PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
PENGANTIN REMAJA


__ADS_3

Pusing


Hari ini ujian dengan materi yang paling di takuti siswa, apalagi gurunya. Hadeh, dah kayak banteng mau nyeruduk aja bawaanya. Bikin gerak dikit aja langsung kringat dingin sangking groginya hehhe.


Fisika


Hari ini ujiannya Fisika dengan pengawasnya pas banget yang terhormat bapak Yono sang wali kelas.


" Hadeh, napa jadi nih guru sih yang ngawasin kalasku. Serba salah jadinya, kalo gerak dikit langsung dipelototin. Dah kayak apaan aja, mana pan**t panas lagi karena enggak bisa gerak. Belum lagi otak yang hampir meledak sangking over kapasitas dalam berpikir hehehe, lebay.


Akhirnya selesai juga ujian hari ini. Hadeh berasa di giring algo** gw sangking tegangnya karena dipelototin tuh guru.


" Hadeh! Akhirnya bisa nafas juga gw, capek bet nahan nafas selama ujian tadi " celetuk Sam.


" Sama elah! Gw juga dipelototin mulu sama si Ono, kek kelinci yang lagi diuber pemburu aja gw tau enggak. Panas pan**t gw karena enggak bisa gerak,diam bae kayak patung " ujar Bryanda sewot.


" Kelinci apaan loe! Singa liar baru bener " ledek Sam.


" Dah yuk kantin! Gw mau dingin kepala gw dulu nih yang dah mau ngebul sangking panasnya " ajak Bryanda.


" Kuylah jawab yang lainnya kompak.


Kami pun sampai di kantin dan langsung memesan makanan kesukaan masing masing. Sangking lapernya abis ujian pada mesan 2 menu langsung cuy. laper bos hehhee


Tak lama kemudian aku langsung meng eksekusi makanan kesukaanku yang serba pedas. Sambil celingak celinguk memperhatikan apakah bapak negara ada di kantin atay tidak. Aman, aku eksekusi makanan pertama yang tak lain tak bukan adalah bakso dengan eksra pedas. Nikmat mana lagi yang kau dustakan.


Saat sedang akan memakan bakso eksra pedas milikku ada yang menahan tanganku sehingga aku jadi berhenti makan.


Deggg


Sialan,dari parfumnya sih he is my husband. Aku menoleh lambat ke arah Vano dan aku menemukan tatapan garang Vano yang sedang memelototiku.

__ADS_1


" Heheheh! Eh laki gw datang, mau makan yang. Nih dah aku pesenin sekalian buat kamu " ujarku sambil cengengesan.


" Dah deh, enggak usah sok nawarin makanan ke aku pake dah di pesenin segala. Nih bakso out dari meja ini. Tidak boleh dimakan,aku dah pesen yang baru dan hanya 1 sendok sambal tak boleh lebih understand bab " ujar Vano garang.


" Ih! Masak cuma satu sendok sih Van, bakso apaan tuh. Enggak pedas sama sekali, mending enggak makan bakso aja sekalian " ketus Bryanda jengkel.


" Good! Kalo kamu memang pensiun dini makan bakso, jadi kamu enggak akan makan sambal bakso lagi " sahut Vano geli.


" Yah Van! Please deh, aku enggak mau bakso yang baru. Aku mau bakso yang udah capek capek aku racik dengan takaran bumbu yang pas, please " rengek Bryanda.


Semuanya yang di meja hanya terkekeh geli melihat seorang Bryanda merengek seperti anak kecil kehilangan perment tapi iya juga sih sekarang kan Bryanda terancam kehilangam bakso favoritnya hehhhe.


" Dih seorang medusa merengek kayal anak kecil hanya karena gara babang Vano meng out bakso pedasnya. Hadeh childish bet sih loe " ledek Sam pada sang sepupu.


" Ngomong lagi, gw kasih loe hadiah Sam. Biar loe punya tato di wajah loe yang lumayan tampan itu " ujar Bryanda ketus.


" Dih! Beraninya main ancam loe mbak. Aslinya mana berani loe nato wajah gw yang ganteng ini. Loe mau kita di sidang oleh yang mulia ibu suri Allinsky hehehehe " balas Sam percaya diri.


" Oh bagus kalo kita di sidang oleh yang mulia ibu suri, gw tingggal bilang kalo loe sering bolos pelajaran dan ibu suri sangat percaya sama gw kalo loe lupa " ujar Bryanda penuh kemenangan.


" Dah! Dah ribut aja loe berdua, buru abisin makanannya. Keburu bel,kita masih ada ujian abis ini " ujar Vano mengenahi.


" Tapi Van,nih bakso enggak enak Van. Berasa makan bakso di air bekas cuci tangan " tolak Bryanda.


" Bry! Yang enak menurut elo belum tentu sehat buat loe. Loe mau ngerasain yang namanya sakit lambung. Mau " ujar Vano sabar.


" Iya deh! Iya gw makan yang loe pesenin Van" jawab Bryanda malas.


" Nah gitu dong! Dari tadi kek nurutnya, enggak perlu buang tenaga buat debat " ujar Vano penuh kemenanga.


Setelah itu suasana langsung tenang. Setelah selesai menghabiskan makanannya semuanya kembali ke kelas untuk ujian selanjutnya.

__ADS_1


Hari ini ujian telah selesai, semuanya gugul menunggu hasilnya. Entah bagaimana nasib mereka setelah ini. Naik kelas tau tinggal kelas.


Sama juga dengan kami semua, untuk penghilangkan penat setelah ujian semuanya memutuskan untuk ke pantai.


Tadinya Felya tidak mau pergi karena dia belum mengabari sang suami tapi akhirnya Vano meminta Arbyan umtul menysul ke pantai.


Sesampainya di pantai ternyata anak Lion lainnya yang berasal dari sekolah lain juga ikut ke pantai sehingga kami seru seruan bersama sama.


Rasanya kebersamaan ini semakin hari semakin erat. Semoga saja sampai kami nanti punya anak cucu juga tetap bersama dan saling menyayangi.


Tak terasa hari sudah sore dan waktunya kembali ke rumah masing masing. Tapi karena lapar,kami pun makan terlebih dahulu di warung tenda yang ada di sana.


Setelah makan kami pun berpisah dengan tujuan pulang yang berbeda beda.


Sesampainya di rumah hari sudah malam dan badan ini sangat lelah. Aku langsung merebahkan badan yang tak bertulang ini karena sangking lelahnya.


Pagi yang cerah membuatku memulai hari dengan riang. Hari ini hari bebas, tak ada belajar. Tapi kami harus tetap mencari tau tentang hasil kerja keras kami selama seminggu ini.


Dengan mengendarai mobil milikku yang sudah lama tak aku gunakan. Kami berempat berangkat ke sekolah dengan riang.


" Van! Mampir sarapan dulu yuk ke tempat mang Jaja, lagi pengen makan bubur ayam di sana. Dah lama banget nggak pernah makan bubur di sana " ujar Bryanda.


" Iya bab! Aku juga lagi pengen malan bubir di sana. Kalian gimana, ikut makan bubur ayam bareng kita atau cari menu sarapan yang lain " tanya Vano pada pasangan Sam dan Kesya.


" Ikut aja gw Van! Gw juga dah lama enggak makan bubur di sana. Ke, loe suka bubur ayam nggak yang. Kalo enggak suka biar gw cariin yang lain " tanya Sam pada sang istri.


" Enggak pa pa kok sarapan bubur ayam aja. Kayaknya enak deh. Soalnya kalian kompak pengen sarapan di sana " jawab kesya.


" Loe cobain aja dulu Ke! Gw yakin loe ketagihan sama bubur mang Jaja " sahut Bryanda.


" Ok " balas Kesya singkat.

__ADS_1


Singkat cerita kami pun sarapan bubur di sana dan setelah itu bergegas ke sekolah karena hari ini ada nilai yang di umumkan. Perbaikan atau tidaknya


" Semoga saja tak ada perbaikan. Amin do'aku dalam hati "


__ADS_2