
"Semalem buru-buru banget Lo pulangnya, kebelet ngamar?" ucap Sean dengan senyum mengejek, yang entah mengapa pagi ini sudah lebih dulu berada dikelas.
"Lo ngomong sama gue?" tanya Arjuna setelah memastikan disekitarnya tidak ada orang lain selain dirinya dan juga Sean, karena Ardan dan Paris sedang merapikan buku di perpustakaan sebagai hukuman, karena kemarin sudah mengerjai adik kelasnya.
"Kagak, gue ngomong sama tembok!"
Arjuna terkekeh, mendudukkan bokongnya diatas bangku milik Sean, dengan sebelah kaki yang ditumpu kan diatas pahanya.
"Kenapa Lo, tumben nanya-nanya? naksir sama cewek gue."
"Ar, kalau Lo nanya gue suka atau nggak sama Zeela, jawabannya udah pasti iya."
"Lo_" Arjuna beringsut, hendak menarik kerah baju Sean, namun pemuda itu dengan sigap menahannya.
"Santai dong bro! dengerin dulu maksud gue."
"Asemm!"
"Zeela itu cantik, dan justru karena itu gue mau nanya serius sama Lo!" Sean menghela napas lebih dulu, kemudian memperbaiki letak posisi duduknya dan menatap Arjuna.
"Ar, gue tahu Lo cakep, yang suka sama Lo juga banyak kan, nggak kehitung malah gue rasa! tapi Ar, gue nggak rela kalau misalnya Lo nyakitin Zeela Lo mainin seperti yang sebelum-sebelumnya."
"CK, Zeela cewek gue, urusan gue! elo nggak usah pusing-pusing mikirin dia, ya!"
"Lo nggak bisa gitu terus dong Ar, Zeela sama sekali nggak pantes Lo gituin, walaupun gue baru pertama ketemu dia semalam, tapi gue yakin Ar, Zeela cewek yang baik! dia beda dari semua cewek yang Lo kenal."
Arjuna beranjak dari meja Sean berdiri dengan kedua tangan yang ia masukkan kedalam celana, santai, dan tampak sangat cool.
"Lo nggak tahu kan Se, alasan gue mecarin banyak cewek selama ini, gue itu nggak minta mereka jadi pacar gue beneran, tapi merekanya aja yang gampang baper."
__ADS_1
"Dan selama ini dari sekian banyak cewek, belum ada yang bikin gue benar-benar merasa nyaman, kebanyakan dari mereka cuma nuntut gue buat perhatiin dia dan ngabulin semua keinginannya."
"Lo benar! Zee emang beda, itu sebabnya gue kali ini mau lebih serius sama dia."
"Gue pegang kata-kata Lo!" sahut Sean.
"Kalau nggak?"
"Gue bikin mampus lo."
Arjuna tergelak, kemudian merangkul bahu Sean dari samping, ''Elo nggak usah khawatir, gue sebenernya_ sayang! cuman ya gue musti lebih banyak sabar dulu, masalahnya di hati dia masih ada cowok lain, dan gue belum bisa ngerebut posisi itu."
"Siapa?"
"Abang gue!"
"Hah?!"
"Sakit, kunyuk! eh tapi beneran yang Lo bilang barusan kalau_"
"CK, bohongan! iyalah beneran, Lo pikir ngapain gue bikin bercandaan kek gini, kagak ada faedahnya banget."
"Wah parah berarti Lo ya Ar, cewek Abang sendiri main gibeng aja."
"Cewek Abang gue juga banyak, kalau cuma diambil Zeela doang masih ada yang lain."
"Lucu Lo kek nggak ada cewek lain aja."
"Ya gimana, gue cuma mau dia."
__ADS_1
"CK, gue pikir cowok modelan kek Lo kagak bakalan bisa jatuh cinta Ar."
"Gue juga manusia kali Se."
"Iya sih! oh iya, ngomong-ngomong semalem si Alin nangis Ar."
Arjuna mendelik, menatap Sean dengan kening berkerut, "Urusannya sama gue apa?"
"Ya nggak ada sih, tapi masalahnya dia nangisin Lo."
"Emang gue kenapa ditangisin segala, belum mati kan?"
"Dia cemburu, bego! gitu aja kagak ngarti sih."
Arjuna tampak berdecak, "Yang gue heranin kenapa baru ditangisin sekarang, dulu pas gue masih berharap dia balik, kemana? bangsadd! kalau inget waktu itu gue berasa jadi cowok paling bego sedunia tahu nggak Lo." ucap Arjuna emosi, sembari menendang kursi disampingnya.
"Iya dulu Lo bego banget emang."
"CK.."
"Emang dulu Lo beneran suka sama si Alina Ar, biasanya kan kalau pacaran Lo nggak pernah pake hati."
"Ini bukan masalah suka atau nggaknya Se, tapi masalah komitmen kesetiaan, Lo tahu sendiri kan gue paling benci pengkhianatan."
"Iyasih, waktu itu si Alina emang selingkuh! Sorry Ar, gue nggak maksud buat ngingetin kekecewaan Lo sama si Alina, tapi serius deh semalam dia nangis terus! ya kayaknya sih dia nyesel gitu pacaran sama si Gevan."
"Gue udah nggak ada urusan lagi sama dia, jadi gue nggak peduli dia mau kek gimana sekarang, sekarang prioritas gue cuma Zeela nggak ada yang lain."
"Cie, playboy insyaf."
__ADS_1
*