PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Alya-syifa 2


__ADS_3

Setelah Syifa masuk kedalam, Arjuna dan Alya memutuskan untuk mengobrol berdua dibangku taman yang semula Alya duduki.


Lama keduanya terdiam dengan pikirannya masing-masing, hingga akhirnya Arjuna berinisiatif untuk membuka obrolan terlebih dulu.


"Kak?"


"Hmmm."


"Sampai kapan Lo bakalan bersembunyi kek gini, Syifa udah gede kak, dia berhak tahu siapa ayahnya."


"Jangan bahas soal ini lagi Ar, kalau maksud kedatangan kamu kesini mau bahas soal Syifa lebih baik sekarang kamu pergi, dan lupain aku sama Syifa, jangan pernah ganggu kami lagi, satu lagi stop kirimi Syifa uang, karena aku masih sanggup membiayai kebutuhan dia Ar."


"Kak, nggak bisa gitu dong! Syifa bagian hidup gue juga, nggak mungkin gue ngelupain dia gitu aja kan?"


"Kamu jangan merasa sok menjadi pahlawan Ar, kamu dan Syifa itu baru bertemu dua kali, jadi aku rasa kamu nggak akan seterpuruk aku jika kehilangan dia."


"Enak banget Lo ngomong kek gitu, gue emang baru dua kali ketemu dia, tapi Lo harus ingat satu hal kalau Syifa anak_"


"Om?" panggil Syifa yang tiba-tiba berada dihadapannya, gadis kecil itu menunduk memeluk ibunya.


"Kok syifa kesini, kenapa sih dek?" tanya Alya seraya berjongkok dihadapan putrinya.


"Barusan Syifa mau ngambil makanan buat kura-kura, tapi Syifa denger om Arjuna marah-marah sama ibu."


Alya menggeleng, "Nggak sayang, om cuma kesal sama ibu karena ibu_"


"Ibu nggak bolehin om ajak Syifa jalan-jalan." sela Arjuna memotong kalimat yang akan Alya ucapkan, membuat wanita itu mendelik, dengan tatapan tak suka.


"Kenapa Bu, padahal Syifa mau jalan-jalan sama om." ujar Syifa dengan wajah yang mendadak ceria.


"Sayang, nak dengar ibu! Syifa nggak boleh pergi sama orang asing, ingat kan pesan Oma."


"Tapi kan om Arjuna teman ibu."


''Iya sayang tapi_"


"Om mau ajak Syifa jalan-jalan ke mall atau kolam renang, gimana Syifa mau?" kembali Arjuna berbicara tanpa mempedulikan raut wajah Alya yang berubah geram.


"Om punya banyak sekali uang, jadi Syifa boleh beli apapun yang Syifa mau."


"Apapun?" tanya Syifa berteriak girang.


"Apapun sayang."


"Ar_"


"Sorry kak, tapi kali ini aja Lo harus ikhlasin Syifa jalan sama gue, Lo harus ingat satu hal, gue juga berhak atas Syifa." ujar Arjuna sembari melepaskan tangan Alya yang memegangi sisi jaketnya.


"Ayo sayang, kita berangkat sekarang!"


"Ayo om, eh tapi_ ibu nggak diajak sekalian?"


"Terserah sih, kalau ibu kamu mau ya ikut aja."


"Gimana Bu, ibu ikut yah." ucap Syifa dengan kedua binar dimatanya.


"Ibu nggak_"


"Ah ibu lama, ayok pergii." Syifa menarik tangannya dengan cepat.


*


Disinilah mereka bertiga, disebuah mall besar yang cukup terkenal untuk menemani Syifa bermain Pump It Up sesuai permintaannya.

__ADS_1


"Seharusnya kamu nggak perlu lakuin ini buat Syifa Ar, masa depan kamu masih panjang lho, kamu masih muda kamu nggak perlu mengurusi hal-hal yang belum seharusnya kamu urus." ujar Alya, tanpa mengalihkan tatapannya dari Syifa yang sedang asyik bermain bersama anak-anak dari para pengunjung mall lainnya.


"Aku juga udah lupain semua tentang hal dimasa lalu, dan mengenai kehadiran Syifa aku anggap sebagai hadiah pelengkap hidupku, dan aku minta kamu jangan terus merasa bersalah atas semua itu Ar."


"Gue udah Married kak."


Deg!


Alya menoleh bersamaan dengan Arjuna yang juga ikut menoleh, hingga keduanya bersitatap dalam waktu beberapa detik.


"Benarkah?"


Arjuna mengangguk.


"Iya."


"Tapi kenapa Ar, kamu nggak_"


"Nggak, dia nggak sampai hamil!" jawabnya cepat seolah mengerti dengan isi kepala Alya.


"Nggak sampai hamil, berarti kalian pernah melakukannya kan?"


"Lo mikirnya kejauhan, kami sengaja memilih buat nikah muda karena emang udah niat aja."


"Kamu mencintainya?"


Arjuna menggidikan bahu, "Belum tahu."


*


"Si Ratu Nista Amora hari ini nggak masuk ya?" ujar Valen, sembari merangkul bahu Zeela yang tengah duduk sendirian didalam kelas, gadis itu sengaja memilih untuk tetap berada disana, karena selain tidak ada Amora, ia sendiri sedang malas untuk keluar.


"Katanya ada sepupunya yang dari Australia, dia cuma sehari doang disana, jadi Amora milih nggak sekolah."


Valen hanya ber oh lalu sedikit menggeser tubuhnya agar lebih mepet dengan kursi yang diduduki Zeela.


"Ngapa-ngapain gimana?"


"Ya_ jailin Lo misalnya, dia serumah kan sama Lo."


"Emang gue pernah bilang ya?"


"Ckkk.. pikun Lo! waktu itukan Lo sendiri yang bilang kalau bokap Lo nitipin Lo dirumah orang tuanya si Arjuna."


"Eh iya gue lupa, sorry Val! iya sih gue tinggal serumah, tapi ya gue sama dia nggak ngapa-ngapain."


"Syukur deh, eh tapi Zee Lo ngerasa Nggak sih kalau sebenarnya si Arjuna itu ada rasa sama elo?"


"Rasa apa sih, strawberry, blueberry, atau coklat?"


"Vanilla!"


Zeela tampak terkekeh, "Lo nggak usah mikir yang aneh-aneh, Arjuna orangnya emang nyebelin tapi dia nggak jahat kok Val."


"Gue cuma mau ingetin, supaya Lo jangan sampe jatuh cinta sama dia."


"Lho, emangnya kenapa?"


"Ya_ ya jangan aja." ucap Valen yang mendadak salah tingkah.


"Tapi si Arjuna ganteng lagi Zee, gue rasa Lo cocok-cocok aja sama dia, gila sih dia emang cakep banget, gue aja kalau jadi cewek pasti bakalan naksir." timpal Rommy yang tiba-tiba datang entah dari arah mana.


"Codot Lo nyambung aja." ketus Valen, seraya melempar Rommy dengan kepalan kertas.

__ADS_1


Rommy mencibir, "Kenapa Lo, cemburu? dihhh.. cemburu dia Zee."


"Anjir, sekali lagi ngomong kek barusan, gue pites pala Lo."


Ancam Valen yang terlihat memang benar-benar kesal, membuat Rommy bergidik, dengan kekehan kecil.


"Attuuuttt.... kabur ah!"


"Sialan!"


*


"Si Arjun belum jemput?" ujar Valen, saat melihat Zeela masih berdiri didepan gerbang sekolah.


Gadis itu melirik Valen yang sudah duduk diatas motornya, "Belum."


"Mau gue anter?" tawarnya.


''Nggak Val, thanks ya!"


Valen men desah kecewa, "Oke! gue duluan ya Zee."


"Hmmm, hati-hati."


Lama Zeela menunggu, hingga akhirnya satu persatu murid Bimantara habis, dan hanya menyisakan dirinya seorang.


Gadis itu mulai menggerutu sembari mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu membuka aplikasi pesan chat.


Berdecak saat melihat pesan chat masuk dari Arjuna beberapa menit yang lalu, yang memberi tahukan bahwa siang ini ia tidak bisa menjemputnya.


Tak punya pilihan, Zeela pun memutuskan untuk memesan taxi online saja, namun belum sempat tangannya mengetikan sesuatu, ponselnya sudah lebih dulu berdering.


Amora calling...


Dengan segera ia pun menggeser ikon berwarna hijau dilayar ponselnya.


"Hallo Zee." suara cempreng Amora dari sebrang sana terdengar begitu nyaring.


"Ihs Amora... kebiasaan deh."


"Hehe.. sorry-sorry Zee Lo dimana sekarang?"


"Masih disekolah."


"Lah kok bisa, si Arjuna nggak jemput emang."


"Dia lagi ada urusan."


"Jadi nggak masuk sekolah?"


"Nggak! sama kek elo kan?"


"Iya sih, tapi kan Lo tahu sendiri Zee kalau gue_"


"Ada sepupu Lo."


"Iya, eh gue jemput Lo kesana ya, udah lama nggak sih, kalau kita nggak pernah jalan bareng ke mall."


"Terus sepupu Lo?"


"Dia mampir kerumah om gue, mau nginep disana! gimana Zee Lo mau kan jalan bareng gue hari ini."


Zeela berpikir sejenak, "Oke deh."

__ADS_1


*


*


__ADS_2