
Lapangan indoor,
Hari ini aku sangat hidup,cheerleaders adalah kegiatan eksrakurikuler yang aku minati. Tapi hanya karen 1 makhluk tengil membuatku harus mencuri curi waktu untuk bergabung dengan mereka.
Seperti hari ini,aku latihan dengan semangat dengan Kesya yang juga sempat bergabung di cheers di Bamdung.
Sangking semangatnya aku sampai lupa waktu. Tak terasa sekarang sudah pukul 11 siang.
" Mampus woi! Sekarang jam berapa guys, abis gue kalo ketemu Vano kayak gini tampilan gue " ujarku panik yang hanya ditamggapi malad oleh rekan dan adik kelasku.
" Ckk! Dah dibilangin pawang loe ganas tapi masih aja nekat,dah salin sana sebelum laki loe ngamul di sini. Bahaya bisa hancur semua properti cheers sama dia " celetuk Aura
" Hahaa! Loe sensitif amat sih Au kayak kayak emak emak " ujar Tere sambil terkekeh.
" Gimana gue nggak sensitif njir,yang ngadapin si Vano ngamuk waktu itu gue,bego gue. Loe pada malah cari aman ngacir ke kantin,sialan loe pada gue di bentak bentak sama Vano tau nggak gue sampe gemetaran karena kemarahan tuh cool boy " sewot Aura kesal.
" Hehheen! Sorry besty,gue nggak tahan laper soalnya. Jadi ya udah gue ke kantin dulu dapi pada lambung gue bocor karena omelan cool boy satu itu mending cari aman gue uppss ketahuan deh hhehehee piss besty " ujar Tere sambil cengengesan.
" Ngaku juga kan loe kalo loe cari aman, dasar emang ya enggak ngotak tau nggak " omel Aura kesal.
" Dah sih Au! Masa lalu biarlah jadi masa lalu,jangan di ungkit lagi. Sekarang kan kit nggak pernah lagi berurusan sama Vano " ujar Yasmin sambil nyanyi gaje.
" Masa lalu sih masa lalu tapi kan tetap aja memori otak gue nyimpan semua adegannya detail dan jelas bego " sewot Aura sinis.
" Hahaha! Dah lah sakit perut gue membayangkan wajah loe waktu Vano ngamul tau nggak sih Au. Dah kayak orang liat putih putih lagi terbang di atas kepala loe dan loe nahan biar nggak pipis tau nggak hahahaha " ujar Tere geli.
" Sialan loe Re! Dasar nggak ada prihatinnya sama sohib sendiri loe. Sialan loe emang Re, kalian juga " omel Aura kesal pada rekannya yang lain.
" Lah gue nggak ngapa ngapain yee! Kok diomelin juga sih. Enggak asik loe Au, main marahin orang aja. Gue nggak bersalah ya kan gue enggak ada di tkp waktu itu " sewot Audry.
"Apaan loe nggak ada di tkp. Loe ada di tkp tapi ngumpet di pohon loe sambil makan rambutannya pak Sueb,ngaku deh loe. Gue bilangin loe sama pak Sueb karena ngambil rambutannya nggak permisi " ujar Aura malas.
__ADS_1
" Apaan sih! Kata siapa gue naik pohon rambutan,loe kata gue monyet. Manjat
manjat " sewot Audry.
" Lah itu loe ngaku sendiri kalo loe monyet, gue nggak ada ya bilangin loe begitu " ujat Aura jahil.
" Ah! Dah lah, salah mulu perasaan kalo sama loe Au, gedek gue karena kalah mulu kalo adu lambe sama loe " sewot Audry kesal.
" Kesel buk! Loe salah makanya kalah ,apa salahnya sih ngaku salah dan minta maaf. Enggak akan bikin loe jadi pecundang kok besty " ujar Yasmin sok bijak.
buggg
" Sialan loe sat,kayak enggak ada salah aja loe sama Aura. Ckk dasar " omel Audry kesal karena dia sendiri yang dipojokkan padahal semuanya punya salah pada Aura karena meninggalkan Aura menghadapi Vano yang lagi mode kayak banteng mau nyeruduk.
Tak lama kemudian Bryanda dan Kesya datang dan melerai pertengkaran rekannya yang sedang memanas.
" Dah deh guys! Santai aja lagi, gue minta maaf karena Vano dah bikin kalian semua nggak nyaman. Lain kali gue nggak akan bikin kalian susah lagi. Jadi sorry " ujar Bryanda pada semuanya.
Ayam yang pasrah mau dipotong tau nggak geli gue kalo ingat kejadian itu hehehehe " ujar Tere terkikik.
" Sialan loe pada, senang banget loe liat gue kayak orang bego dihadapan Vano. Kayak krupuk disiram air tau nggak sih hahha " kikik Yasmin geli.
" Dah lah gue balik,malesgue jadi bulyan loe pada " ujar Aura ngambek.
" Eh! Eh ya gitu aja ngambek,elah childish bamget sih loe Au, santai napa sih elah. Ckkc anaknya buk Winda payah. Senjatanya ngambek, payah nih " ujar Audry setengah mengejek setengaj membujuk.
Sialan,
Dalam hatinya Aura terus mengumpat teman temanya yang tega jadiin bahan gibahan mereka. Membuatnya kesal setengah mati dan memutuska ke Mall mencuci mata,siapa tau dapat kenalan cogan.
" Mau kemana Au! Ikut dong " teriak Yasmin.
__ADS_1
Meskipun mereka bertengkar tapi tak membuat mereka lama untuk tak bersapa. Seperti sekarang, baru saja bertengkar mereka sudah berdamai kembali.
" Ke Mall, cuci mata. Siapa tau ada cogan yang ngena di hari gue " balas Aura berteriak.
" Widih cucok! Ikut dong, gue juga mau seleksi cogan nih " ujar Tere sambil menysul sahabatmya.
" Gue kok nggak diajak sih guys, kan mau seleksi cogan juga " canda Bryanda.
" Nggak! Nggak, loe sini aja. Bisa hancur Mall itu sama pawang loe " sahut mereka kompak.
" Sialan loe semua " ujar Bryanda sewot.
" Ke! Yuk cabut, cari Vano dan Sam di lapangan outdoor sekalian ke kantin haus
gue " ajak Bryanda.
" Kuylah Bry, laper gue abis latihan " jawab Kesya.
Mereka pun berjalan beriringan ke lapangan outdoor. Sesampainya di lapangan ternyata juga sudah kelar latihan.
Bryanda pun menghampiri Vano yang sedang membaringkan tubuhmya di lapangan diikuti yang lainnya.
" Van! Dah kelar latihannya , kalo udah kita ke kantin yuk. Haus bin laper nih " ajak Bryamda.
" Loe aja bab! Ke kantin sama Kesya sekalian beliin minuman yah buat yang lainnya ya, gue males banget nih jalan. Capek banget bab,haus lagi " ujar Vano lemes.
" Ya udah deh kalo gitu,bentar Van " jawab Bryanda sambil berlalu pergi menuju kantin di ekori Kesya yang juga mau pergi ke kantin.
Sesampainy di kantin mereka langsung memesan minuman dan gorengan dan makanan ringan lainnya buat Vano dan lainnya.
Setelah pesanan siap Bryanda pun bergegas pergi kembali ke lapangan outdoor. Sesampainya si lapangan Bryanda pun langsung menyerahkan minuman dan makanan pada Vano dan lainnya.
__ADS_1
Setelah beristitahat sebentar,mereka pun beranjak pergi ke ruang ganti untuk berganti baju dan bersiap untuk pulang ke rumah, sebagian ada yang mau nongkrong di cafe.