PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
PENGANTIN REMAJA


__ADS_3

Penentuan kenaikan kelas


Hari ini adalah pembagian raport kenaikan kelas. Aku yakin kami semua akan naik kelas, bukan takabur tapi karena kami belajar bersama. Dan perjuangan kami, setidaknya beda beda tipislah. Yang pasti kami yakin kalo kami naik kelas.


Sesampainya di sekolah,aku melihat teman temanku telah berkerumun di mading. Membuat kami semua penasaran dengan apa yang mereka lihat.


" Permisi guys! Kasih kami jalan dong, please. Hadeh enggak ada rasa pengertiannya sama sekali sih " celetukku.


" Ya Bry! Apaan sih baru datang udah main serobot aja. Antri dong besty, kita juga mau liat kali " ujar Andien sewot.


" Jiah, sewot aja loe Ndien! Yang ngalah dapat pacar kayak Sehun oppa " ujarku ngasal.


" Dih! Asal ngemeng aja loe Bry, males bet punya pacar cuma bisa diliat tapi tak dapat dipeluk. Mending kalo pacarnya Vano bolehlah ya nggak berty " ujar Andien pada yang lainnya.


" Dih! Enak aja, laki gw itu. Mau jadi pelakor loe, coba aja loe kalo berani gangguin laki gw. habis loe gw garuk " ujar Bryanda sangar.


" Haaha! Biasa aja elah, dasar bucin loe Bry. Ya udahlah, buruan elah. Antriannya warga DEWANGSA masih panjang nih. Loe kalo udahan mundur teratur udah " ujar Stella malas karena mendengar perdebatan teman seangkatannya yang enggak bermutu.


" Cih! Si yang paling dewasa,yang lainnya mah childish " sahut Bryanda malas.


" Udah deh, sana ke kelas. Biar gw aja yang cari tau nama kalian semua. Kasihan yang lainnya tuh. Mereka dah dari tadi antri " ujar Stella.


" Hah! Iya deh,iya gw mau ke kantin. Loe mah bikin mood gw hancur Stell. Jadi laper gw " ujar Bryanda kesal.


" Dih! Bilang aja loe laper, enggak usah bilang gara gara gw, dasar anak kecil " ujar Stella sewot.


" Loe maunya apa sih Stell, gedek gw lama lama sama loe. Untung aja loe teman gw kalo enggak udah gw jambak loe dari tadi " ketus Beyanda kesal.


" Hahaha! Abisnya dah lama gw nggak liat loe kebakaran bulu kaki. Pengen aja liat loe kek preman pasar " ujar Stella santai.


" Dahlah! Males gw,oh ya gw denger Gilbert dah balik ke Indonesia. Loe dah kontak sama dia Stell " tanya Bryanda.


" Udah kemarin malan. Dia mau ketemu sama loe dan yang lainnya. Katanya pengen reunian gitu khusus angkatan kita aja " jawab Stella.


" Hah serius! Kapan acaranya Stell,tapi boleh bawa pasangan kan. Males gw kalo sendirian ke sana " ujar Bryanda setelah keluar dari kerumunan.

__ADS_1


" Bolehlah! Siapa emang yang loe bawa. Jiah, paling enggak jauh dari Vano pasangan loe. Dah kek laki bini aja loe berdua. Kemana mana kalo enggak loe yang ngintil si Vano ya si Vano yang ngintilin loe. Enggak bosen apa dari Tk sampe sekarang dunia loe cuma Vano doang " ujar Stella bosan.


" Dih napa sih dengan Vano, enggak ada yang melebihin Vano masalahnya. Kalo ada gw pikir pikir dulu deh buat bgedeketin " ujar Bryanda di barengi jitakan dari Vano.


Pletak


" Aduh.. duh sakit bang, pala dedek tuh harusnya di elus bukannya di jitak bang. Jahat banget sih abang sama dedek " ujar Bryanda ngedrama.


Huekk


Huekkk


" Mabok gw denger loe ngomong kek gitu Bry. Segala pake abang dedek, biasanya loe gw kalo enggak anj**g sama monyet. Ini abang dedek lebay loe kebangetan " ujar Stella geli.


" Ah loe mah enggak asik jadi temen. Dah ke kantin dulu gw laper bin mager liat loe Stell " ujar Bryanda sambil mengajak rombongannya ke kantin.


At kantin


Sambil menunggu pesanannya datang Bryanda masih merasakan pelototan tajam dari sang suami. Siapa lagi kalo bukan Vano,


"Kenapa sih! Ngeliat gw segitunya, ada yang salah sama gw " ujar Bryanda tampa dosa.


" Dih gitu aja loe pikirin Van! Loe harusnnya bisa dong ngebedain yang bercanda sama yang serius. Lagian gw juga punya otak kali, ya kali gw ngedeketin cowok lain sementara gw dah teken sama loe. Loe pikir gw cewek kegatelan apa " ujar Bryanda malas.


" Dah sih! Loe berdua brisik tau nggak, noh makanannya dah dateng. Mending makan gih dari pada ngereog loe berdua. Sakit telinga gw dengernya " ujar Sam kesal.


" Is kayak enggak pernah brisik aja " ujar Bryanda kesal sambil mengeksekusi makanannya secara brutal.


" Santai aja yang,kalo kesal jangan ke makanan dong. Makanannya enggak salah sama loe, masak jadi korban kekesalan loe sih hehhhe " ujar Vano geli.


" Dah deh diam, enggak tau apa gw lagi enggak mode bercanda " ujar Bryanda kesal.


Karena malas ribut dengan sabg istri Vano pun diam saja dan fokus pada makanan yang ada di hadapannya.


Setelah mereka selesai makan, tiba tiba ada pengumuman.

__ADS_1


" Perharian semua warga DEWANGSA yang masih berkeliaran di kantin atau sekirarnya di harap masuk kelas karena pembagian raport akan segera di mulai. Sekian terima kasiha "


Mendengar pengumuman tersebut kami pun bergerak keluar kantin setelah membayar makanan kami.


Aku pun berpisah dengan Vano karena kita beda kelas. Aku langsung masul kelas di ikuti yang lainnya. Sesampainya di kelas ternyata sudah ada pak Yono yang langsung memelototi kami semua.


" pagi pak! Maaf pak kita semua telat dikit masuk ke kelas bapak hehheh " ujarku sambil cengengesan.


" Telat dikit apanya, kalian itu sangat telat. Sampai harus di panggil pake toa baru masuk ke kelas. Mangnya ini sekolah kamu yang jadi gurunya, kok malah saya yang nungguin kalian " ujar pak Yono kesal.


" Waduh! Kalo saya yang ngajar bisa berabe pak. Bisa bisa kelas pindah ke kantin pak karena saya lebih suka di kantin sih adem dari pada di kelas. Dingin sih tapi enggak alami pak. Kalo kantin kan ac nya alami


hehhe " ujarku kembali cengengesan.


" Dah sana duduk. Cengengesan aja kerjaanya kamu Bry, dah tau salah malah ngedrama " ujar pak Yono malas.


" Ah bapak nggak asik, sekali sekali ngedrama pak buat ngilangin gugup. Saya gugup menunggu pengumuman dari bapak soal saya ada di peringkat berapa " ujar Bryanda malas.


" Ya udahlah sana duduk, tampa banyak drama saya mengumumkan hanya 5 Besar "


Baiklah langsung saja,


" Yang peringkat Ke 5 adalah Disya Pratiwi "


" Yang peringkat ke 4 ini anak baru namanya namanya Kesya Putri Aditya "


" Yang juara ke 3 Felya Aprilya "


"Yang juara ke 2 adalah Samuel Putra


Allinsky "


" Dan meskipun dia anaknya cukup nyebelin menurut saya tapi saya bangga padanya karena dia bisa bertahan di posisi yang 1, siapa lagi kalo buka Bryanda Allinsky "


" Jadi bagi ke 5 peringkat kelas silahkan maju ke depan untuk mengambil Raportnyavserta yang 3 besar mendapatkan bingkisan dan piala serta piagam dari sekolah "

__ADS_1


Akhirnya di sini kami sekarang, setelah pembagian Raport dan kawan kawannya yang berupa piagan dan piala serta hadiah. Kami semua memutuskan untuk berpesta kecil kecilan di cafe Pelangi.


" Semoga saja esok lebih baik dari ini. Amin, doaku dalam hati. Senang melihat semuanya tersenyum ceria.


__ADS_2