
Setelah pertemuan dengan Arsen,kami pun pulang le base camp untuk mencari solusi masalah kami.
Saat sedang resah,terpikir untul menghubungi Marcel dan minta bantuan padanya. Makanya aku mengirim notice padanya.
" Vano : malam bro, sorri nih ganggu. Gue boleh minta bantuan nggak sama loe bro "
Sent.
Aku menunggu balasan dari Marcel, setelah 15 menit menunggu ada balasan dsri Marcel langsung saja aku buka.
" Marcel : malam juga bro, nggak kok gue santai. Ada masalah apa sih "
" Vano : ada anak genk yang jadi musuh bebuyutan genk gue. Swbenarnya gue santai aja cuma dianya aja yang mengikrarlan permusuhan. Dan beberapa waktu yang lalu gue ngarahin polisi supaya menggrebek tuh orang sama anggotanya di markasnya. Dan dia di seret polisi ke penjara karena punya 1 paket besar nark*** di markasnya. Jadi ya dibawa deh sama polisi dan hebatnya dia bebas sekarang, gue denger dia punya bekingan Mafia Cel, gue talutnya dia menjebak orang gue "
" Marcel : tenang aja ada gue yang akan mebgurus masalah mafia itu. Loe kasih tau aja apa yang musti gue lakuin "
" Vano : ok bro! Namanya Andika dsn nama genknya Antrack "
" Marcel : ok aman. Serahin gue. Atau loe kirim fotonya dan mananya malas.
" Vano : thanks bro! Kalo gitu gue tunggu hasilnya,bye "
" Marcel : Ok sip bro, gue akan segera turunin anggota gue setelah ini, bye "
Aku lega rasanya setelah meminta bantuan pada Marcel. Yah mafia lawannya mafia sedangkan anak genk lawannya anak genk.
Setelah membahas banyak hal dengan yang lainnya, kami pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah kami pun istirahat di kamar masing masing.
Sesampainya di kamar aku pun membersihlan diri,begitu pun Bruanda. Saat melihat Bryanda sedang memakai kimono haduknya membutku menjadi gusar,
Ck dasar bini gue sengaja banget sih pake kimono handuk, mancing mancing n**** gue aja.
Karena tak tahan, akhirnya aku hampiri Bryanda dan langsung memeluknya yang sedang mencari baju tidurnya di lemari bajunya.
Aku pun mencium lehernya dan memintanya melayaniku. Tadinya tak mau tapi akhirnya mau juga.
__ADS_1
Siip malam ini gue nyelup lagi, kami bermain selama 3 jam. Setidaknya gue bisa menyalurkan kegundahan gue dengan bermain dengan orang yang tepat dan halal buat gue.
Setelah selesai mengarungi samudera yang luas bersama bini gue akhirnya kami pun tidur karena kelelahan.
Paginya kami terlambat bangun. Karena olahraga renang semalam. Setelah mandi yang lagi lagi diselingi dengan olahraga renang kami pun terlambat untul sarapan.
Saat di meja makan ternyata pasangan Sam dan Kesya tak jauh beda kondisinya dengan aku dan Bryanda. Rambut basah keduanya memberi jawaban apa yang terjadi pada mereka semalam.
Ck dasar ikutan aja
Aku pun sarapan dengan malas, samapi ada yang nyeletuk.
" Kayaknya semalam ada yang perang sampe pagi sehingga telat bangunnya " celetul Sam.
" Dih! Kayak yang nggak aja loe, lagian bebas kali dah halal ini " balas Vano sewot.
" Emang sama kita tapi gue selalu bangun pagi tuh sama Kesya. Kalian telat terus perasaan " ujar Sam malas.
" Ye! Sensasi olahraga pagi enggak bisa dilewatkan gitu aja dobg bro " sahut BVano sambil mengedipkan mata pada Bryanda.
Karena malas mendengar celotehan tak bermutu Sam membuat Bryanda dan Kesya menyumpal mulut keduanya dengan roti bakar.
" Tau! Apa pun yang terjadi dikamar jangan di umbar sama yang lain. Ini mending kita berempat yang dengerin kalo di luar bisa bisa aku dan Bryanda malu karena merasa ditelanjangi oleh kata kata kalian berdua " ujar Kesya ikutan mengomel.
" Iya deh sorry bab! Kita enggak lagi lagi deh ngumbar masalah ranjang, kecuali saat berempat begini " ujar Sam.
" Apaan! Enggam ada, kalian enak cerita cerita berdua lah kita malu tau nggak dengernya, pokoknya kalao masih cerita nggaka ada jatah selama sebulan " ancam Bryanda.
" Yah! Enggak bisa dong by! Enak aja sebulan puasa. No, bisa gila gue by. Ada ada aja hukumannya " ujar Vano sewot.
" Sama ,aku juga ngasih hukuman yang sama dengan Bryanda kalo kamu juga cerita masalah ranjang kita di luar kamar " ijar Kesya malas.
" Dahlah! Oh ya sekarang kita mau kemana nih. Kalo di rumah aja males banget, loe ada ide nggak Sam " ujar Vano pada Sam.
" Ke sekolah aja gimana bro! Latihan basket bro, ajal yamg lainya. Dah lama juga nggak latihan " ukar Sam.
__ADS_1
" Bener juga bro kata loe, bentar gue tanyain dulu sama anak anak,bisa nggak merela gabung " ujar Vano sambil mengambil poncelnya dan asik mengirim notice pada anggota basketnya, apalagi sekarang sedang ada penerimaan siswa baru.
" Fix! Yuk bro kita ke sekolah, anak anak setuju buat latihan. Ya udah gue ganti baju dulu sekalian bawa baju ganti buat ganti ntar abis latihan " ukar Vano sambil mengelap tangannya setelah sarapan.
" Sip! Gue juga mau siap siap, " ujar Sam sambil beranjak diikuti Vano.
Sementara Bryanda dan Kesya menelesaikan sarapannya.
Tak lama kemudian mereka berempat siap berangkat le sekolah. Sesampainya di sekolah, sekolah tampak rame oleh murid SMP yang akan mendaftar.
Mereka pun menelusuri koridor sekolah dan memutuskan berpisah jalan,Bryanda dan Kesya pergi ke Kantin sambil menunggu Vano dan Sam latihan.
Bryanda dan Kesya langsung ke lapangan indoor untuk melihat anak cheerleaders berlatih.
" Ada angin apa nih,mantan ketua main
ke sini " celetuk Rania.
" Whats up girl,lagi boring nih gue. Mau latihanlah dikit " ujar Bryanda santai.
" Cih! Lambemu dikit, ntar pawangmu ngamul melihatmu pake kostum cheeers " cetus Aura.
" Ck! Santai girl, Vano lagi latihan dia. Enggak bakalan lah kesini " sahut Bryanda enteng.
" Iya! Kalo dia liat loe pake baju cheeers, dia langsung ngamuk sama kita kita " seru Yasmin.
" Enggak guys! Enggak elah, sensi amat sih " sungut Bryanda malas.
" Ya abis terakhir loe gabung sama kita kita dia ngamuk karena baju seragam yang loe pakai " ujar Tere " geli membayangkan bagaimana seorang Vano ngamul karena Bryanda pakai baru seragaam baru tim mereka.
" Dah lah lupain aja napa sih, elah dah lama kali. Masih ingat aja loe pada " ujar Bryamda malas.
" Iya dah lah tapi kalo pawang loe ngamul lita tak tanggung jawab ya " ujar Aura sambil menyerahkan kostum cheers pada Bryanda, lalu bertanya pada Kesya
" Loe gimana Ke, ikutan latihan juga sama kita atau jadi penonton " tanya Tere.
__ADS_1
" Kebetulan sih di Bandung guenpernah ikutan cheers, jadi nggak masalah kalo latihan selarang " ukar Kesya .
" Ya udah! Yuk guys kita bersiap buat latihan " ajak Yasmin semangat.