PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Jangan benci mama


__ADS_3

"Selamat, udah jadi suami." ujar Arjuna dengan tangan terulur.


"Lo lagi ngejek gue?" balas Sultan, menatap kesal wajah adiknya yang sedang tersenyum.


"Ngejek apaan, Lo nggak denger gue ngasih selamat! oh iya, baik-baik lo sama kak Alya, jangan sakiti dia lagi, dia udah cukup menderita selama ini."


"Gue tahu."


"Terus ngapain sekarang Lo malah duduk disini."


"Ngerokok."


Arjuna mendengus, "Gue tahu anjir! Lo lagi ngerokok, yang gue tanya maksudnya kenapa Lo malah kesini."


Kini gantian Sultan yang mendengus, "Lihat ikan."


"Lihat ikan? ckk..Lo yang bener aja, selesai akad tiba-tiba Lo kesini cuman gara-gara mau lihat ikan?" Arjuna menunjuk kolam ikan dihadapan mereka sambil menggelengkan kepala.


"Bang, Lo serius kan nikahin kak Alya Karena Lo mau bertanggungjawab sepenuhnya sama dia, bukan lagi main-main kan?"


"Menurut Lo gimana Ar, gue kelihatan serius nggak?"


"Bagian muka Lo yang mana yang bisa gue lihat keseriusannya, muka Lo auranya kagak ada baik-baiknya gue rasa."


Mendengar ejekan sang adiknya tersebut membuat Sultan terkekeh, ia meninju pundak Arjuna yang berada disampingnya."Adek sialan! eh tapi_ serius gue senang banget karena akhirnya Lo manggil gue Abang juga Ar, udah lama gue rasa nungguin panggilan itu dari Lo."


"Apanya yang istimewa, panggilan itu emang udah seharusnya kan?"


"Iya betul! tapi masalahnya Lo nggak pernah panggil gue dengan sebutan itu."


"Sorry, gue lupa."


Lagi-lagi Sultan hanya terkekeh, entah mengapa kebahagiaannya hari ini terasa berkali lipat, karena selain ia sudah resmi menikahi Alya, kini hubungannya dan Arjuna pun semakin membaik.


"Gimana rencana entar malam, udah Lo susun matang-matang?"


Plakkk!.. menoyor kepala adiknya.

__ADS_1


"Bocil udah pinter bahas soal ranjang ya sekarang?"


"Sakit anjirr!" mengusap-usap bekas toyoran Sultan, pemuda itu mendengus lalu membalas sang kakak dengan menepuk pundaknya.


"Sialan Lo Ar."


"Gue bukan bocah, pengalaman gue udah banyak."


"Tunggu, Lo bilang apa?"


"Apaan?"


"Itu barusan Lo bilang pengalaman Lo banyak, berarti sebelum sama Zeela lo_"


"Maksud gue pengalaman setelah menikah, bukan pas gue masih lajang kek elo itu."


"Nggak usah diingetin terus, bisa nggak sih?" Sultan menggerutu.


"CK, gue cuma mau ngingetin aja! biar Lo sadar diri dan nggak ngulangin lagi."


"Nyamperin bini guelah emang mau ngapain lagi."


"Elahhh, buru-buru banget sih! yang pengantin baru gue apa elo sih Ar?"


Arjuna mendelik, "Apa hubungannya?"


"Ada lah, biasanya kan yang buru-buru pengen ngamar itu pengantin baru, ya kan beberapa menit yang lalu gue baru aja sah sama Alya, harusnya gue dong yang pengen buru-buru."


"Otak Lo kayaknya isinya pasir semua deh Tan, ngeres tahu nggak? kagak nyambung Lo!"


"Apaan deh bocah."


"Elo yang apaan, pagi-pagi udah mikirin selangkangann."


"Eh_"


"Bini gue pusing katanya tadi."

__ADS_1


"Jangan-jangan bini Lo_"


"Kenapa, bini gue."


"Duduk dulu deh, gue mau cerita bentar."


"Duh males banget gue ngomong sama elo!"


"Lo benar-benar ya jadi adek, ngeselin banget!"


Arjuna mendengus, lalu melirik sebentar jam yang melingkar dipergelangan tangannya. "Buruan kalau mau cerita, jangan lebih dari sepuluh menit."


''Jadi cerita nggak sih?" gerutu Arjuna sembari melirik kearah Sultan yang malah diam dengan kedua tangan yang saling bertaut.


"Ar, Lo ingat nggak sejak kecil mama lebih sering nemenin gue dibandingkan elo." ujar Sultan yang terdengar mulai serius dengan ucapannya.


"Kenapa Lo nanya gitu."


"Karena gue masih ingat betul saat itu Lo selalu memilih diam dan bermain sendirian ditaman belakang."


"Itu semua udah berlalu."


"Sorry_ Sorry karena gue Lo jadi kekurangan kasih sayang dari mama."


"Lo lebih membutuhkannya kan dibanding gue! lagi pula Lo anak kebanggaannya kan?"


Sultan menggeleng, "Didepan semua orang mama emang selalu bilang kalau gue itu anak kebanggaannya dia, tapi nyatanya nggak gitu Ar."


"Maksudnya?"


"Ya, sebenarnya mama cuma bangga sama elo, bukan sama gue, Lo bahkan tahu sendiri sejak kecil nilai gue selalu jelek! sedangkan nilai Lo selalu lebih unggul, mama selalu bilang bangga sama gue cuma buat menghibur gue aja, karena saat itu kaki gue sedang lumpuh kan? dia cuma nggak mau kalau gue kehilangan semangat hidup."


"Jangan benci mama, semuanya salah gue!"


*


*

__ADS_1


__ADS_2