PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
PENGANTIN REMAJA


__ADS_3

Hari ini sangat melelahkan,membuatku tak ingin kemana mana, kemaren benar benar menghabiskan tenaga dan pikiranku. Mungkin karena tak terbiasa dengan latihan menembak tersebut.


Kulihat Vano juga masih tidur, aku pun beranjak dari posisi malasku untuk membersihkan badan dan keluar mencari sesuatu untuk mengganjal perut,kulihat jam sudah pukul 10 pagi.


Pasti yang lainnya dah sarapan, aku pun dengan lesu melangkah ke ruang makan. Tak aku lihat anak Lion lainnya,entah kemana mereka.


Aku pun makan dengan malas,saat sedang makan. Tiba tiba Vano datang dan duduk disampingku. aku pun mengambilkan makanan untuk Vano,karena sudah mulai siang kami pun memutuskan makan makanan berat.


" Sepi amat sih by! Pada kemana sih orang orang " celetuk Vano.


" Tau! Aku juga heran dari tadi enggak liat orang satu pun " balas Bryanda.


Setelah selesai makan,mereka berdua pun langsung mencari anak Lion yang lain,entah pada kemana mereka.


Sesampainya si paviliun tempat anak Lion menginap, mereka pun melihat anak Lion sedang santai main gitar dan bernyanyi.


Terlihat Kesya dan Felya sedang membuat rujak buah, widih mantap cuy.


Aku pun dengan semangat menghampiri mereka semua,


" Widih! Mantap nih Ke,Fel pas banget nih hari panas gini makan rujak " ujar Bryanda.


" Siang Bry,Van! Iya nih aku dapat kiriman buah dari rumah jadi ya udah aku bikinin rujak aja nih. Lumayan segar nih panas panas gini " ujar Kesya.


" Widih! Kebun sendiri Ke, keren banget. Kapan kapan kita labgsung metik buah dari pohonnya ya Ke " ukar Bryanda.


" Widih! Keren tuh Bry, pasti segar banget " ujar Felya semangat.


" Boleh tuh, kebetulan kita juga ada kebun lengkeng,rambutan sama buah naga. Gimana kita eksekusi besok. Lumayan segar tuh " jawab Kesya antusias.


" Mantap tuh Ke! Ayuklah,kapan kisa eksekusi. Sekarang aja gimana nyicil panen nya " ujar Alan semangat.


" Benet tuh, pasti segar banget makan buah naga yang baru panen " ujar Felya semangat juga.


" Boleh! Boleh,ayuklah kita pergi sekarang, kebetulan lagi panen kita " jawab Kesya.

__ADS_1


Kami pun dengan semangat, bersiap untuk wisata buah. Lumayan buat menghabiskan hari selama liburan, daripada cuma ngedrakor,capek deh. Jauh jauh dari Kakarta ngedrakor juga ujungnya.


Setelah bersiap kami pun berangkat ke perkebunan milik keluarga Aditya. Letaknya lumayan jauh dari tempat tinggal Allinsky.


Selama perjalanan kami sangat senang, membayangkan rambutan,lengkeng dan buah naga yang segar. Sesuatu yang tak akan dapat di temui di Jakarta.


Setelah menempuh perjalanan 2 jam, kami pun sampai di perkebunan keluarga Aditya.


Setelah kami memasuki gerbang perkebunan,kami pun sampai di area perkebunan.


Kami pun turun dari mobil, saat kami turun terlihat puluhan batang pohon rambutan dan lengkeng serta buah naga, buah apel,buah jeruk dan arum manis serta jambu madu.


Woww,benar benar surga buah,


Kami pun di sambut langsung papanya kesya, dan beliau mempersilahkan kami berkeliling perkebunan.


" Assallammu'alaikum om! Maaf nih ganggu kegiatan om sama yang lainnya " ujar Vano.


"Wa' alaikum sallam, nggak pa pa kok nak Vano,nak Bryanda dan kalian semua. Jangan sungkan, kalian boleh memetik buah yang kalian suka" ujar papanya Kesya.


" Sayang banget,kita tak bisa sering sering ke sini. Padahal kalo disuruh milih nih pergi kemana pasti gue milihnya kesini. Mata adem,perut kenyang. Seru deh,apalagi bantuin metik buah " ujar Dewa tak semangat.


" Bener tuh bro,bener surga di sini. Mau apa tinggal metik, segar lagi " sajut Alan.


"Iya! Gue jadi punya kebun kek gini deh, buat pribadi sih " celetuk Arga.


" Sama! gue juga " sahut Dafa disertai anggukan yang lainnya.


" Eh ngomong ngomong,kita kapan daftar ulangnya,ntar kebablasan liburan kita telat daftar ulangnya " celetuk Arga.


" Eh! Bener tuh,hampir aja lupa. Emangnya kita kapan balik,minta tolong orang rumah aja bro. Elah,susah amat " celetuk Dion.


" Eh bener tuh,ngapain repot repot. Kalo nisa di wakilin sama bokap nyokap " ujar Alfa sambil makan apel.


" Gue denger anak DARMAWIJAYA, ribut sama anak SAVERIUS. Mereka itu enggak ada kapoknya njir " ujar Dion.

__ADS_1


" Hah! Dapat berita dari mana loe sob, kok gue baru tau elah,ketinggalan berita dong gue " ujar Delon penasaran karena dia anak SAVERIUS tapi jarang ikutan tawuran karena malas berkelahi sama sesama anggota Lion.


" Ya dari Grup sekolah lah njir, kan ada yng selalu update berita " sahut Ari malas.


" Oh ya! Palingan si Riko cs Vs Gaven cs. Mereka kan memang musuh abadi dari kelas 1 SMA cuma gara gara cewek. Sayang


banget " ujar Delon.


" Bener tuh,padahal pas SMP. Mereka tuh satu genk kompak banget, dah kek adek kakak tau nggak " ujar Givon.


" Bener banget tuh, tapi sekarang dah enggak bisa ditolong lagi, selisih di jalan aja langsung adu jotos. Masalah tawuran juga paling enggak jauh dari itu semua, dendam pribadi cuy " ujar Bagas sambil makan lengkeng yang baru dipetiknya.


" Padahal kalo mereka kompak, bisa jadi damai sekolah masing masing. Sayang banget ya " ujar Dewa.


" Iya bener! Sayang banget " yang lainnya kompak mengiyakan.


" Biarinlah, asal jangan nyenggol anak Lion aja. Kalo sampe nyenggol maka gue enggak akan kasih ampun " celetuk Vano datar.


" Iyalah bos! Kita juga enggak akan tinggal diam kali, ya kali diam aja harga diri Lion diinjak injak sama mereka " ijar Alan sewot.


" Oh ya! Kayaknya kita dah harus siap siap pulang deh, kan ada acara sama Oryon besok. Persiapan Lion gimana " tanya Vano.


" Sip bos,beres. Kita hanya perlu mengantar semuanya ke base camp Oryon. Abis itu kita tinggal ngikut aja sama Oryon " ujar Alan semangat.


" Kayaknya kegiatan dengan Oryon pnutup liburan kita deh di Bandung. Abis bagi bansos kita akan otw Jakarta, dah terlalu lama di Bandung. Lafian kita harus siap siap juga dengan kegiatan kita di Jalarta " ujar Vano pada angolgotanya.


" Siap bos! Oh ya bos,ngomong ngomong Arsen kirim notice, dia bilang kalo Andika dsh keluar dari penjara dan mulai berkeliaran lagi sambil ngedarin barang haramnya " ujar Dewa memberi laporan.


" Cih! Sialan, tuh orang. Kayaknya bekingannya kuat sampe dia bisa keluar dari penjara dalam waktu cepat. Kita harus hati hati, dia nggak akan tinggal diam. Cepat atau lambat pasti dia balas demdam sama kita. Kalian harus bersiap,ngerti " ujar Vano tegas.


" Ngerti bos! Kayaknya kita kudu amaninbase camp deh bos,jangan sampai dia menyelundupkan barang haramnya buat menjebal kita bos " ujar Alan serius.


" Iya bener tuh bos,kata Alan. Jadi was was kalo kayak gini, mana base camp yang jagain nggak nggak terlalu banyak dan umumnya junior lagi. Inti Lion kan ngikut semua,takutnya mereka berkhianat sama kita bos " ujar Dewa serius.


" Ok! Kita balik malam ini juga,batalin acara kita sama Oryon. Biarin aja anak Oryon aja yanag turun ke lapangan " ujar Vano final

__ADS_1


kami pum pulang ke Jakarta malam itu juga.


__ADS_2