PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
PENGANTIN REMAJA


__ADS_3

Setelah mandi dengan banyak drama akhirnya kami sedang sarapan bersama anak Lion yang sudah menunggu dari tadi.


Hanya dentingan sendok dan piring yang terdengan di tengah keheningan kami semua.


Setelah sarapan Vano pun bertanya pada anggotanya,


" Ada masalah apa, sampe loe pada nyamperin gw pagi pagi. Baik baik aja kan " tanya Vano pada anggotanya.


" Baik sih! Tapi masalahnya Alan kena tahan bos. Dia baku hantam sama bokapnya semalam. Enggak lama loe cabut,jadi kita bingung nih mau gimana " jawab Dewa serius.


" Hah! Sorry bro, semalam gw capek bet jadi enggak tau masalah ini tapi loe pada tenang aja gw akan minta om Andra buat ngurus masalah ini. Kalo Alan di tahan gara gara bokapnya maka kita akan buat laporan balik ata kasur kdrt yang menyebabkan nyokapnya Alan kritis " jawab Vano.


" Gimana enggak capek, nyicil bikin ponakan buat kita semua semalan " celetuk Sam santai.


Huggg


huggg,


Sialan loe Sam,


" Apaan sih! Kayak enggak aja loe " jawab Bryanda ketus dengan wajah memerah.


" Aiss! Dah deh, hargain dong kita kita yang belum punya pasangan resmi " jawab Dewa ketus.


" Tau nih!!!! Jadi pengen nikah muda juga gw " jawab Rafa.


" Sama " sahut anak Lion lainnya.


" Ya udah sih nikah! Ingat nikah dulu baru nina ninu. Awas aja kalo kebalik, gw sumpahin loe pada enggak bisa nina ninu pas udah nikah " jawab Bryanda sadis.


" Dih! Sadis amat buk bos. Jadi ngeri gw " jawab Dewa.


" Tau nih! Main sumpah, enggak berani deh " jawab yang lain.

__ADS_1


" Tapi enggak di sumpahin juga kita enggal akan mau kali buk bos nina ninu sama cewek. Apalagi yang SCTV satu untuk semua. No " jawab Dewa.


" Iya tuh! Banyakan sih cewek kayak gitu enggak layak tau jadi masa depan. Takutnya di belakang kita dia main juga sama cowok lain. Penyakitnya bung, ngeri bet ya enggak bro " jawab Deva.


"Dah lah! Yang penting hati hati aja,mending nikah kalo dah enggak sanggup nahan nafsu. Kita bisa menyalurkannya pada pasangan halal kita. Sayangi diri kitalah, lagian buat masa depan itu harus pasangan yang tepat, jangan ngambil yang gampangan. Loe semua juga yang repot ntar " ujar vano pada anggotanya.


Singkat cerita, disini kami semua. Bersama dengan om Andre mendiakusikan permasalahan Alan yang di tahan.


" Gimana om! Bisa kita pake jaminan buat ngeluarin Alan. Kalo bisa tolong om kawal masalah ini karena kami enggak terlalu ngerti hukum " ujar Vano.


" Tenang Van! Serahin aja ke om, kamu tau beres aja. Bila perlu kasus kdrt yang dialami oleh ibunya Alan kita pake buat melawan ayahnya Alan " jawab om Andre.


" Kita tunggu hasil akhirnya aja om. Yang penting Alan harus keluar dari sel dan bisa jagain nyokapnya di rumah sakit. Masalahnya beliau nanyain Alan mulu. Takutnya dia drop lagi " ujar Dewa.


" Ya udah! Om pergi dulu ngurus masalah ini, nanti kalian om kabari " jawab om Andre sambil mengmbil tas kerjanya.


" Ok om! Sebelumnya makasih ya om " ujar Vano sambil bersalaman.


" Kasihan bet Alan. Lagi lagi rekan kita mengalami brokhen home. Kemaren bang Byan sekarang Alan. Lagi lagi seorang ibu dan anak yang jadi korban " ujar Dewa.


" Bener banget bro! Hidup enggak semuanya mulus dan damai. Enggak perlu jauh nyari contoh anggota kita sendiri yang mengalaminya. Dan kali ini lebih parah sampe di tahan " ujar Dewa sendu.


" Ya! Kita harus jadi support rekan kita apa pun yang terjadi nanti. Setidaknya kita bantu jagain nyokapnya. Biar Alan enggak terlalu kepikiran soal keadaan nyokapnya " ujar Vano.


" Oh ya gw mau liat Alan ada yang ikut


enggak " ujar Dewa.


" Ikut " sahut anak Lion kompak.


kantor polisi,


Kami melihat Alan yang berjalan dengan lesu meskipun berusaha tetap tersenyum pada kami semua.

__ADS_1


" Bro! You ok kan, sabar ya kita lagi usahain loe supaya bebas dan bisa jagain nyokap " ujar Vano sambil memeluk Alan.


" Thanks bos! Thanks semuanya, gw enggak tau gimana ngadepin masalah ini tampa kalian " ujar Alan sendu.


" Dah enggak usah lebay, duduk dan makan. Nih aku bawain makanan kesukaan kamu. Meskipun terkurung kamu harus tetap makan enak ya enggak guys " ujar Bryanda pada semuanya.


"Yoi! Bener tuh kata buk bos, loe harus makan enak biar keluar dari sini tetap sehat dan bisa jagain nyokap. Sementara ini biar kita semua yang gantiin posisi loe sebagai anak nyokap. Jadi loe jangan cemas brader " ujar Deva.


" Thanks semuanya " ujar Alan sambil mulai makan sambil dikelilingi para sahabatnya.


Setelah Alan selesai makan,mereka semua pun pamit ke rumah sakit untuk gantian jagain nyokapnya Alan.


" Bro! Kita balik dulu ya, ingat sabar. Loe jangan macam macam selama di sini. Ingat ada yang nungguin kedatangan loe, oh ya gw pake pengacara keluarga gw. Kalo loe mau gw bakalan bantu ngurusin perceraian nyokap. Itu pun kalo setuju " ujar Vano.


" Setuju bos! Gw setuju banget, jadi tolong bantu gw gugat bajingan itu dan ambil alih usaha nyokap yang dikuasai oleh bajingan itu dan gundiknya serta beberapa aset punya mama. please bos " pinta Alan sendu.


" Ok bro! Gw ngerti, loe tenang aja. Serahin ke kita semua. Loe jaga keaehatan loe aja, itu aja yang perlu loe lakuin. Ngerti " ujar Vano tegas.


Kami pun meninggalkan kantor polisi dengan berat hati.


Tak tega rasanya meninggalkan Alan sendiri di sana tapi apa boleh buat, yang pasti kami akan mengeluarkan saudara kami dari tempat itu. Rasanya hari ini sangat lama sekali berlalu.


Sudah seminggu hari Alan di kantor polisi dan hari ini kami akan menjemputnya untuk pulang setelah om Andre berhasil mengeluarkan Alan dengan ancaman akan melaporkan kembali om Fadil ke kantor polisi dengan kasus kdrt.


Karena tak mau di laporkan balik maka beliau mau mempermudah proses pembebasan Alan dari kantor polisi.


Setelah dari kantor polisi kami membawanya ke base camp Lion untuk bersiap karena akan ke rumah sakit. Hari ini kalo,kami akan ikut menjemput tante Dilla ke rumah sakit. Karena kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang.


Lagi lagi ibu dari saudara kami masuk rumah sakit karena ulah kaum kami yang banci. Menyakiti wanita yang seharusnya dilindungi. Benar benar memalukan sekali,padahal seharusnya mereka jadi panutan kami yang muda muda, yang baru saja menjajaki yang namanya rumah tangga.


Menyedihkan, ternyata umur tak jadi pedoman seorang itu bisa jadi dewasa. Yang dewasa pun belum tentu dewasa. Bahkan terkadang malah lebih kekanakan dari kami


semoga saja tak ada lagi saudara kami yang mengalami kejadian seperti ini. Amin,

__ADS_1


__ADS_2