
"Mau nonton dulu atau makan dulu?" ujar Amora saat keduanya kini sudah berada didalam sebuah Mall yang mereka datangi.
"Gue laper sih, tadi waktu disekolah nggak jajan soalnya." keluh Zeela.
''Kenapa? pasti karena nggak ada gue ya."
"Ckkk..iya! elo sih pakai bolos segala jadi nggak ada temennya kan gue."
Amora menyengir sembari memeluk Zeela dari samping, "Sorry ya Zee sayang, eh tapi sebenarnya yang mau temenan sama Lo itu banyak tahu Zee, tapi mereka nggak enak deketin Lo nya, minder sih katanya."
"Minder? minder kenapa?"
"Karena Lo terlalu cantik mungkin."
"Sok tahu!"
"Ih beneran lagi, eh iya ngomong-ngomong kita mau makan apa nih Zee?"
"Terserah, gue sih ngikut aja."
Akhirnya keduanya memilih makanan seafood, dan memakannya dengan tenang, sebelum kemudian lanjut untuk menonton film yang sudah lama mereka tunggu-tunggu.
"Beli es cream yang di Cafe bawah yuk?" ajak Amora, begitu film yang ditonton mereka kini telah usai.
"Boleh!"
"Oh iya Zee, Lo ngerasa nggak sih kalau si biang keladi Valen itu suka sama elo."
"Ngomong apa sih, jangan ngaco deh."
"Tuhkan, udah gue duga."
"Apaan?"
"Lo nggak peka jadi orang."
"Lo aja kali tuh yang sok tahu."
"Ihs Zee, ini tuh beneran."
"Udah ah, katanya mau beli es cream tadi, jadi nggak?"
"Yaudah yuk!"
Keduanya pun berjalan menuju Cafe yang tidak jauh dari pintu mall, disaat yang sama seorang anak kecil juga berlari menghampiri Cafe tersebut.
"Papa! Syifa mau es cream, boleh kan?" ujar gadis kecil tersebut dengan suara yang cukup keras hingga membuat Zeela dan Amora sontak menoleh kearahnya.
Dibelakang sana, pemuda yang hendak mengikuti langkah Syifa seketika terhenti saat matanya bersitatap dengan Zeela, terlebih saat melihat gadis tersebut tampak mematung.
"Zeela?" ucap pemuda yang tak lain adalah Arjuna itu dengan lirih, sementara Zeela tak bergeming sembari mengeratkan ponsel dalam genggamannya, lalu menatap gadis kecil yang kini memegangi kaki suaminya.
__ADS_1
"Pa, beliin es cream?"
Gadis kecil itu kembali berbicara sembari menggoyangkan kaki Arjuna, meminta agar pemuda tersebut membelikan es cream yang ia inginkan.
"Sayang,?" Alya yang sejak tadi menyimak dibelakang Arjuna memilih untuk menarik tangan Syifa, membawanya sedikit menjauh dari sana, lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya didepan Syifa. "Kenapa panggil om papa?"
"Papa bilang, Syifa boleh kok manggil papa."
"Tapi sayang, ibu nggak mau Syifa panggil dia papa."
"Kenapa Bu, Syifa kan mau ngerasain juga punya papa."
Alya menggelengkan kepala sebagai tanda bahwa ia benar-benar tak setuju dengan keinginan putrinya.
"Ibu nggak suka aku punya papa."
"Bukan begitu nak, tapi_"
"Yaudah kalau ibu nggak suka Syifa panggil om papa, Syifa akan tetap manggil om aja."
Alya mengangguk dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca, lalu memeluk putrinya.
Maafkan ibu nak!
Masih ditempat yang sama, Zeela berdiri menatap Arjuna yang tampak acuh, pemuda itu membuang muka seolah tak berniat menjelaskan apapun, tentang siapa wanita yang bersamanya, ataupun gadis kecil yang memanggilnya dengan sebutan papa.
Inikah alasan Arjuna bolos sekolah, dan tidak bisa menjemputnya siang ini, batin Zeela penuh tanya.
Zeela mengangguk saja, kemudian berbalik mengikuti langkah Amora keluar meninggalkan Mall tersebut.
*
"Zee, Lo nggak apa-apa kan?" Amora mengusap bahu Zeela seraya meletakkan satu cup es cream yang baru saja dipesannya didepan Zeela.
"Gue nggak apa-apa kok Mor, emangnya kenapa?" sahutnya yang berusaha melebarkan senyumnya.
Amora menjatuhkan tubuhnya dikursi kosong yang berdampingan dengan kursi yang tengah diduduki Zeela, gadis itu men desah, lalu kembali melirik wajah murung sahabatnya.
"Lo harusnya tahu kan Zee, kalau Lo itu paling nggak bisa nyembunyiin masalah apapun, apa lagi dihadapan gue."
"Lo sebenarnya ada hubungan apa sih antara Lo sama si Arjuna Zee, cerita deh ke gue! kecuali kalau Lo udah nggak nganggap gue sebagai sahabat lagi" lanjut Amora membuat perasaan Zeela semakin gusar.
"Gue tahu elo adalah sahabat gue yang paling gue percaya Mor, jadi gue minta setelah gue ceritain masalah gue, Lo jangan pernah cerita kesiapapun lagi ya." ucap Zeela pada akhirnya.
Ia rasa bercerita pada Amora memang tidak ada salahnya, karena selain Amora sahabat baiknya, Amora jelas orang yang dapat ia percaya untuk ia berbagi keluh kesah.
"Oke gue janji nggak akan cerita kesiapapun, Lo bisa pegang omongan gue Zee, jadi bisa ceritakan masalah Lo sama si Arjuna itu apa?"
"Gue_" Zeela menghela napasnya lebih dulu sebelum kemudian melanjutkan ucapannya. "Gue sering cerita kan kalau gue pacaran sama kak Sultan,?"
Amora mengangguk, "Yang berawal karena perjodohan konyol itu kan."
__ADS_1
"Iya benar!"
"Terus hubungannya sama si Arjuna apa?"
"Ternyata dia adiknya kak Sultan Mor."
"Eh seriusan, jadi Lo iparan dong sama dia."
"Bukan itu masalahnya Amora, justru Arjuna_ Arjuna yang jadi suami gue."
Uhukkk...
"Aduh Mor, Lo nggak apa-apa?" refleks Zeela berdiri menepuk-nepuk pundak Amora yang tengah terbatuk-batuk.
"Udah-udah, gue nggak apa-apa, Lo duduk lagi gih terus lanjutin ceritanya gue masih mau denger."
Zeela menurut saja kembali duduk dan melanjutkan ceritanya.
"Tunggu Zee, Lo bilang apa tadi, suami? gue tiba-tiba blank deh kayaknya bagian sini, bisa nggak Lo jelasin sejelas-jelasnya.,"
"Gue_ gue sama Arjuna udah married." jelas Zeela yang seketika membuat Amora tertawa.
"Kok malah ketawa sih Mor, emang ada yang lucu?"
"Elo bercanda kan, mana mungkin Lo udah married, masih sekolah lho kalian berdua."
"Jadi Lo nggak percaya?" tanyanya dengan wajah menunduk lesu.
"Eh Zee, jadi_ jadi serius, kalau Lo sama si Arjuna itu udah_" Amora menyatukan kedua tangannya didepan dada, dengan raut wajah tak percaya.
"Iya, gue sama dia udah Married." jawabnya, membuat Amora menghela napasnya yang terasa berat.
"Gue sampai nggak bisa berkata-kata Zee, kaget gue."
"Tapi itu kenyataannya Amora."
"Wah ini sih benar-benar konyol ya Zee, Lo sadar nggak sih kalau Lo itu masih muda belum waktunya membuat cerita yang seperti ini Zee, Lo itu cantik, pinter, jadi nggak bakalan lah elo kehabisan cowok, dunia ini luas Zee."
Zeela berdecak, "Lo nggak tahu masalahnya Mor, makanya Lo ngomong begitu."
"Jadi kenapa Lo bisa married sama dia, atau selama ini Lo emang udah kenal lama sama dia, tapi kok bisa sih Zee Lo pacaran sama kakaknya tapi malah Married sama adeknya."
"Yang pasti gue terpaksa Mor, kalau Lo tanya gue cintanya sama siapa ya jelas gue cinta sama kak Sultan."
"Tapi kena_"
"Dia udah nidurin gue." sela Zeela cepat, bersamaan dengan air matanya yang berjatuhan, sementara Amora memekik, sembari menutup mulutnya tak percaya.
*
*
__ADS_1