PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Pulang


__ADS_3

Setelah lama berdebat akhirnya Zeela pun mengalah mengikuti kemauan Arjuna mengantarnya pulang.


Zeela sendiri tak menyangka bahwa hari ini Arjuna pun ikut pulang kerumah dan kini mengikutinya berjalan kearah kamar mereka.


"Selama gue pergi Lo aman kan, Sultan nggak gangguin?" ujar Arjuna dengan kedua kaki menggantung duduk disisi ranjang, sementara Zeela memilih duduk dikursi belajar sembari membuka buku-bukunya walau sebenarnya tak memiliki tugas sama sekali.


Zeela pura-pura tak mendengar, gadis itu diam tanpa mengatakan sepatah katapun, membuat Arjuna menghela napasnya dan melangkah mendekatinya.


"Gue tahu Lo ngambek kan sama gue, sorry gue nggak pulang kemarin, gue ada urusan_"


"Iya gue ngerti." sela Zeela cepat.


"Zee?"


Gadis itu mengangkat kepala, mendongak hingga tatapan mereka berdua bertemu.


"Terserah Lo mau lakuin apapun, tapi tolong selesaikan dulu masalah Lo sama gue."


"Masalah apa?" tanyanya dengan kening berkerut yang tentu saja bingung, karena seingatnya mereka tidak memiliki masalah, kecuali perihal pernikahan paksa mereka atas ancaman dirinya.


"Gue mau cerai Ar."


Deg!


Arjuna membeku, tentu saja kaget, saat mendengar Zeela mengucapkan kata ingin bercerai dari mulutnya dengan begitu lancar.


"Lo ngomong apa sih, jangan ngaco ya?"


Zeela mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh tanpa izin, "Gue pengen bebasin lo Ar, terutama agar perasaan gue sendiri tetap waras."


"Zee_"


"Dulu gue pikir dengan Lo Married sama gue, Lo bisa berubah dan menjadi cowok yang lebih baik, tapi ternyata gue salah kira, karena mungkin gue nggak seberarti itu."

__ADS_1


''Nggak Zee, nggak bisa! sampai kapanpun kita nggak akan pernah pisah, selamanya Lo bakalan jadi istri gue, jadi Lo jangan harap bisa lepas dari gue."


Zeela beranjak dari duduknya menatap Arjuna dengan tatapan penuh luka, beberapa hari ini ia memang berusaha terlihat kuat, tapi pada akhirnya ia pun menyerah juga.


"Lo itu egois ya Ar, Lo pernah mikirin perasaan gue nggak sih, lagi pula buat apa gue punya suami yang hobinya terus berada diluar rumah, dan berurusan sama cewek lain."


Zeela tersenyum getir, "Nggak bisa jawab kan Lo, kenapa? karena semua yang gue omongin itu benar kan?"


"Lo mandi gih, sore ini gue mau ngajakin elo kesuatu tempat sekaligus ngenalin Lo sama seseorang."


Deg!


Mendengar kata seseorang diakhir kalimat yang Arjuna ucapkan membuat perasaan Zeela seketika memanas, ia sudah bisa menebak siapa seseorang yang dimaksud Arjuna.


Entah itu wanita yang kemarin, atau ada lagi selain dia.


Ckkk.. hidupnya benar-benar menyedihkan!


"Gue nggak mau."


"Lo pikir cuma Lo yang capek, gue juga Ar!" balas Zeela dengan sedikit berteriak, membuat Arjuna diam menatapnya.


"Sorry Zee, gue cuma mau belajar terbuka sama elo tentang apapun yang gue sembunyiin selama ini Zee, gue mau Lo tahu semuanya."


Zeela menunduk, seraya menghapus air matanya yang sialnya terus menerus memaksa untuk keluar.


"Lo mau ya ikut gue."


Dengan hati yang terasa memanas Zeela pun mengiyakan ajakannya. "Oke, gue mandi dulu."


Saat keluar dari kamar mandi, Zeela celingukan mencari Arjuna yang tidak ia lihat keberadaannya, tak pedulikan itu ia bergegas memakai dress hitam diatas lutut yang memperlihatkan setengah paha putihnya begitupun dengan kaki jenjangnya.


*

__ADS_1


"Ayok!" ajak Zeela dengan ketus, saat melihat suaminya yang ternyata sedang menunggunya diruang depan, namun alih-alih menjawab, Arjuna justru terbengong-bengong tanpa mengalihkan tatapannya dari tubuh Zeela, bahkan Arjuna tampak meneguk ludahnya beberapa kali.


"Satu menit lagi Lo nggak berdiri, gue berubah pikiran, gue nggak jadi ikut Lo."


"Ah, O-oke kita berangkat!" ucapnya gelagapan.


"Zee, Sorry!" sebelum menaiki motor Arjuna membuka jaketnya lalu mengikatkannya dipinggang Zeela dengan maksud agar menutupi paha putih istrinya yang bisa dipastikan jika berada dimotor akan terekpos bebas kemana-mana.


"Lain kali kalau mau keluar nggak usah pake baju kek gini Zee." ucapnya yang terdengar lembut tidak ketus seperti sebelumnya.


"Emang kenapa?"


"Lo sengaja ya Zee, biar apa?"


"Ya, siapa tahu kan dijalan ada yang naksir sama gue." sahut Zeela santai, tanpa menyadari raut wajah Arjuna sudah berubah kaku.


"Lo sadar kan dengan apa yang Lo bilang barusan Zee, Lo nggak lupa kan kalau sampai saat ini Lo masih jadi istri sah gue, milik gue! Lo ingat itu?"


"Nggak."


"Zeela?"


"Gue nggak ngerasa punya suami." jawab Zeela santai membuat Arjuna mencengkram pergelangan tangannya, hingga Zeela meringis. "Sakit Ar."


"Apa alasan Lo mau nyari cowok lain hn? apa karena selama kita menikah Lo belum ngerasain servis gue secara sadar? kalau Lo maunya begitu, entar malem kita bisa langsung praktekin, gimana?"


"Ngaco, buruan berangkat!"


Arjuna terkekeh, "Baru aja diajakin udah tegang gitu mukanya."


"Ckkk.. buru jalan."


*

__ADS_1


*


__ADS_2