PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
PENGANTIN REMAJA


__ADS_3

Hari ini hari perjuangan buat kami anak sekolah.


Ujian kenaikkan


Hal yang terkadang jadi paling mengerikan bagi anak yang malas dan di tunggu tunggu bagi anak yang pintar.


Begitu juga denganku dan lainnya. Kami sangat menantikan moment ini. Aku duduk terpisah dengan yang lainnya. Kami fokus dengan lembaran soal yang ada di meja kami tampa menghiraukan sekitar, teman teman yang bersuit ria minta agar diberi jawaban untuk soal yang tidak mereka dapatkan jawabannya.


Aku mengacuhkan mereka, dan tetap fokus menyelesaikan soal milikku dengan tenang. Semuanya adalah soal yang aku dan yang lainnya pelajari kemaren saat kami di base camp.


Waktu menyisakan 30 menit lagi saat aku nyelesaikan soal soal milikku. Aku tatap Sam dan Kesya serta Felya. Mereka masih khusyuk dengan soalnya. Karena tak ingin meninggalkan mereka, aku memutuskan memeriksa kembali jawabanku.


Teeet teeeet


Bel tanda ujian pertama selesai telah berbunyi. Aku pun langsung berdiri mengumpulkan lembar jawabanku ke meja guru. Setelah itu kembali ke meja dan mengambil tas untuk ke kantin.


" Gimana Bry! Loe bisa menyelesaikan soal barusan " tanya Kesya.


" Bisa! Insya Allah, loe pada gimana.bbisa juga kan " tanyaku balik.


" Kita bisa juga kok, insya Allah " ujar Felya.


" Iya aku juga " jawab Kesya.


" Sama. Ke kantin yuk laper gw abis peras otak " celetuk Sam sambil menggandeng tangan Kesya.


" Kuylah, gw juga laper nih " balas Bryanda sambil melangkah keluar kelas di ekori oleh Felya.


Saat di jalan menuju kantin, mereka bertemu dengan Vano dan akhirnya bergabung ke kantin juga.


" Widih! Soalnya mantep,ibarat bakso di kasih sambel semangkok penuh. Pedes bet, enggak tanggung tanggung bu Sukma ngasih soal. Ngelenger dah yang enggak belajar, apalagi yang hobi ngebolos " celetuk Vano.


" Ember! Gw aja nih kalo enggak teliti bisa terjun bebas tampa hambatan karena soalnya kebanyakan menjebak " jawab Bryanda kesal.


" Apalagi gw yang baru masuk sini! Bum terlalu ngerti dengan cara mengajar beliau tapi untungnya udah dipelajari sih kemaren " sahut Kesya.


" Santai Ke! Ada babang Sam laki loe, ntar kita belajar bareng ya " ujar Sam pada Kesya.


huekk


Huekk

__ADS_1


" Mabok gw dengernya anjir! Sok romantis loe,aslinya preman es " ledek Bryanda geli.


" Ye syirik aja loe, dasar sepupu la**at. Bilang aja loe mau di romantisin juga. Loe juga Van, enggak peka loe jadi orang. Masak musti di kode sih baru romantisin si Bryanda. Ganggu gw aja tau enggak " dumel Sam kesal.


" Gw beda sama loe ya bro! Romantis gw cuma buat bini gw seorang. Yang lain enggak boleh liat,entar jadi pasaran lagi karena pada ngikutin. Nggak sama dengan loe yang b aja romantisnya " ujar Vano ketus


" Anjir, enggak bini enggak laki sama aja bang*at " umpat Sam kesal.


" Dah! Dah makan, malu sama makanan. Berantem kayak anak tk " celetuk Felya.


" Anjay! Diam diam loe nyelekit juga ya


Fel Fel " ketus Sam.


" Sam! Perasaan loe marah marah kek cewek pms tau nggak sih. Jangan jangan semalam loe enggak dapat jatah lagi " celetuk Bryanda tampa dosa.


Hukkk


Hukkk


" Widih! Kompak amat batuknya mbak Kesya sama babang Sam. Kayaknya beneran enggak dapat deh " ujar Bryanda semakin membuat keduanya salah tingkah.


" Hahahha! Jadi beneran, anjir. Hahaha, gila puasa dong selama seminggu " ledek Vano.


" Ye sialan loe Sam! Tapi enggak karatan juga sih. Itu namanya pengertian sama pasangam kali " balas Vano tak mau kalah.


" Pengertian apanya dipepetin mulu, kayak prangko " balas Sam.


Hupp


karena malas mendengar perdebatan yang bertujuan menelanjanginya membuat Bryanda menyuapkan bakso pedas miliknya pada Sam dan,


Aaaaaaaa


" Hah! Hah hah, pedas gila. Air bab,air " ujar Sam heboh kepedasan.


Membuat semua yang melihat terpaksa menahan tawa geli. Benar benar sesuatu babang Sam ini hahhaha.


Setelah tenang Sam pun memelototi sang sepupu lak**tnya.


" Sialan loe Bry! Hampir aja gw semaput. Itu bakso pake sambel atau sambel yang pake bakso. Pedes banget gila sepedes soalnya buk Sukma tadi " umpat Sam kesal.

__ADS_1


" Hahhaha! Sorri bang Sam, gw cuma pake sambelnya 5 sendok kok. Dikit doang elah, masak pedes sih. Gw b aja tuh, enggak


pedes " jawab Bryanda tampa dosa.


" Woi anjir! 5 sendok loe bilang dikit lah banyak berapa sendok elah. Sinting loe emang Bry " ujar Sam cengo.


apalagi yang lainnya hanya melongo mendengar Bryanda mengatakan dengan santai 5 sendok sambel seolah olah mengatakan 5 sendok kecap. Ajaib bener anak mama Bella dan papa Dimas.


" Kenapa sih pada liatin gw kayak gw makhluk dari planet lain yang nyasar ke DARMAWANGSA aja elah. Biasa aja sih 5 sendok buat gw mah, malahan gw pernah kasih sambal 8 sendok. Biasa aja tuh " ujar Bryanda tampa dosa.


Whatttt


Membuat yang mendengarnya langsung syok,terutama Vano sang suami yang langsung menatap ngeri istrinya.


Vano memang tau kalo Bryanda pecinta pedas tapi enggak menyangka kalo akan segila itu pake sambelnya. Dia langsung menggelengkan kepala mendengar kegilaan sang istri.


Tidak bisa dibiarkan, Bryanda harus menghentikan kebiasaan pake sambel sebanyak itu.


" Mulai hari ini loe harus mengurangi konsumsi sambel pas makan bakso bab! Kalo enggak loe nggak boleh makan bakso " ujar Vano sambil melotot kesal pada sang istri.


" Apaan sih Van, enggak mau ah. Loe enggak bisa dong ngelarang gw makan bakso pedes " ketus Bryanda.


" Lah gw bilang kurangi pedas kan. Gw larang kalo loe ngeyel, inget kesehatan dong bab. Kalo loe sakit lambung gimana " ujar Vano sabar.


" yah kalo di kurangi sambelnya gw kayak minum air bekas cuci tangan tau enggak sih, hampar Van baksonya " ujar Bryanda sewot.


" Mmmm! Mana ada rasanya seperti bekas air cuci tangan emang loe udah nyobain air belas cuci tangan " celetuk Sam polos.


" Umpama Sam! Umpama elah,pinter dikit napa sih loe. Masak gitu aja enggak ngerti, malu maluin Allinsky aja loe " ujar Bryanda sewot.


" Serah loe dah! Yang waras ngalah aja sama yang stres kayak loe Bry. Hadeh lama lama gw ikut ikutan stres Bry debger bacot loe yang enggak di pikir dulu sebelum ngomong " ujar Sam males.


" Dih! Enak aja bilangin gw stres, loe kali yang stres. Gw biasa aja perasaan. Dimana salahnya gw, elah napa pada ngeliat gw kayak


liat topeng monyet aja sih " ketus Bryanda.


" Iye! Loe monyetnya " celetuk Sam tak kalah kesal.


" Dih! Bocah, lagi pms beneran deh loe kayaknya " sewot Bryanda malas.


Apaaaa!

__ADS_1


Apaaaaaa!


Hadeh duo Allinsky perang cuy heheheh


__ADS_2