang adu bacot dengan juniorku.
Setelah berhasil menerobos kerumunan aku pun hanya menatap keduanya dan antek antek masing masing.
" Woi Selo! Brisik banget sih loe, bikin drama jangan di kelas dong,noh di lapangan biar di tonton anak seDARMAWANGSA kalo di sini loe malah bikin rusuh tau nggak " celetukku.
" Ckk! Kesel gue Bry,nih anak dah gangguin hubungan gue sama Steven tau nggak sih. Gara gara dia gue diputusin sama Steven " ujar Selo kesal.
Mendengar ucapan Selo aku hanya memutar bola mata malas.
"Hadeh hari gini berantem hanya gara gara cowok yang belum tenru jadi masa depan,rugi amat neng " dumelku dalam hati.
Aku pun menghampiri Selo dan menepuk bahunya lalu berkata,
" please deh, come on girl. Enggak guna banget loe marah marah hanya demi cowok yang belum tentu jadi masa depan loe. rugi girl, rugi tau nggak sih " ujarku padanya.
Tampak Selo tardiam, sepertinya memikirkan ucapanku tadi.
"Mmm! Ya udahlah,mending kita cabut dsri sini. Ngapain sih dikelas junior. Mau tinggak di kelas ini loe. Gue sih ogah " ujar Bryanda sambil berlalu pergi keluar dari kelas IPS.
" Oh gue lupa,sebelum gue benar benar pergi,gue mau bilang sesuatu sama loe dek, kalo loe jangan bangss karena loe bisa masuk dalam hubungan orang dan bertaham sebagai pemenangnya diantara pasangan tersebut karena bisa saja suatu hari nanti loe akan merasakan bagaimana rasanya dikhiatati " ujar Bryanda lalu benar benar pergi.
Aku pun pergi ke kelas tampa ada masalah lagi. Hari ini entah kenapa terasa sangst panas sehingga bawaannya pengen ribut saja pas bersenggolan dengan yang lain. Entahlah,emosiku tak terkontrol.
Aku pun mendesah pelan sesampainya di depan kelasku dan bergegas masuk ke dalam kelas. Terlihat Vano dan yang lainnya sedang berbincang ringan,saat melihatku mereka langsung menatapku cemas.
" Bry! You ok, lama banget sih di ruang kesiswaan " tanya Felya tak sabar.
" Gue ok kok Guys,cuman pas perjalanan ke sini. Gue ketemu Selomitha yang lagi berantem sama anak XI IPS 2. Gara gara Steven selingkuh sama salah satu penghuni kelas itu jadi si Selo marah marah pas gue samperin.bya udah,gue kesana melihart lebih dekar pada Selo dan anak junior itu " jawab Bryanda.
" Perasaan dari pagi anak junior ngujukin taring deh. Berasa dah jadi senior mereka sehingga meremehkan kita " ujar Vano pelan.
" Bener banget tuh Van,kayaknya para junior harus lebih di tatar lagi supaya nggak bertingkah " celetuk Andien .
__ADS_1
" Bener tuh , jangan sampe ngelunjak karena kita nggak pernah tegur mereka " shut Aura.
" Ah kalian mah kalo soal nge reog pasti pantang ketinggalan " ujar Bryanda malas.
" Hahahaha! Kayak yang nggak aja loe pada " sewot Bryanda malas.
" Eh iya ngomong ngomong nih, kita minta izin nih Van. Mau ngajak Bryanda latihan cheers abis pulang sekolah. Boleh ya Van, bentaran doang kok dan Bryanda enggak bakalan pale kostum cheera kok " ujar Aura pelan.
" Bener ya nggak pake kostum cheers,awas aja kalo gue tau cewek gue pake baju kurang bahan itu. Abis loe semua ditangan gue " ujar Vano datar.
" Iya Van,janji kita. Bryanda hanya akan menjadi pelatih aja kok,soalnya Bryanda lebih pro sih soal cheers dibandingkan kita,apalagi sebentar lagi kita akan ada lomba " ujar Tere.
" Iya udah, gue juga mau latihan basket ntar. Jadi gue tungguin loe bab, ingat no pake baju kurang bahan. Gue nggak suka " ujar Vano.
"Yess! Thanks Van,kalo gitu ntar kita ketrmu do lapangan indoor " ujar Audry sambil pamit ke kelasnya.
Tinggal Bryanda cs dan anak kelas XII IPA 1.
Sambil menunggu dengan sabar guru yang akan mengajar.
Tak lama kemudian guru pun masuk tapi proses belajar mengajar belum normal.
Teeeeett
Tak lama kemudian bel tanda istirahat berbunyi. Kami pun beranjak dsri kursi masing masing menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin kami pun memesan makanan kesukaan masing masing. Setelah pesanan kamo datang. Kami pun bergegas menyantapnya.
Setelah selesai makan kami pun berbincang sejenak.
" Kabarnya,anak antrack jadi bulan bulanan Glenszo Van. Apa bener kabar itu " tanya Sam.
" Mmm! Loe bener banget Bro, gue jugabbaru dapat info sih setelah beberapa waktu lalu berbalas notice dengan Marcel. ya udah gue nggak mikirin anak Antrack lagi. Gue pikir masalahnya dah aman taunya Marcel memburu mereka. Biarinlah gue males ngurisin masalah itu " ujar Vano malas.
Setelahnya semuanya hanya diam,
__ADS_1