PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
PENGANTIN REMAJA


__ADS_3

Di rumah sakit,


Kami sedang bersiap. Hari ini bang Byan sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Aku dan Felya membantu berkemas. Tampak bunda dan umi serta abi sedang berbincang.


"Dah beres! Yuk Fel, kita minta anak Lion buat bawa ke mobil " ujarku pada Felya.


" Iya Bry! Lagian enggak kebawa kalo kita yang bawa " balas Felya.


Kami pun keluar dari ruang rawat bang Byan, lalu menghampiri anak Lion.


" Wa! Tolong bawain barang barangnya bang Byan dong ke mobilnya bunda " pinta Felya.


" Siap! Udah beres semua Fel, kalo udah sekarang aja gw bawa sekalian turun. Gw tunggu kalian di bawah aja " jawab Dewa.


" Iya! Dah beres kok, makasih ya Wa. " ujar Felya.


" Kayak sama siapa aja loe Fel, ya udah deh gw ke dalam duly sekalian pamit sama bunda, abi serta umi.


" Iya! Makasih " balas Felya singkat.


Kami pun mengawal bang Byan sampe rumahnya. Sampai di sana ternyata bunda nyiapin syukuran kepulangan serta kesembuhan bang Byan.


Sehingga kami tak bisa langsung pulang karena bunda menahan kami sampe acara syukuran selesai.


Menjelang senja baru kami pulang ke rumah. Hari ini sangat melelahkan tapi juga melegakan.


Sebenarnya ada hal yang tak bisa kutahan sejak siang tadi yaitu aku merindukan mama dan papa. Melihat perhatian bunda sama putranya membuatku iri. Iri karena aku tak pernah diperlakukan seperti itu saat sakit. Hanya uang uang yang mewakili kehadiran mereka.


Tampa kusadari ada setetes cairan bening yang menetes di pipiku. Entah kenapa aku jadi mellow begini. Enggak biasanya. Aneh,


Tak ingin terlalu berlarut dalam perasaan mellow ini keirian yang meracuni hati. Aku pun memutuskan untuk menonton drakor.


Tak kusadari aku tertidur saat sedang menonton, tapi tak ada Vano di sampingku. Kemana ya dia ??? Hatiku bertanya tanya.


Ah, sudahlah semoga saja dia tak kenapa napa, mendingan aku tidur lagi " aku membathin.


Saat tengah malam aku kembali terbangun dan lagi lagi tak kulihat Vano di sampingku.bmembuatku gusar saja, ada apa dengan Vano? Kemana dia ? Banyak pertanyaan memenuhi otakku. Membuatku tak bisa lagi meneruskan tidurku.


Aku pun memutuskan untuk turun ke bawah. Van,kamu kemana sih malam malam kek gini. Aku merasa dejavu,saat seperti ini sama seperti saat sebelum hubungan aku dan Vano seperti sekarang. Dimana Vano selalu sama cewek cewek yang berbeda setiap hati.


Deggggg

__ADS_1


" Ya Allah, ada apa ini. Lindungi sauami hamba ya Allah dimana pun dia berada. Semoga dia jauh dari hal yang engkau benci ya Allah. Amiin " aku berdo' a untuk Vano.


Lama aku menunggu sampai akhirnya aku mendengar suara mobil Vano memasuki halaman rumahku. Aku pun bersiap menyambutnya.


" Van! Kamu kemana aja sih, jam segini baru pulang " tanyaku khawatir.


" Sorry bab! Alan lagi ada masalah. Bokapnya di tahan polisi karena kasus penganiayaan terhadap nyokapnya. Jadi sekarang dia terpukul banget. Jadi aku ajak kesini dan tinggal di rumahku sementara waktu " jawab Vano.


"Emang tambah parah ya Van! Trus nyokapnya Alan gimana keadaannya " tanyaku cemas.


" terpaksa di rawat karena bokapnya ngedorong nyokap Alan sampe kepalanya kebentur dinding. Dapat jahitan, ditambah lagi kekurangan darah. Jadi nyari darah dulu kita " jawab Vano lelah.


" Trus dan dapat darahnya. Golongamnya apa. Mana tau aku bisa donorin " tanyaku.


" Golongan darahnya 0, tapi dah dapet kok. Kebetulan ada anak Lion yang golongan darahnya sama sama beliau " jawab Vano sambil menyenderkan kepalanya di sofa karena lelah.


" Ya udahlah yuk ke kamar, aku juga mau tidur nih." ajakku pada Vano.


Vano pun mengangguk malas dan dia mengekoriku sambil merangkulku. Sesampainya di kamar dia langsung merebahkan diri ke kasur.


" Van! Ganti baju dululah, ntar kamu enggak nyaman tidurnya " ujarku.


" Dih! Apa kata dunia, seorang Devano Erlangga merengek kayak anak kecil yang kehilangan perment " ledekku tapi tetap membantunya menganti pakaian bahkan mengelap tubuhnya dengan air hangat.


" B aja sih! Sama bini sendiri ini. Siapa yang larang " sahutnya malas.


Tak lagi aku membalas ucapanya yang pasti ada balasnya lagi dan lagi. Sedangkan aku juga lelah dan ingin istirahat.


Saat sedang serebahkan tubuhku ke kasurku yang nyaman. Aku merasakan Vano memelukku dari belakang. Merasakan hembusannya di tengkukku.


"Ckck! Katanya lelah tapi malah on, dasar omes " sungutku dalam hati dan pura pura tidur lelap.


Tapi dasar Vano, enggak bisa diam kalo udah on. Dia terus saja mengganggu dan membujukku untuk nina nina. Ampiunn deh,


" Apa sih Van! Katanya capek mau tidur. Tapi kok malah gangguin aku terus sih " ujarku kesal.


" Bentaran doang by! Abis itu baru aku berenti ganggu kamu. Ayolah bab, please. " rengeknya.


Mendengar rengekanya membuatku tak kuasa menahan tawa. Siapa pun pasti tak akan menemukan apa yang aku lihat saat ini.


seorang bad boy seperti Vano merengek. Wow amazing.

__ADS_1


Akhirnya aku pun menyerah dan menuruti keinginan Vano buat nina ninu. Kami pun tidur sudah jam 06•30 WIB. Membuatku dan Vano kesiangan hari ini dan untungnya kami sedang libur sekolah.


Door door


Gedoran pintu menbuatku terbangun dari tidurku.


" Ck, siapa lagi yang gedor kalo bulan sepupu enggak ngotak. Apaan sih, dah punya bini juga masih aja usil, gangguin gw aja " omelku.


" Iya! Kenapa sih, elah kesurupan loe sat " omelku kesal.


" Bangun bego! Jam berapa nih, molor aja loe berdua. Bangunin laki loe Bry, anak Lion pada nyariin no di depan. Buru, enggak usah pake nyisil buat keponakan gw dulu loe berdua " ujar Sam jahil.


Brugg


"Sialan loe Sam! Awas loe nyet, dasar nggak ngotak loe " umpatku kesal campur malu.


Mengabaikan Sam,aku pun membangunkan Vano.


" Van! Bangun, dah siang. Anak Lion nyariin tuh katanya Sam " ujarku membangunkan Vano.


" Hah! Anak Lion, kenapa by nyariin aku " tanya Vano cemas.


" Enggak tau! Aku cuma dapat info dari Sam. Aku belum keluarlah. Masih kayak begini, kayak mana mau keluar " jawabku ketus.


" Dih! Kamu suka ini, ngapain ketusin aku. Semalam siapa yang malah lebih semangat " ujar Vano jahil.


" Dih! Nyebelin, mending mandi yuk. Mana tau ada yang penting. Soalnya mereka sampe nyariin kamu lho " ujar Bryanda serius.


" Iya juga sih! Ya udahlah yuk mandi bareng aja biar cepat " ajak Vano jahil.


" Dih! Enggak ada, aku enggak mau ditun***ngi lagi. Masih lemas tau " ujar sewot.


" Ayolah by! Morning s** itu lebih bagus loe. Lebih semangat kita menghadapi pagi ini hehehe " ujar Vano mode omes.


Mendengar ucapan Vano aku hanya memutar bola mata malas.


" Dah deh, sana mandi. Enggak usah ngadi ngadi deh " ketusku.


" Yah! Pelit bet sih by! Ya udah deh kalo enggak mau sekarang, aku minta dobble ntar malam " ujar Vano tampa kompromi.


Hah! Enak aja. Enggakkk??? Dasar omess

__ADS_1


__ADS_2