
Pagi ini aku terbangun karena Vano,dia memaksaku bangun supaya bisa melakukan cek urin pada tespeck yang dibelinya.
Saat bangun tampak ditangannya ada 5 tespecl yang berbeda.
" Bab,bab! Bangun dulu bab,ini aku dah beliin tespeck lho. Kamu cek deh,bentaran doang "suara Vano terdengar samar di telingaku karena terlalu mengantuk.
Mmhg
Aku menggeliat resah karena merasa terganggu tapi tetap berusaha untuk bangun .
" Kenapa sih Van! Aku masih ngantuk loe ini " ujarku sebal.
" Ya bentaran doang lho ini,aku dah belain bangun cepat lho buat beliin tespeck biar kamu bisa cek,apa kamu hamil atau
tidak "ujar sabar.
Hah! Apa tespeck
Aku langsung terbangun mendengarnya. ya ampun alu lupa kalo hari ini mau cek urin sama tespeck. Bergegas aku bangun,lalu bersandar di kepala ranjang intuk menstabilkan tubuhku yang masih belum bisa dibawa bergerak cepat karena pusing yang melanda.
Lama aku terdiam lalu berkata,
" Serius kamu beli tespeck Van! Kapan belinya " tanyaku tak percaya.
__ADS_1
" Yaelah! Seriuslah,masa boong sih,ya kali pura pura. Yang ditanganku apa bab" jawab Vano gemas.
" Heheheh! Kok kamu semangat banget sih Van,aku aja masih santai kok " ujarku heran.
Segitunya yang mau jadi daddy,tau gini ngapain aku pake ngegalau segala kemaren. Hadeh enggak guna banget aku udah dah gelisah nggak jelas.
" Ya udahlah! Yuk ke kamar mandi,tampung urinnya. Biar selanjutnya aku yang urus,ok " ujar Vano sambil memberikan gelas plastik buat nampung urin.
Semoga aja hasilnya tak mengecewakan. Kasihan kalo memang aku nggak hamil,abis semangat banget laki gue.
Sesampainya di kamar mandi,aku langsung menampung urinku. Dan selanjutnya menyerahkan ke Vano sedangkan aku langsung mandi.
Tak lama kemudian Vano langsung memelukku erat sambil memegang hasil tespeck itu.
" Liat deh bab! Hasilnya positif,aku jadi daddy. Ternyata kerja kerasku nggak sia sia ya " ujar Vano sambil mengedipkan mata nakal.
" Kasih taulah! Bila perlu kita ke Bandung,ke rumah nenek. Biar dibikinin acara syukuran gitu di sana " ujar Vano semangat.
" Wih keren juga tuh,ok kita kabarin semuanya tapi lebih baik kita pergi ke Dokter dulu kayaknya. " ujar Vano.
" Ok! Abis sarapan kita ke rumah sakit atau klinik " ujar Vano semangat.
" Dih segitunya yang mau jadi daddy " ledekku.
__ADS_1
" Biarin ye! Seenggaknya ini tuh pembuktian kalo aku laki laki sejati hehhe " ujar Vano sambil cengengesan.
Lah apa hubungannya coba,ada ada aja Vano.
Dahlah,mending siap siap ke Dokter,sekolah izin dulu.
Aku pun bersiap dan tak lupa meminta izin pada guruku kalo sakit. Memang sih semua guru tau statusku yang dah marrid tapiereka mewanti kalo aku nggak boleh sampe kebobolan. Lah sekarang aku melendung,alamat dikeluarin ini mah. Ya kali aku tetap sekolah dengan perut besar.
Haduh! Vano sih,aku mau kb nggak boleh,disuruh komdom enggak suka. Lah aku di suruh ngepil kadang ingat kadang lupa. Sedangkan orangnya minta jatah mulu. Dasar,
Setelah siap,aku pun menysul ke ruang makan untuk sarapan. Sampai di sana sudah ada Marcel dan Clara serta Felya dan bang Arbyan di tambah Kesya dan Sam. Semuanya menatapku seperti aku ini dapat jacpot dan mereka mengucapkan selamat,pasti Vamo dah cerita sama mereka.
" Morning guys! Widih kumpul semua nih di mari, ayuk sarapan. Sorry nih lama " sapaku ceria.
" Widih! Yang mau manen hasil bercocok tanamnya setiap malam. Happy kayaknya " celetuk Sam.
" Sialan loe Sam! Kayak ntar lagi loe nggak aja, gue pulangin omongan loe kalo iya " ujarku sewot.
" Dah! Dah,nggak usah berantem deh,malu tau nggak gue dengernya " ujar Kesya sewot.
" Laki loe tuh Sya! Mending loe suruh puasa sebulan deh biar jera " ujarku jahil.
" Oh iya juga kayaknya Bry! Ntar deh,gue pikir dulu jadi apa nggaknya " usil Kesya.
__ADS_1
" Dih! Apaan sih, enggak lucu ya Bry,loe mau gue perang sama Kesya " ujar Sam sewot.
Perang perang dah