PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Kejujuran Arjuna


__ADS_3

"Ar,?"


"Hmmm." sahut Arjuna yang kini memeluk tubuh Zeela dengan kedua mata terpejam, setelah kelelahan melakukan aktifitas malam mereka yang entah berakhir di ronde keberapa.


"Menurut kamu kak Sultan beneran berubah nggak sih?"


Mendengar nama Sultan disebut kedua mata Arjuna kembali terbuka, ia mendelik tak suka, saat istrinya menyebut nama Sultan dihadapannya.


"Ngapain sih kamu selalu kepo sama kehidupannya dia, gagal move on?" mencibir kesal.


"Ihs bukan! kamu tuh ya sensitif banget kalau udah bahas soal dia."


"Ya gimana aku nggak kesel, kamu kan udah jadi istri aku Zee, dan aku melarang keras kamu buat ungkit-ungkit soal dia lagi."


"Aku nggak bermaksud_"


Cup..


"Ihs, kebiasaan! kalau aku ngomong main cium aja."


Arjuna terkekeh, "Abisnya bikin candu sih."


"Tapi kak Sul_"


Cup..


"Arjunaaa..!"


"Makanya nggak usah sebut-sebut dia terus, kalau nggak aku tindih lagi, mau?'' ucapnya dengan nada mengancam.


"Sini." Arjuna menarik tubuh Zeela meletakkan kepala gadis itu diatas dadanya dan mendekapnya penuh kehangatan.


"Ar?"


"Hmmm." jawabnya dengan gumaman lirih, karena pemuda itu sudah memejamkan matanya kembali.


"Kamu deg-degan?" tanyanya, sembari mendongak mensejajarkan wajahnya menjadi berhadapan.


Disaat yang sama Arjuna membuka kedua matanya, tersenyum dan mengecup lembut sisi bibir Zeela.


"Kalau deket kamu bawaannya emang deg-degan terus."

__ADS_1


"Kenapa?" tanyanya terdengar konyol.


"Terlalu cinta mungkin!" jawab Arjuna santai seraya menempelkan kembali bibirnya di bibir Zeela.


"Ihs."


"Zee, sekali lagi yuk?" ajaknya.


"Nggak, aku nggak mau lagi, capek tahu.!"


"Kan aku yang gerak, kamu diem aja."


"Ihs nggak mau pokoknya."


"Ar, hmmpp_"


Zeela berusaha meronta saat Arjuna kembali membungkam bibirnya dan menindih tubuh Zeela yang masih dalam keadaan sama-sama polos.


"Ar_" lirihnya begitu tautan bibir mereka terlepas.


"Sekali lagi ya, aku janji setelah kita melakukannya lagi aku akan menceritakan satu hal sama kamu." ucap Arjuna yang kini mulai menciumi lehernya dengan kecupan ringan.


"Lakuin dulu baru cerita."


"Akh..!" pekik Zeela saat dengan tiba-tiba Arjuna memasuki dirinya dengan sekali hentakan.


"Maaf!" bisik Arjuna seraya membungkam bibir Zeela dengan ciuman panasnya, lalu bergerak liar diatas tubuh mungil itu hingga mendapatkan puncak kenikmatannya masing-masing.


"Capek?" tanyanya, saat melihat istrinya yang kini terengah-engah dengan napas memburu.


Sementara yang ditanya mendengus, menatapnya dengan tatapan kesal.


''Udah tahu nanya."


"Sayang ah ngambekan."


"Buruan, katanya mau cerita! udah janji lho tadi."


"Iya-iya, tapi sebelum aku cerita kamu harus janji satu hal."


"Apaan sih?"

__ADS_1


"Janji dulu."


"Iya, apaan?"


Arjuna mengulas senyum, menjawil dagu istrinya dengan gemas.


"Kamu kalau abis diginiin, seksii nya nambah tahu yang."


"Nggak usah gombal, buruan ihs."


"Ck, istriku ini emang beda ya, sama sekali nggak ngaruh sama gombalan, padahal yang ini aku serius lho."


"Nggak usah mengalihkan pembicaraan ihs."


Arjuna menghela napas pelan, "iya, tapi_" menepuk-nepuk dadanya, "Senderan disini."


Zeela bergeming, membuat Arjuna gemas sendiri dan menarik tubuh gadis itu kedalam dekapannya.


"Buruan cerita."


Arjuna men desah, menarik napas panjang dan mengeluarkannya dengan sangat perlahan.


"Aku_ sebenarnya waktu itu aku_ kita belum pernah ngelakuin Zee." ucap Arjuna pada akhirnya, ia tak ingin lagi ada yang disembunyikan dari istrinya terlebih saat ini Zeela benar-benar sudah ia miliki seutuhnya, walaupun mungkin tidak dengan hatinya.


"Kamu bilang apa?"


"Maaf! soal itu aku udah bohongin kamu."


"Coba ulangi lagi Ar?" ujar Zeela dengan kedua mata yang mendadak memanas.


"Maaf sayang, tapi kalau nggak gini caranya kamu nggak bakalan mungkin setuju buat nikah sama aku kan?"


"Tapi ide kamu keterlaluan tahu nggak Ar, kamu nggak pernah mikirin perasaan aku waktu itu kayak gimana, kamu egois!"


"Zee, aku_"


"Aku benci sama kamu." sergah Zeela yang kini turun dari ranjang menarik selimut menutupi tubuh polosnya dan berlari menuju kamar kosong yang ada disebelah.


*


*

__ADS_1


__ADS_2